
"Apa ini aku....?"
Heran Ye-jin menatap dirinya ke hadapan cermin dengan mengenakan gaun biru malam yang begitu indah dan mewah.
Rambut panjangnya terurai gelombang, dia memakai penjepit rambut berbentuk kristal salju.
Gaun itu sungguh membuat dirinya nyaman karena bagian selangkang bahunya juga tertutup. Jika dia mengenakan pakaian terbuka maka bekas lukanya akan terlihat.
Ye-jin sungguh dibuat mematung melihat dirinya sangat berbeda.
Tampak seperti....
"Wooaaahhhh....Nona Hong seperti peri salju." Puji bibi.
Warna make-upnya juga tampak natural, jadi hampir kelihatan dirinya sebagai Saori. Biar pun itu...
Bukankah wajahnya sedikit cerah?
"Bi, aku khawatir make-up ku akan ketahuan oleh orang lain."
"Lalu, make-up seperti apa yang kau inginkan?" Tanya bibi.
"Bisakah bibi menambahnya sedikit, terutama bagian bibir..?"
Bibi menurutinya, akhirnya selesai.
Yong-suk juga tampak rapi mengenakan kemeja putih dan jas blue navy, celana navy panjang, dan dasi hitam. Tidak hanya itu, dia juga mengenakan rantai emas yang melambangkan dirinya sebagai CEO. Lalu memasangnya tepat di dada kirinya.
Dia sudah menunggu kehadiran istrinya di lantai bawah.
Langkah sepatu istrinya terdengar, Yong-suk menatap sosok istrinya mengenakan gaun blue navy yang indah itu.
Kecantikannya membuat wajah Yong-suk tak berpaling darinya.
Ye-jin juga tak bisa berpaling menatap suaminya mengenakan jas yang begitu cocok hingga aura ketampanannya menarik perhatian Ye-jin.
Sampai dibuat keduanya memerah dan canggung.
Ye-jin sudah berdiri dihadapan suaminya, bibirnya tersenyum dan berkata..
"Kau sangat cocok mengenakannya."
Yong-suk tersipu malu mendapat pujian dari istrinya, namun matanya tertangkap ke arah jari-jemari Ye-jin yang tak mengenakan cincin yang diberikan tadi.
(Dimana cincinnya?) tulis Yong-suk.
Wajah Ye-jin tertunduk menatap salah satu tangannya menggenggam sesuatu, lalu memberikan pada suaminya.
"Aku meragukannya." Kata Ye-jin.
Dia sedikit kesulitan mengenakan cincin.
(Kau tidak bisa menolak begitu saja.) balas Yong-suk.
Dia menerima cincin itu, lalu menarik jari istrinya. Kemudian memasangnya ke jari manisnya.
Ye-jin terkejut dan berniat menolak, tapi tangan Yong-suk sangat kuat mencegah jarinya.
"Tapi-"
Jari telunjuk Yong-suk menutup rapat bibir istrinya.
(Dengarkan aku untuk sekali saja.) tulisnya.
"Maaf..."
__ADS_1
(Ngomong-ngomong gaunnya sangat cocok.)
Wajah Ye-jin memerah lagi, "u-uhm...bu-bukankah kita harus pergi s-se-sekarang?"
Dia bahkan jadi canggung menghadapi wajahnya memerah.
Mereka akhirnya berangkat bersama dengan dijemput mobil mewah Ma-roo.
Ma-roo juga terkejut dan dibuat kagum ketampanan tuannya dan kecantikan nonanya.
"Mereka seperti sepasang ratu dan raja..."
.
.
.
.
Tiba di pusat kota Cell, sebuah gedung mirip seperti hotel. Tapi itu hanyalah sebuah rumah besar yang mengadakan pesta Gold yaitu "World Crown"
Seorang pria tampan yang merupakan salah satu bangsawan terhormat dari klan Jien. Dia mengundang beberapa klan ke acaranya.
World Crown adalah hari besar baginya seorang pangeran berusia 30 tahun.
Ye-jin mendengar penjelasan Ma-roo.
"Klan Jien?"
Klan Que ternyata asal-usul keberadaan ibunya.
(Bisa dibilang kau juga bagian dari klan jien, tapi sangat meragukan mereka mempercayaimu karena sama sekali tidak mengenal ibumu.) tulis Yong-suk.
Ye-jin juga setuju apa yang dikatakan suaminya.
"Tuan Ju harus berhati-hati, karena pesta besar itu dapat mengundang mata-mata yang ingin menyakiti tuan terutama nona Hong." Saran Ma-roo.
