ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 42


__ADS_3

"Operasi mode penghancur akan dilakukan malam ini!"


.


.


.



Di malam hari, Yong-suk berdiri dihadapan bangunan Mang Contraction. Matanya menatap puncak bangunan dengan wajah datarnya yang terukir kemarahan.


Bibir tipisnya tersenyum sinis dan kemudian, salah satu tangannya menggenggam sebuah tombol.


Hanya tinggal menekannya saja.


Dan beberapa detik setelahnya.


BAMMNN!!!


bagian bawah bangunannya meledak hingga dinding pertahanannya pecah dan runtuh.


Pria itu belum puas, dia meraih senapan panjangnya 60cm. Lalu menyudutkan ke arah atas bangun itu.


Setelah membidiknya, dia meluncurkan peluru 0,66mm mendarat ke tengah bangunan dan


Meledak! πŸ’₯πŸ’₯


Misi selesai, hanya tersisa satu orang yang perlu dibereskan.


Sementara itu, kondisi Yeon-dul Mang yang saat ini mengalami patah tulang bagian tangan kanannya. Akibat menerima hantaman Yong-suk lalu mematahkan tangannya,


Dia masih kesakitan.


"Sialan!"


Tapi, wajah kesalnya hilang mengingat sosok Ye-jin adalah Saori. Merupakan "gadis" kesayangannya, tentu saja dia punya niat akan menjemputnya dalam keadaan ketakutan.


Sangat merindukan wajah polos dibaluti berbagai emosi menghantuinya.


Yeon-dul sedikit tertawa dan terdengar jahat.


"Aahhhh...aku tidak sabar besok meninggalkan rumah sakit ini."


Sudah tiga hari sejak kejadian hari itu, Yeon-dul harus terkurung ruang isolasi VIP medis sampai saat sekarang, dia sudah membaik kecuali tangannya yang patah.


"Tu-tuan!?"


Seorang bodyguard pribadinya muncul dalam keadaan terengah-engah mengatur nafasnya, kepanikan dan cemas memenuhi diwajahnya.


Dia harus melaporkan pada tuannya.


"Ada apa?" Tanya Yeon-dul.


Pria itu masih ketakutan mengabarkannya, "perusahaan sedang dalam masalah."


"Ap-!...Katakan apa yang terjadi?"


Dia meraih remot lalu menghidupkan layar monitor terpajang di ruangan itu.


Sebuah berita baru saja masuk dan melaporkan insiden mengerikan.


^^^"Runtuhnya Mang Contraction"^^^


^^^"Baru-baru ini perusahaan terhormat yang dibanggakan negara Cell itu baru saja runtuh akibat pengeboman. Sejumlah pekerja berhasil dievakuasikan dan selamat, aksi pengeboman dilakukan di saat tidak ada aktivitas. Berdasarkan informasi ditemukan, semua pegawai yang bertugas ikut tenggelam bersama bangunan tersebut."^^^


^^^"Di sisi lain, tim polisi baru saja menemukan sekumpulan orang seperti gunung dilahap api membara. Sepertinya orang-orang tersebut merupakan para bawahan Mang itu dibunuh kemudian dibakar hingga tak ada tersisa."^^^


Tidak ada tanda-tanda yang membuktikan siapa dalang semua ini.


Mata Yeon-dul melotot kaku menyaksikan apa yang baru dilihat berita tadi, ini tidak masuk akal!

__ADS_1


Kedua tangannya mengepal dengan amarah membara, baik itu tatapan dinginnya semakin tajam dan,


Dia benar-benar marah!!


Bagaimana bisa__?


Sejak kapan__?


Dan siapa__? Ggh!


"Siapa yang melakukan semua ini?!" Gertaknya.


.


.


.


Sejam sebelum runtuhnya Mang Contraction, Yong-suk mengenakan jaket hitam, semuanya serba hitam dan memakai eye-mask menutupi identitasnya.


Dia tak sendirian ke tempat para bawahan mafia itu. Ma-roo mengenakan pakaian yang sama sepertinya tak bisa meninggalkan tuannya menyelesaikan operasi ini.


Keduanya sudah berdiri seperti patung sesaat. Para bawahan itu menganggap itu hanya hiburan saja,


"hei lihat, bukankah itu si topeng kembar yang di panggung bar ya?"


"Kau benar, apa mereka kemari untuk menghibur?"


"Itu menyenangkan sekali."


Mereka hanya tertawa menatap dua pria itu mematung sejenak di sana.


Yong-suk meraih senapan favoritnya, mengarahkan salah satunya yaitu Sewon.


