ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
EPISODE 13


__ADS_3

"Apa yang terjadi dengan ku? . . . " Ye-jin



Hari berikutnya pun telah hadir, begitu banyak hal yang dilewati Ye-jin hingga diserang demam. Dia sangat ceroboh bermain dibawah hujan dan tak peduli dirinya dilanda kedinginan.


Meskipun diserang demam, sudah semalaman dia tak bangun-bangun lagi dari kasurnya.


Apa demamnya begitu buruk? Nona Hong baik-baik saja bukan?


Yong-suk di sampingnya sudah hadir merawatnya, tak ada sedikitpun langkah meninggalkan istrinya. Dia menjaganya semalaman dengan mengompres handuk hangat di dahi istrinya.


Tok-tok-tok...


Bibi Ning mengetuk pintu, kemudian masuk menghampiri Yong-suk.


"Sebaiknya tuan Ju juga harus istirahat." Pintanya.


Yong-suk mengambil buku dan pulpennya, lalu menulisnya lagi.


(Aku baik-baik saja, bi)


dia tampaknya lebih mencemaskan Ye-jin hingga dibuat bibi Ning tersipu malu.


"Bibi mengerti sekali perasaanmu tuan, apa setidaknya tuan bersihkan diri?"


"Air hangatnya sudah di siapkan."


Yong-suk tak bisa menolak, karena bibi Ning adalah orang yang telah menjaganya dari usia 10 tahun di villa ini.


Dia seperti ibunya.


(Baiklah, tolong kabari aku jika dia sudah sadar.)


"Wokey tuan."


Yong-suk kemudian pergi, bibi Ning begitu senang memperhatikan ekspresi Yong-suk ke arah Ye-jin. Bibi juga tidak terlalu kaget melihat Yong-suk sudah bisa berjalan lagi.


Dia hanya senang dapat melihat sisi tersembunyi Yong-suk perlahan kembali.


"Sepertinya wanita ini dapat mengembalikan kecerahan tuan Ju." Ucapnya, kemudian pamit beres-beres.


Kepala Ye-jin sedikit gerak, matanya juga ikut gerak-gerik hingga terbuka perlahan. Dia menatap di sekelilingnya tampak familiar, itu kamarnya.

__ADS_1


Kemudian bangun dan duduk di tempat, wajahnya lesu masih menunjukkan kelelahannya sampai kepalanya juga terasa sakit.


"Aigoo, kepala ku masih pusing." Sambil menyentuh kepalanya.


Dia terdiam sadar sejenak, "huh?"


"Aku demam?" Mengecek suhu dahinya dengan menyentuh.


Entah kenapa Ye-jin tampak panik memeriksa suhunya naik dan demam.


"Memangnya apa yang terjadi semalam?"


Bisa dibilang dia agak pikun ketika kondisinya demam.


Dia tak ingat apa-apa.


"What?"Β  Tetapi, dia berusaha mengingatnya.


Alhasilnya, tubuhnya lemas dan terbaring di kasur.


"Apa yang terjadi dengan ku?"


Di kamar mandi, roti sobek putih bertelanjang nan basah itu sangatlah hot banget. Siapapun melihat dada pria setinggi 185 ini, dia pasti akan meleleh duluan.


"Tuan Ju, ada pesan dari nona Mika." Itu suara Ma-roo di depan pintu.


Yong-suk mendengarnya itu segera bangkit dari balkonnya, dan kali ini sixpacknya menonjol bersama otot-otot besarnya.


Dia memiliki tubuh yang perfect hot.


Kau akan tumbang dan mimisan jika melihat langsung.


Kemudian tangannya meraih handuk putih lalu mengenakan di pinggulnya.


Akhirnya dia keluar menampakkan diri, Ma-roo sudah menunggu di depan pintu. Akan tetapi, dia terkejut melihat body perfect hot tuannya begitu menggairahkan.


Hidungnya sempat mimisan, Yong-suk menatap heran padanya. Ma-roo cepat sadarkan diri, lalu memberikan hp ke pemiliknya.


Yong-suk membuka isi chat dari nona Mika.


β€œtolong selamatkan restoran ku.” Mika


Mata Ma-roo tak bisa berhenti menatap dada sobek itu masih dihadapannya, bahkan menelan ludah berkali-kala.

__ADS_1


Dia seperti ingin segera menjilatnya.


Namun, itu adalah ***** terlarang.


Dia patut kuat iman.


Yong-suk menunjukkan jawabannya dari ponselnya ke hadapan wajah Ma-roo.


(Kita akan pergi ke restoran Channi.)


"B-baiklah!" Ma-roo bergegas pamit dan menunggu tuan Ju di luar.


Ma-roo bernafas lega dapat kuat iman tatap dada sobek itu.


Lain kali, dia tak ingin ke kamar tuan Ju lagi.


*******


.


.


.


.


.


.


.


. 😍😍😍😍😍😍😍😍😍


Ma-roo sangat lucu, jika itu aku.. Maka aku akan menjilatnya seperti permen.


"Aku bukan permenmu." Kata Yong-suk dingin.


Bibir ku terdiam rapat, tapi hati ku...


"Astaga, suaranya....!!!" GirangnyaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


__ADS_1


__ADS_2