ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 36


__ADS_3

(Aku tidak punya waktu berurusan denganmu.) tulis Yong-suk.


.


.


.


.


Dari tadi, Ye-jin penasaran. Siapa wanita yang berhadapan dengan suaminya? Suasana ini jadi lebih dingin terutama tatapan keduanya.


"Cihh! Mentang-mentang bisu, begitukah caramu menyapa sepupumu, hah?!"


Sepupu? Ternyata Yong-suk juga memiliki sepupu.


(Apa yang ingin kau katakan, Julis?)


Wanita tadi itu adalah Julis, juga merupakan keluarga klan Ju.


"Kau tidak sopan menikah tanpa izin keluarga Ju, ini disebut pelanggaran...."


"....menikah tanpa saksi, sama saja tidak resmi."


(Lalu...)


"Harusnya kau berhadapan keluarga Ju terlebih dahulu."


Yong-suk tidak peduli, dia mengajak istrinya meninggalkan pesta itu.


Dan, Julis tidak menyerah.


"3075...!?"


"....ini perintah!"


Tubuh Yong-suk jadi terdiam mematung, kedua matanya terasa kosong dan berbalik menatap Julis, dia seperti robot.


"Huh? A-apa yang terjadi?" Ye-jin heran suaminya tiba-tiba menepisnya.


Sepertinya Yong-suk sudah tenggelam oleh panggilan angka tadi.


3075


Ye-jin teringat, bahwa Yong-suk pernah dijadikan kelinci percobaan klan Ju. Meskipun hasilnya sudah normal, efek sampingannya sangat berbahaya pada otak Yong-suk.


Dia akan mendengar dan menuruti seseorang yang memanggilnya, 3075.


"Jangan mencoba sakiti suami ku." Tegur Ye-jin.


Dia menggenggam erat tangan suaminya kembali, sentuhan tersebut itu dapat mengembalikan kesadaran Yong-suk.


Yong-suk terengah-engah sadar dan ingin tau apa yang terjadi dengannya tadi.


"Apa kau punya hak besar memerintahkan suami ku menurutimu?" Tatapan Ye-jin jadi ngeri itu menghampiri Julis.


Orang-orang tidak memperhatikan dua wanita itu sedang perang dingin. Julis yang menatap tatapan itu bagaikan dirinya tenggelam ke neraka.


Sekujur tubuhnya mulai gemetar.


"D-dari mana rasa takut ini..?" Batinnya.

__ADS_1


"Hei, kau mendengar ku kan?...apa perlu mulutmu ku robek?...seberapa luas yang kau ingin kan?"


pertanyaan Ye-jin terdengar seperti iblis yang siap melahap. Julis jadi ketakutan.


"Apa ini...? Kau...monster!"


Bibir Ye-jin tersenyum jahat,ย  "Jika sekali lagi ini terulang karena ulahmu, aku tidak bisa diam melahapmu perlahan sampai jantungmu dan otakmu, ingat itu!"


"Jangan mencoba mengancam ku!" Seru Julis.


"Aku tidak main-main dengan perkataan ku." Balas Ye-jin.


Julis tak berkutip, dia menyerah lalu pergi dengan ketakutan.


Ye-jin bernafas lega, kemudian dia mendekati suaminya tampak pucat.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Ye-jin.


(Apa yang terjadi dengan ku tadi?) tulis Yong-suk.


"Kau tidak ingat?"


(Apa?)


"U-uhm...a-apa sebaiknya kita pulang?" Saran Ye-jin.


Yong-suk setuju, berada di kerumunan pesta itu sangatlah mengganggunya. Apalagi harus berhadapan dengan orang yang membencinya termasuk klan lainnya hadir.


.


.


.


"Aku pergi sebentar, istirahat lah."


Dia mencari Ma-roo di ruang tunggu, tapi dia tidak menemukannya. Malahan dia bertemu Shin lagi.


"nona Hong, apa kau mencari seseorang?" Tanya Shin.


"Oh, benar. Aku tidak ahli membawa mobil, jadi pengawal ku yang membawanya."


"Kenapa tidak suamimu saja yang melakukannya?"


"Tidak enak badan."


Shin mencoba untuk menanyakan satu hal lagi.


"Nona Hong, apa...kau sedang menyamar ya?"


Kedua mata Ye-jin membeku, dia menatap Shin.


"A-apa yang kau bicarakan?" Gagap Ye-jin.


"Aku...bisa melihat gerak-gerik matamu, kau mengingatkan ku dengan kakakku, Saori."


Ye-jin lupa kalau Shin adalah orang yang dapat menebak perasaanya dengan benar baik itu gerak-geriknya.


Dia jadi tegang harus berhadapan dengan Shin, jika identitasnya sebagai Saori maka orang-orang akan menghancurkannya.


"Jangan asal bicara, kau seperti lelaki mesum yang sedang mengincar istri orang." Dingin Ye-jin.

__ADS_1


Dia berniat pergi, dan Shin memanggilnya.


"Saori?!"


Sayangnya panggilan "saori" Tidak mempan oleh Ye-jin. Karena dirinya mulai terbiasa kehidupannya sekarang.


"Aku bukan lagi Saori Hayaka yang lemah, tapi aku Hong Ye-jin." Batinnya.


Kehidupan Saori yang sadis itu sudah di kubur sedalam-dalamnya karena saat ini...


Dia adalah nona Hong Ye-jin.


Biar bagaimanapun itu, Shin sudah tau kalau Hong Ye-jin adalah Saori.


"Aku sudah tau itu kau, Saori..." Gumamnya.


Dia sedikit lega melihat kehidupan Saori saat ini berubah. Karena gerak-gerik Ye-jin mudah ditebak.


.


.


.


Saat Ye-jin kembali ke parkiran, dia menemukan Ma-roo.


"Kemana saja kau?" Tanya Ye-jin sedikit kesal.


Ma-roo jadi ketakutan, melihat tatapan Ye-jin itu sudah membuatnya gemetaran.


"M-ma-maafkan aku, nona Hong!" Seru Ma-roo membungkuk.


"Ta-ta-tadi itu...,aku bertemu dengan keluarga Ju." Sambungnya.


"maksudmu, klan Ju? Apa mereka membicarakan sesuatu padamu?"


Ma-roo jadi ragu mengatakannya.


"Aku tidak ingin ada mata-mata apalagi mengkhianati tuannya."


Tiba-tiba Ma-roo menangis ketakutan. Ye-jin jadi heran sendiri.


"Hehhh? Kok nangis luu, apa aku beneran monster?"


"Hiksss...nona Hong, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Ma-roo tampak kebingungan.


Ma-roo menceritakan, dia bertemu dengan Klan Ju. Sebenarnya dia diperintahkan untuk mengawasi Yong-suk hingga sampai saatnya itu tiba,


Yong-suk harus di lenyapkan agar mereka dapat merebut kekuasaan perusahaan Cell.


Ye-jin kesal. "Apa-apaan itu?!"


Melihat Ye-jin kesal, Ma-roo sangat ketakutan sekali.


"Hhhiiiiiiiiiiii!!?" Takut Ma-roo.


"Orang-orang itu hanya mementingkan kekuasaan dibanding anaknya dan lagi membuat ku kesal, mereka menganggap putranya boneka rusak!!" Sambung Ye-jin.


.


.

__ADS_1


.


*********


__ADS_2