
.
.
.
Mobil hitam milik Ma-roo tampaknya sudah datang menjemput Ye-jin, dia terlihat berdiri santai menunggu Ma-roo menghampirinya.
Yang mengherankan lagi, Ye-jin berwajah pucat itu tampak ceria menyapa Ma-roo.
"Yo.."
"Nona Hong baik-baik saja?"
Ma-roo mulai curiga, terutama sebagian pakaian Ye-jin sobek bercampur basah.
"Apa yang terjadi, nona Hong?"
Dia sudah menanyakan dua pertanyaan.
"Uhm...tadi sedikit insiden kecil hingga baju ku sobek dan basah, tapi aku baik-baik saja kok."
Meskipun wajah pucatnya terang-terangan terlihat, tak ada sedikitpun dia tampak kesakitan. Dia benar-benar menyembunyikan luka parah dibalik wajahnya.
"Tapi, bagaimana dengan pahamu nona? Anda terlihat pucat."
Bibir Ye-jin tersenyum paksa, "kau benar-benar mencemaskan ku."
"Aku tau itu, lalu apa urusan kantor sudah selesai?"
"Y-yahh...masih ada sihh, tapi sebaiknya aku tidak perlu memaksakan diri takutnya..aaghh"
Perutnya meringis sakit, Ye-jin menahannya dengan menyentuh perutnya sebelah kanan dibalik jas hitamnya.
Ma-roo berpikir kalau luka di paha Ye-jin mulai kambuh.
"Nona Hong benar, kau sepatutnya istirahat, ayo pulang."
Dia membukakan pintu mobil untuk Ye-jin.
.
.
.
Dalam perjalanan, Ma-roo sangat terganggu melihat Ye-jin tampak meringis kesakitan. Wajah pucat nan keringat darah seolah menahan sesuatu jauh lebih dari kata sakit.
Dia benar-benar mencemaskan Ye-jin.
"Apa sebaiknya nona Hong minum obat yang diberikan bibi?" Sarannya.
Ye-jin menggeleng bahwa ini bukan jam obatnya.
"Aku sudah meminumnya sebelum berangkat." Bohongnya.
Dia melihat salah satu tangan yang menyentuh perutnya itu mulai berlumuran darah, pendarahannya tidak mau berhenti.
Itu semakin membuat Ye-jin melemah.
"Aku harus kuat..." Batinnya.
.
.
.
Yong-suk tidak bisa tenang menunggu kepulangan istrinya didepan pintu luar. Dia tak bosan mondar-mandir terus.
__ADS_1
Sudah tak sabar lagi memberitahu kabar gembira pada istrinya, dadanya berdebar kencang saking semangatnya.
Kira-kira bagaimana ekspresi istrinya jika mendengar kabar ini?
Dia pasti senang bukan?
Yong-suk benar-benar menantikannya.
Mobil hitam pun akhirnya terlihat dan berhenti di depan halaman villa. Kemudian, sosok sang istri juga turun dari mobil.
Wajah pucatnya masih terlihat, dia sudah kelelahan mengambil nafas. Saat berbalik, menatap Yong-suk berdiri menunggunya.
Matanya sedikit melotot bahagia, "Y-yong-suk..?"
Melihat sang suami akhirnya siuman dan berdiri dengan tersenyum menyambut kedatangan istrinya.
Ye-jin sangat bahagia bercampur lega. Langkahnya yang pincang perlahan menghampirinya. Namun, dia terengah-engah ambil nafas. Begitu juga dengan kondisi tubuhnya semakin lemah.
Langkahnya semakin melambat, dia tak sadar pendarahan diperutnya bocor dan menetes.
Ma-roo masih santai menyaksikan drama romantis itu, matanya mulai terbuka sadar melihat darah menetes dari langkah Ye-jin.
Darah yang bukan berasal dari pahanya, melainkan bajunya.
".....!!"
Dia segera bergegas keluar dari mobilnya.
Ketika Ye-jin berhasil menghampiri suaminya, Yong-suk masih tersenyum menatapnya.
"S-syukurlah...a-aku senang me-...aaghh!"