"Tunggu..., ada apa ini? Kenapa kau membawa senjata ilegal? Apa sesuatu akan terjadi?" Tanya Ye-jin sempat heran dan tak mengerti.
(Buat berjaga-jaga, kau ingin memegangnya juga?)
Sambil memberikan pistol pada Ye-jin.
Wajah Ye-jin sudah ketakutan melihat pistol itu hingga dibuat telan ludah.
(Aku hanya bercanda, tapi setidaknya kita perlu berhati-hati.)
Tidak mungkin kan nona Hong memegang pistol itu, dia sudah ketakutan walaupun sekali lihat.
Yong-suk menyentuh tangan istrinya agar tetap tenang.
"Kau menakuti ku..."
(Aku akan melindungimu, tetap bersama ku ya?) tulis Yong-suk.
"Nn." Sambil menggenggam erat tangan suaminya.
"Kita sudah sampai." Sahut Ma-roo.
Ye-jin melihatnya saja, itu dibuat kagum kemewahan rumah itu.
"Dia benar-benar sultan." Gumamnya.
Sepasang suami istri itu turun dari mobil, lalu memperlihatkan diri dari orang-orang di sana. Sungguh mengejutkan, putra yang cacat asal klan Ju itu akhirnya menampakkan diri dengan keadaan sehat.
"Hati-hati, aku akan berjaga di luar." Ucap Ma-roo pamit.
"Baiklah, tolong jaga dirimu juga." Balas Ye-jin.
__ADS_1
Keduanya masuk, Ma-roo sebagai pengawal akan mengawasi dari luar dan tetap berjaga-jaga.
.
.
.
Saat Yong-suk dan Ye-jin masuk ke tempat itu, orang-orang di pesta menatapnya. Dan Ye-jin mendengar omongan pedas dari beberapa orang.
"Bukankah itu putra yang cacat klan Ju ya?"
"Ku dengar dia hampir dibuang, tapi mendiang kakeknya sangat menyayangi cucunya."
"Pria cacat itu berani menunjukkan diri, nyalinya berani juga yahhh."
Herannya Yong-suk tidak mempedulikannya, Ye-jin khawatir itu akan menyakiti perasaan suaminya.
"Jika itu aku, mungkin...aku akan lari." Kata Ye-jin.
Yong-suk menatapnya dan tersenyum, kalau dia sudah terbiasa omongan busuk itu. Tapi dia tidak akan membiarkan seseorang menceritakan kebusukan istrinya, jika dia mendengarnya.
Dia akan menarik pelatuk pistolnya lalu menembaknya.
"Keberanianmu membuatku sedikit iri." Balas istrinya.
Kemudian, mereka disambut oleh pemilik rumah itu. Sepertinya dia lumayan akrab dengan Yong-suk.
"Suk-chan, akhirnya kau benar-benar datang yahhh." Ucap pria itu bahagia.
Dia langsung memeluk Yong-suk penuh bahagia.
"Heh? Siapa pria ini..?" Ye-jin jadi jijik tingkah laku pria itu tampaknya mesum terhadap suaminya.
Yong-suk membiarkannya dengan wajah datarnya.
"Ku pikir Suk-chan bakal nolak lagi, setelah sekian lama aku mengundangmu suk-chan terus menolaknya dan sampai sekarang....
Kau akhirnya datang ke pesta ku, ahhhh...firasatku mengatakan pesta malam ini akan sangat menyenangkan."
Ye-jin jadi khawatir terhadap pria itu.
"Dia seperti sakit jiwa." Gumamnya.
(Bagaimana kabarmu, Leo?) tulis Yong-suk.
"Akhir-akhir ini aku sering bermimpi bahwa aku....
...akan menikah dengan wanita cantik ini." Sambil menatap Ye-jin dengan tatapan mesumnya.
Ye-jin bersembunyi dibelakang suaminya.
"Siapa pria ini? Dia sepertinya sakit jiwa."
(Hanya sebatas teman SMA.)
Pria itu memperhatikan Ye-jin, tingkah lakunya membuatnya tertarik.
"Perkenalkan nama ku Leo Harth, bisa dibilang....pacar SMA Suk-chan."
Ye-jin semakin jijik mendengarnya, "apa itu benar?" Bisiknya.
(Tidak usah peduli, dia memang seperti itu tapi dia baik kok.)
Ye-jin pun memberanikan diri memperkenalkan siapa dia. Dia perlahan membungkuk hormat,
"Nama ku Hong Ye-jin, istri dari tuan Ju Yong-suk."
Mendengar kata "istri" Itu, sempat membuat satu ruangan itu heboh melihat Yong-suk yang ternyata sudah mempunyai istri.
__ADS_1
*******