ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 49


__ADS_3

.


.


.


Saat kembali ke Villa, Ma-roo dan bibi menyambut kepulangan Yong-suk. Begitu Ye-jin keluar dari mobil, dia langsung berlari masuk menghindari kontak mereka baik suaminya.


"Eh?"


Bibi dan Ma-roo heran, bagaimana bisa Ye-jin bersama Tuan Ju pulang bersama? Dan anehnya lagi, Ye-jin tampaknya buru-buru sembunyi di kamar.


"Ada apa dengan nona Hong?" Gumam Bibi.


Yong-suk juga menampakkan dirinya dari pintu mobilnya, lalu mendekati mereka yang masih berdiri dalam kebingungan.


"Apa terjadi sesuatu diantara kalian?" Tanya Ma-roo.


Raut wajah Yong-suk tersenyum pahit itu menjawab dengan nada ragunya, "H-hanya urusan suami istri."


Tapi dilihat lagi wajahnya sedikit blush mengatakannya.


"U-uhm...a-aku masuk dulu."


"Baik."


Melihat suami istri itu kecanggungan, Ma-roo dan Bibi malah asyik berlomba siapa yang menebaknya dengan benar.


"Apa mungkin karena Tuan Ju menggodanya?" Tebak Ma-roo.


Bibi langsung memukul kepala Ma-roo dengan sekepal tangannya.


"Aduh-duh..."


"Itu tidak mungkin bego!..


tuan juga sangat buruk dalam hal romantis."


"Bisa saja, nona Hong yang duluan menyerang."


Giliran Ma-roo memukul kepala bibi dengan kepala tangannya.


"Aduh, sakitt bangsat!!"


"Eitssss...aku sama sekali tidak setuju dugong,ย  diantara keduanya tidak ada yang berbau romantis, mereka sangat buruk."


"Kalau begitu...." Tiba-tiba bibi menangkap sesuatu inti cerita.


"Bagaimana dengan situasi atau kecelakaan yang bisa menyebabkan mereka terbawa romantis gitu?"


Ma-roo menepuk tangannya dengan setuju, "Ahh! Bisa jadi begitu tuh ceritanya."


. .


Di kamar, Ye-jin melentangkan tubuhnya jatuh ke kasur lembutnya. Wajahnya masih memerah blush mengingat ciuman pertamanya,


Hingga suaminya mendadak menyatakan perasaannya.


"Aku mencintaimu."


"Kyaahahaha!! Aku ingin melupakannya!!" Sambil menutup wajahnya dengan bantal.

__ADS_1


Lalu berguling ke sana kemari, dia tenggelam oleh memori itu.


"Bagaimana ini? Ini...ini terlalu cepat! Gimana nantinya jika aku harus bertatap muka dengannya."


"Astaga...memalukan!!"


Sekali lagi wajahnya menatap ke jendela, dia tampak merenungkam sesuatu bahwa dia hampir melupakan dirinya yang tidak suci lagi.


Alasannya tidak seranjang suaminya, Ye-jin masih terikat oleh masa lalu hingga takut tubuhnya di sentuh orang lain apalagi suaminya.


"Aku tidak ingin melepaskan kesempatan itu."


Perkataan suaminya tadi sempat terlintas di pikirannya, dia mengerti maksudnya bahwa Yong-suk tidak ingin terjadi sesuatu pada Ye-jin, terutama jika ia harus melepaskan genggaman istrinya lagi.


Maka dia kehilangan kesempatan melindunginya.


"Aku tidak menyangka dia semarah itu karena diriku."


"Apa...aku terlalu egois sampai dia tergila seperti itu?"


Apa yang membuat Yong-suk tertarik padanya?


. .


Saat sarapan Yong-suk tampak lahap menikmati santapannya. Tetapi, dia ikut terganggu menyadari Ye-jin duduk terlalu jauh. Bahkan dia melahap cepat ke mulutnya sampai menumpuk gelembung,


"Nona Hong, bisakah__"


Belum selesai ucapannya, Ye-jin berlari cepat meninggalkan ruang dapur.


Itu jelas terlihat aneh, istrinya menghindarinya lagi. Ini sudah ketiga harinya setelah momen Yong-suk menyatakan perasaannya.


Di waktu bersamaan, Ying-xi dalam keadaan sehat wal-afiat itu akhirnya dapat keluar dari rumah sakit. Tapi dia tampak malu memperlihatkan sebelah pipinya diperban kain kasa masih menempel.


Jika ia keluar dengan penampilan seperti ini maka orang-orang akan melihatnya dan membicarakannya. Bahkan merusak reputasi kecantikannya sebagai Queen Madona.