Ye-jin sudah tak kuat lagi menahan perutnya yang sobek terluka. Dia terengah-engah mengatur nafasnya,
Senyum Yong-suk langsung hilang, ketika Ye-jin mendadak jatuh ke pelukannya.
"....!!"
Melihat tangan istrinya jatuh berlumuran darah, Yong-suk terdiam sesaat. Bola matanya kaku gemetar melihat langsung perut Ye-jin berlubang dipenuhi darah yang tiada hentinya mengalir.
"Ye-jin..? A-apa yang terjadi?! Katakan...!" Suara gemetar nan panik tak bisa berbuat apa-apa.
Sekujur tubuhnya dibuat gemetar, kesadaran Ye-jin hampir pudar.
"M-maafkan aku...tadi...,"
"...aku tertusuk."
Yong-suk cepat memeluk erat tubuh istrinya dengan menutup luka sobek di perutnya.
"Siapa yang melakukannya?!" Dia sangat panik.
Ye-jin terengah-engah sudah tak kuat berbicara.
"...se-won..."
Kesadaran Ye-jin pun menghilang, airmata berlinang di mata Yong-suk. Rasa panik bercampur cemas, sedih dan bingung, semua itu meliputi di hati dan pikirannya.
Ma-roo muncul dan terlambat mengatakannya. Saat ini Ye-jin terbaring dipelukan suaminya dalam keadaan tak sadarkan diri.
"nona Hong?"
"Apa yang terjadi?" Tanya Yong-suk.
"Maafkan saya tuan, saya tidak menyangka nona menyembunyikannya. Dia bahkan menahannya sampai bertemu dengan tuan."
Ma-roo membungkuk maaf, tidak menyadari kondisi Ye-jin yang terluka dari awal.
.
.
__ADS_1
.
Ye-jin yang tak sadar itu dilarikan ke rumah sakit segera. Bibi Ning sebagai dokter itu akan menangani Ye-jin.
Dia sungguh terkejut menemukan Yong-suk menangis memeluk istrinya berlumuran darah.
"Aku janji akan menyelamatkanmu nona Hong!"
"...ku mohon...untuk saat ini bertahanlah!"
Kondisi Ye-jin kritis akibat pendarahan hebat dan luka diperutnya sangat dalam hingga melukai beberapa organ seperti usus, hati dan limpa.
Tidak ada pilihan lain, tim medis harus mempersiapkan operasi.
Mereka bersama bibi bekerja keras menyelamatkan nyawa Ye-jin sudah berada diujung kematian.
.
.
.
Di koridor ruang tunggu, Yong-suk tak bisa diam mondar-mandir dihadapan pintu UGD. Rasa cemasnya tak bisa membuatnya tenang memikirkan kondisi istrinya.
Bibi menampakkan diri dan memberi kabar pada dua pria itu.
"Bagaimana kondisinya?"
"Alhamdulillah, ini sudah kedua kalinya nona Hong hampir diambang kematian."
"...tapi syukurlah, operasinya berjalan dengan baik dan hanya tunggu beberapa hari dia akan sadar."
Hahhh, Yong-suk menghela kesal.
Kedua tangannya mengepal erat dibaluti kemarahan berapi-api.
"Ma-roo, tolong cari dimana para anak mafia itu tinggal."
"...termasuk pimpinannya dan bodyguardnya."
Ma-roo duduk sedikit menelan ludah menyadari kemarahan Yong-suk sepertinya sudah hilang kendali lagi.
"Ba-baik."
"Aku tidak bisa diam begitu saja!"
"..ini sudah keterlaluan!"
Bibi mengerti, Yong-suk sangat kacau ketika sang istri terluka.
"Tuan Ju, tolong tetap tenang. Nona Hong akan sedih melihat tuan seperti ini."
Mata Yong-suk menyipit menahan kemarahannya, tetap saja kedua tangannya mengepal erat.
Bahwa dia benar-benar tidak bisa tinggal diam begitu saja.
"Operasi mod penghancur, akan dilakukan malam ini."
*******
.
.
.
.
Ayo bantu mempertahankan dukunganmu dengan vote!!
Agar sang Author lebih semangat mengupdate part berikutnya.
__ADS_1
aku menantikan dukunganmu๐๐ฅ terima kasih banyakk๐๐๐๐