Sewon lah yang mengakibatkan Ye-jin ditusuk olehnya dan hampir hidupnya berujung kematian lagi. Yong-suk sudah tak bisa lagi menahan amarahnya terpendam,


Dia sudah muak melihat istrinya menderita.


"Oi, apa kalian sedang melakukan pertunjukkan?"


"Tempat ini tidak cocok untuk rendahan seperti kalian."


Wajah Yong-suk datar melihat orang ini banyak ngomong, seperti membuang waktu. Ma-roo di sampingnya meraih pistolnya,


Tanpa rasa takut, dia menembak tepat di otaknya.


Dorr!!


Suara tembakan sangat kuat hingga satu ruangan itu jadi hening menyaksikan salah satu temannya baru saja ditembak tewas.


Mereka terkejut, "apa-apaan ini?"


"Siapa kalian?!"


Dua pria itu tidak menjawab, hanya saja mengarahkan senjatanya ke arah sekumpulan orang itu.


Sewon menggertakkan gigi penuh rasa kesal, dia bersama lainya terjebak.


"Cih!" Sambil meludah.


"Mereka hanya berdua, ayo serang mereka!!"


Mereka mengambil senjatanya seperti tombak, kayu, pisau tajam, kapak dan palu, lalu bersorak serang ke arah dua pria itu.


GGAAARRRGGGHHHHH!!!


Yong-suk dan Ma-roo hanya diam di tempat, secara bersamaan menarik pelatuk senjatanya lalu tembak tepat di kepalanya.


Mengenai peluru panjang dari dua senjata api tepat di kepalanya, semuanya terkejut melihat dua target ditembak hingga putus kepalanya.


"Ap__?!”

__ADS_1


Mata mereka melotot ketakutan itu segera menyelamatkan diri, dua pria yang dikenal iblis maut itu tidak akan segan membiarkan mereka kabur seperti lalat.


Dorrr!! Dorr!! Dor!! Dor!!


Keduanya terus menembak sampai tiada tersisa. Semuanya mati dalam keadaan kepalanya terpisah dari tubuhnya.


Darah muncrat dimana-mana, hanya tersisa Sewon yang terkurung dalam ketakutannya.


"...!?..."


Matanya tak bisa berpaling melihat yang lainnya mati tragis.


"A-aku...tidak ingin mati."


Dia meringis tangis dan berusaha sujud memohon agar hidupnya dapat dimaafkan.


Hampir seluruh ruangan itu mandi berdarah, Sewon di tengah-tengah ketakutannya dan membujuk itu sama sekali tidak mempan bagi dua pria itu.


Amarah mereka begitu besar hinggat tak ada ampun memaafkan Sewon.


Langkah Yong-suk perlahan menghampirinya, lalu salah satu tangannya menjambak rambutnya.


"Hei, dimana wajah iblis itu yang menusuk wanita ku, hah?"


Suara itu tak asing bagi Sewon, tapi itu sulit menebaknya karena ini sudah lama dia tak pernah mendengar suara familiar itu.


"S-siapa kau?!" Tetap saja, dia tidak mengenalnya.


"Apa kau puas menusuknya?! Kau ingin merasakannya juga?"


"Kau belum jawab pertanyaan ku!!" teriak Sewon.


yong-suk kesal hebat.


"UNTUK APA?!!!"


"UNTUK APA MEMBERITAHU PADA ORANG YANG TELAH MEMBUAT WANITA KU DITUSUK SANGAT DALAM!! KAU TIDAK BERHAK TAU SIAPA AKU!!!"


sambil memasukkan ujung senapannya ke mulut Sewon.


Sewon membuka ketakutan. "Tolong ma-maafkan aku, aku akan menyerahkan diri."


Mata tajam Yong-suk mengarah ke Sewon. "Menyerahkan diri katamu?!"


"Kau pikir dengan cara itu kau dapat tenang dan selamat, hei apa kau tidak lihat ajalmu sudah dekat."


"...!!"


Yong-suk tanpa ampun itu menembak mulut Sewon tembus ke belakang.


Doorrr!!


Sewon jatuh bergeletak di lantai dan berdarah.


Setelah itu, Ma-roo mengumpulkan mayat mati menjadi segunung mafia. Kemudian membakarnya.


Satu ruangan sudah menjilat api, wajah datar Yong-suk masih terukir kemarahan, ketenangan hatinya juga menghilang.


Rasanya tertusuk ribuan duri. Ini belum cukup untuknya,


Dia hanya bisa melebarkan senyum sinis begitu dingin yang sama sekali memancarkan aura belum puas menjadi binatang ganas nan liar.


"Mari menghabiskan malam ini dengan darah."


*******


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2