
"Maaf, aku begitu lemah..." - Ye-jin.
Yong-suk dan Ma-roo kembali ke mobil, namun tak menemukan Ye-jin. Keduanya panik, kemudian mencari di sekelilingnya.
Hasilnya sama, tak ada terlihat sosok Ye-jin.
Yong-suk merasa bersalah telah mengajak Ye-jin, tetapi bukan ini yang diinginkannya.
"Ini tidak seperti yang ku pikirkan.." Batinnya.
"Tuan Ju, apa yang harus kita lakukan? Apa perlu kita mencarinya?"
Yong-suk hanya menghela pasrah karena tak bisa berbuat apa-apa, semua itu salahnya. Wajahnya diam meraut sedih memikirkan Ye-jin.
Apa dia baik-baik saja ?
Melihat langit saja begitu suram, tampaknya akan segera hujan.
Tetapi kedua pria itu masih belum menemukan Ye-jin.
Di pinggir jalan yang sepi, sosok gadis terlihat sayu berjalan sendirian ditengah kesepian. Tidak ada kendaraan melewati jalan itu, dia benar-benar sendirian.
Malam akan sebentar terlihat, namun langit sudah tertutup awan hitam terlebih dahulu. Ini baru jam setengah enam, tapi ini terlihat sudah malam.
Ternyata hujan datang menemani kesedihan Ye-jin.
Mengingat perkataan ibunya itu, sangatlah tertusuk sekali ke hatinya, ini mirip seperti membunuhnya.
Ye-jin tak kuat menahannya, dan perasaannya saat ini sudah hancur berkeping.
Rasanya ingin bunuh diri.
Hujan semakin deras pun membasahinya, ini adalah keinginan Ye-jin bahwa ia sangat menginginkan menangis dibawah hujan.
Karena itu membantu melepaskan kesedihannya.
"K-kenapa...hikss..." Bibirnya juga tak kuat berbicara.
Dia hanya berjalan tanpa mengenal arah kemana harus pergi, yang dipikirannya hanyalah kosong. Sangat bingung bagaimana perasaannya saat ini.
__ADS_1
Dia begitu lemah menghadapi ibunya.
Perkataan ibunya masih mengenang diingatannya, setiap kali mengingatnya maka dia akan menangis lagi.
Akhirnya langkahnya berdiam di tempat, kemudian teriak sekeras-kerasnya.
AAAAAAAAARRRRGGGGGHHHHHHH😫😫😫😫😫😫😫😫
Kenapa sang ibu itu sangat membenci putrinya?
Dia bahkan tak terima putrinya lahir.
Apa dia anak haram?
Anak buangan? Anak yatim? Atau...anak pungut.
Ye-jin masih teriak dalam tangisannya sampai jatuh terduduk diguyuri hujan lebat.
"Bahkan ketika aku tidak hadir dalam keluarga itu, mereka masih mencaci maki dibelakang ku. Keluarga itu menganggap ku seperti apa...?" Tutur batinnya.
Tiba-tiba dia terdiam sejenak merasa ada tangan mengusap lembut di kepalanya. Matanya perlahan menatap ke samping mulai dari bawah hingga ke atas.
Dan membuatnya tak percaya. "Y-yong-suk?"
Yong-suk juga tidak tega melihat Ye-jin terluka hanya karena keluarga Hayaka. Dia ingin dirinya adalah orang pertama yang dapat menenangkannya.
"Kenapa kau kemari..? Kau akan sakit."
Namun Ye-jin hanya mengkhawatirkan kondisi Yong-suk tanpa mempedulikan dirinya.
Yong-suk diam menatap Ye-jin, dia tak punya apa-apa untuk menulis jawabannya karena hujan.
Dia hanya mampu mengusap airmata istrinya, wajahnya ikut sedih melihat istrinya diambang kesedihan.
Tangan Ye-jin menyentuh balas tangan suaminya, dan kali ini dia menangis lagi.
"Maaf...a-aku...hikss...aku...hikss..." Bibirnya masih gemetar.
"Aku...hikss.." Menunduk sedih.
"Hikss...aku...maaf, aku...hikss begitu..lemah..." Tuturnya.
__ADS_1
Yong-suk sangat mengerti perasaan Ye-jin. Sangat ingin sekali bibirnya bergerak lalu berbicara agar Ye-jin bisa tenang lagi.
Dan tanpa disadarinya, keinginan itu terkabul.
"Ye..j-jin..."
Perlahan Ye-jin sadar setelah mendengarnya, "ye-jin?"
Dia menatap Yong-suk tak percaya, tapi Ye-jin bahagia karena akhirnya suaminya memanggil namanya.
"Barusan...kau memanggil ku?"
Yong-suk juga heran dan terkejut suara mulai perlahan kembali, dan itu membuat Ye-jin senang.
Saking senangnya, Ye-jin memeluk suaminya dengan tangisan bahagia.
"Syukurlah...syukurlah ini melegakan ku." Ucapnya.
Yong-suk juga lega melihat Ye-jin sepertinya perlahan tenang di pelukannya.
Keduanya berpelukan dibawah hujan sampai Ma-roo dan mobilnya menemukan mereka.
"Tuan Ju, Nona Hong? Kalian baik-baik saja?"
Dia begitu cemas sekali menemukan mereka dalam keadaan basah kuyup. Kemudian turun dengan payung lebarnya menghampiri mereka.
Yang lebih aneh lagi, Ye-jin sudah tidak bergerak dipelukan Yong-suk, apa yang terjadi?
Yong-suk dibuat panik menatap Ye-jin yang ternyata pingsan kedinginan.
Dia bangkit dari kursi rodanya menggendong istrinya pingsan, Ma-roo hanya membantu dengan payung lebarnya.
Dan sudah tau, Yong-suk masih berpura-pura lumpuh.
Tetapi, dia belum memberitahunya pada Ye-jin.
Ma-roo khawatir Yong-suk terlambat memberitahu pasa Ye-jin sebelum dia akan seperti ini lagi.
"Sepertinya tuan Ju harus memberitahu kondisi anda pada Nona-Hong." Sahutnya.
Mata Yong-suk terdiam batu menatap kesedihan Ye-jin masih terlihat diwajah pucatnya. Dia juga tak ingin menyakiti perasaanya apalagi membohonginya.
__ADS_1
Tapi, dia akan berusaha memberitahu kondisinya pada istrinya.
********