"Apa yang harus ku lakukan, ibu?"


"Bagaimana kau menutupi pipi mu dengan masker mulut?"


"Ku rasa itu membantu, terima kasih." Ying-xi menebar senyum khawatir setelah dapat saran dari ibunya.


"Tolong jangan memaksakan diri dengan wajah itu, ibu mengerti kau sangat sedih tapi ibu akan selalu mendukungmu."


Bisa dibilang ibunya merupakan satu-satunya keluarga Ying-xi, klan Ying juga memujanya sebagai wanita cantik. Tetapi begitu ia rusak, dia sedikit ragu jika harus berhadapan dengan mereka.


Itu cukup menyiksanya. Tangannya mengepal hingga kedua matanya menyipit mengingat tatapan pria bertopeng.


"Bisakah...kau membantu ku untuk menemui tuan Ju?"


.


.


.


Yong-suk dan Ye-jin kembali ke kantor, orang-orang tentu saja melihatnya. Tetapi ada yang aneh, suami istri itu malah menjaga jarak semeter. Itu dimulai Ye-jin yang tak cukup berani berhadapan dengan suaminya, dia membiarkan dirinya menjauh dan ikuti langkah suaminya di hadapannya.


Langkah Yong-suk tiba-tiba berhenti dan berniat untuk bicara dengan Ye-jin, namun dan lagi....


"Nona Hong__"

__ADS_1


Ye-jin kabur lagi dan masuk ke kantornya duluan.


"Eh?" Tidak ada waktunya bicara dengan istrinya.


"Selamat pagi tuan Ju?" Sapa suara sekretarisnya.


Wajah yang tenang Yong-suk ke arah Mijoo, tampaknya Yong-suk mulai curiga pada Mijoo. Dia tau, dia adalah teman satu SMA dengan Ye-jin, istrinya pernah cerita Mijoo adalah orang yang membulinya juga.


Dan setelah dia termakan jebakan murahan Mijoo. Yong-suk akhirnya sadar niat sekretarisnya di balik bayangannya, ternyata Mijoo ingin Yong-suk dan istrinya berpisah.


"Ada apa tuan Ju?" Mijoo mulai merasa aneh melihat tatapan Yong-suk tampak berbeda.


"Semuanya dengarkan! Mulai hari ini Sekretaris Yona Mijoo dipecat!"


"Huh?!"


Semuanya terkejut terutama Mijoo yang tak bisa membantah, dia menggertakkan giginya.


"...kenapa?"


Mijoo adalah orang yang sangat dipercayai Yong-suk, tetapi melihat sifat Mijoo yang ternyata mencoba merobohkan hubungannya dengan Ye-jin.


Yong-suk jelas kecewa mempercayainya.


"Lihatlah penampilanmu di cermin, kau sangat buruk merias dirimu bahkan bayangan mu tiada henti menjadi lebih buruk dari riasanmu, apa kau berpikir aku tidak menyadarinya?"


Mijoo menelan ludah menatap tatapan ngeri Yong-suk sebenarnya,


"A-apa yang tuan Ju bicarakan?" Dia berusaha mengalihkan pembicaraan lain.


"Apa kau tidak lihat apa ini...?" Yong-suk dengan cepat menodongkan pistol miliknya tepat di dahi Mijoo.


Kedua mata Mijoo tersentak ketakutan, terutama bola mata Yong-suk mengalir darah mengerikan.


"...!?..."


"Aku sungguh kecewa, padahal aku sudah mempercayaimu tapi kau..."


"...kau mencoba untuk merusak hubungan ku dengan istri ku, apa kau ingin mati?"


Sekujur tubuh Mijoo gemetar ketakutan, bibirnya gemetar untuk menjawab.


"Aku..."


"Berhentilah memaksakan perasaanmu terhadap tunanganmu, jika dia tau perasaanmu seperti ini maka dia tak segan memakanmu hidup-hidup."


Orang yang dibicarakan Yong-suk adalah Leo alias tunangan Mijoo.


"Sekarang tinggalkan tempat ini dan belajarlah untuk membuka isi hatimu terhadapnya."


"Jangankan rasa dendammu itu menenggelamkan pikiran mu untuk menghancurkan kebahagiaan ku, terutama Ye-jin..."


"Jika ku dengar dia terluka karena tanganmu, aku tidak segan menjadikanmu makanan serigala."


Yong-suk berjalan masuk meninggalkannya, Mijoo tertunduk menyembunyikan wajahnya. Dia berdiam sesaat dan setelah itu...


Langkahnya itu akhirnya meninggalkan perusahaan itu selamanya.


"Ini seperti...perasaan ku di tolak."


*******

__ADS_1


__ADS_2