
.
.
.
Bel pintu rumah berbunyi, Ye-jin menebak itu gaun pesanannya datang. Di membuka pintu dan itu benar, seorang pelayan dari mengantar gaun yang dipesannya.
Dia menerimanya setelah menandatangani suratnya. Lalu masuk kembali.
Ye-jin tampak bersemangat memeriksa gaunnya.
Dia di kamar, lalu membuka kotaknya. Saat dibuka raut wajah bahagianya langsung hilang.
"A-apa....i-ini....?"
Ini mengejutkan sekali bahwa isi kotak itu memang benar isinya gaun yang diinginkannya.
Tetapi, gaun itu rusak dan sobek, habis digunting oleh seseorang.
"Bagaimana bisa...si-si-siapa yang melakukannya?"
Ye-jin menemukan surat,
..."Bagaimana gaunmu? Cantik bukan..? Itu sangat cocok untuk suasana hatimu....aku tidak bisa tenang membiarkanmu hidup dalam kemewahan,...
...Kau mengingatkan ku si kelinci rendahan, sepertinya nona Hong sangat cocok dijadikan kelinci rendahan."...
Wajah Ye-jin mulai kaku, kedua tangannya merobek kertas tersebut.
Seseorang mengetuk pintunya, Ye-jin jadi gemetar menghampiri pintu.
"Bagaimana ini...? Jika itu Yong-suk, apa harus aku berkata jujur?" Batinnya.
Dia perlahan membuka pintu, itu sosok bibi. Ye-jin sangat lega dan hampir saja nyawanya terbang.
"Huffhhh...syukurlah."
"Heh? Ada apa nona? Kau baik-baik saja...?" Heran bibi.
Ye-jin memperhatikan di sekelilingnya, dia pikir akan aman memberitahu bibi.
"Tolong aku bi...ku rasa...aku mendapat masalah besar."
"Huh? Apa? A-apa yang bisa ku bantu nona?"
Bibi masuk, Ye-jin memperlihatkan gaun yang rusak pada bibi.
"Whatt?! Siapa yang melakukannya?"
"Aku tidak tau, ketika gaun ini sampai dan...ini sudah rusak."
"Bibi harus memberitahu tuan!" Sambil mengambil kotak gaun itu.
__ADS_1
"heh?"
Ye-jin khawatir, dia mencoba cegah bibi memberitahunya. Namun, dia terlambat. Bibi sangat cepat sekali.
"Gimana nihhh..." Cemasnya.
Bibi menghampiri Yong-suk di ruang perpustakaan, Yong-suk juga dibuat kaget dengan ekspresi kesal bibi dan sosok Ye-jin juga hadir itu berusaha mencegah bibi.
(Ada apa ini?) tulis Yong-suk.
"Lihat ini, tuan." Bibi langsung memperlihatkan gaun rusak itu.
(Bagaimana bisa ini terjadi?) tanya Yong-suk.
Ye-jin masih khawatir itu menyembunyikan dirinya di belakang punggung bibi.
"Maaf...saat ku buka, itu sudah rusak."
(Bi, tolong hubungi pemilik tokonya dan laporkan!) perintah Yong-suk.
Suasana hati Yong-suk jadi buruk, bibi juga langsung menjalankan perintahnya karena akan menakutkan jika tuan Ju mengamuk.
Namun, bibi malah meninggalkan Ye-jin di sana.
"U-uhm..sepertinya aku harus kembali." Tuturnya.
Tangan Yong-suk menarik cegah istrinya pergi.
(Apa kau akan menangis di kamar lagi? Berhenti lakukan itu.) tulis Yong-suk.
Yong-suk tersenyum kecil itu menepuk kepala istrinya lalu mengusap lembut.
(Aku akan menyesali seumur hidup jika harus memarahimu.)
.
.
.
Lalu bibi melaporkan gaun yang dipesan pada pemilik toko HELLA.
Herannya pemilik toko itu juga terkejut mendengar laporan panggilan dari bibi.
Pihak toko tersebut sudah memastikan bahwa gaun itu baik-baik saja.
Tapi bibi menjelaskan gaun itu rusak saat tiba.
Mereka akan mengganti rugi dengan memberi kesempatan nona Hong memilih gaun yang tersedia.
Dan pastikan barang itu aman.
Namun Ye-jin menolak.ย "Tidak perlu mengganti rugi, cukup curigai di toko anda agar mengamati siapa pelakukannya."
__ADS_1
Panggilan pun berakhir, bibi protes. "Nona Hong sudah diberi kesempatan, kok malah nolak."
"Aku tidak ingin membuat masalah ini lebih besar."
"Lalu bagaimana dengan gaunnya?"
Ye-jin tersenyum itu menunjukkan kotak gaun. "Ta-da!"
.
.
.
Sebelumnya, Yong-suk memberikan sebuah kotak pada Ye-jin.
"Apa ini?"
Begitu membukanya, dia terkejut isinya gaun, sepatu, kalung, anting-anting dan...kotak cincin.
Melihat kotak cincin itu, Ye-jin jadi ragu jika harus mengenakannya.
(Aku tau, kau belum siap. Tapi aku ingin kau tetap memakainya agar orang-orang menatapmu sebagai istri dari CEO.) tulis Yong-suk.
"Nn."
Yong-suk melihat jam tangannya,
(dua jam lagi kita akan berangkat jadi bersiap-siaplah pastikan kau istirahat juga.)
"Ya, te-terima kasih."
Yong-suk juga berencana akan memberikan gaun itu di ultah istrinya. Tapi, dia tak punya pilihan lain melihat istrinya kecewa kehilangan gaunnya.
Jadi Yong-suk memberikannya dengan berharap istrinya berdandan cantik.
.
.
.
Bibi begitu bahagia mendengar cerita nona Hong.
"Kali ini bibi akan membantumu bersiap!"
Tiba-tiba wajah bibi jadi lebih bersemangat, menurut Ye-jin, bibi sedikit memancarkan aura mengerikan.
Dia khawatir ini menyiksa tubuhnya.
"Entah kenapa aku jadi khawatir."
"Tenang saja bibi akan mengajarimu, bagaimana menjadi wanita yang diimpikan tuan Ju." Ucap bibi tersenyum jahat.
__ADS_1
*******