ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 50


__ADS_3

.


.


.



Ketika Yong-suk memecat Mijoo di saksikan para pekerjanya, Ye-jin di sana juga diam-diam menyaksikannya. Sejujurnya, itu pantas didapatkan Mijoo.


Entah kenapa, mata Ye-jin menyipit sayu merasa kasihan terhadapnya.


"Apa pantas mengasihani orang yang telah membuli ku?"


Dia akhirnya mengejar Mijoo yang sudah jauh itu.


.


.


Mijoo sudah tak terlihat lagi, Yong-suk meraih ponselnya di saku celananya. Kemudian menghubungi seseorang.


"Leo..."


"Oh? Suk-chan...kau sudah sembuh ya."


"Aku baru saja memecat tunanganmu, bisakah kau menghiburnya?"


"Eh? Apa sesuatu terjadi padanya?"


"Kau bisa bertanya padanya."


Begitu panggilan itu berakhir, Yong-suk menghela nafas panjang.


.


.


Mijoo yang baru saja meninggalkan tempat itu, raut wajahnya masih terukir kesedihan. Dia hanya menunduk menyembunyikan wajah itu dari helaian rambutnya, bibirnya merapat tak bisa membuka kata-kata setelah barusan terjadi.


Ini seperti mimpi baginya, airmatanya jatuh membasahi pipinya hingga kedua matanya terbelalak sadar menghentikan langkahnya.


"Huh?"


Bahwa ini pertama kalinya, dia menangis.


"Aku menangis...?"


"Kau baik-baik saja Mijoo?" Suara Ye-jin terdengar dibelakangnya.


Mijoo terdiam sesaat, mengapa wanita itu malah bertemu dengannnya. Bukannya senang atau mengejeknya, tetap saja suara nafas terengah-engah itu terdengar di telinganya.

__ADS_1


"Kau ingin mengejek ku?" Dingin Mijoo.


Dia berbalik dan mengerut menatap Ye-jin berdiri di sana.


Raut wajah Ye-jin yang datar nan dingin,


"Bibir ku ingin mengejekmu, tapi...hati dan pikiran ku menolak."


Mijoo kesal menatap wanita itu memasang wajah tanpa emosi, dia seperti boneka sangatlah membuatnya kesal.


"Jangan bertindak seolah kau tidak bisa berbuat apa-apa!" Tegurnya.


Ye-jin menutup matanya dengan tenang, ketika matanya terbuka...


Bibirnya tiba-tiba mencibir Mijoo,Β  "Itu mungkin benar, biar bagaimana pun itu...kau si kucing hitam bermata singa yang serakah soal cinta."


Mijoo tersentak kaget, "huh? B-bagaimana kau__!"


Langkah Ye-jin mendekatinya, tatapan darahnya sudah terlihat didepan mata Mijoo hingga melotot ketakutan.


"Aku tidak bisa melupakan kekejamanmu melukai mayat ku."


"M-mayat..? Apa yang kau__"


Bibir Ye-jin tersenyum sinis, "jangan bilang...kau melupakan gadis yang kau lucuti itu ya?"


"Huh?"


"Apa yang kau bicarakan? Kenapa...?"


"Sial! Kau pantas di sebut si nenek pikun." Ledeknya.


"W-what..?!"


"Sebenarnya aku tau perasaanmu, bertingkah palsu didepan tunanganmu dan ku rasa kau memaksakannya..."


"Tapi itu melukai dirimu sendiri, aku tidak menyangka bahwa si kucing hitam bermata singa ini memperlihatkan wajah kesedihannya."


"....kasihan sekali."


Mendengar Ye-jin mengejek kesedihan Mijoo. Lantas membuatnya marah, namun marahnya tidak cukup kuat bangkit melihat mata berdarah itu diukir kemarahan mengerikan.


Kedua mata Mijoo melotot sadar mengingat mata berdarah itu.


"...jangan bilang kau__"


"Mayatnya Saori." Ye-jin menyambung ucapannya terputus.


Mijoo terdiam mematung, apa Ye-jin si ratu dingin adalah Saori? Saori yang lemah nan rapuh pernah dibuli olehnya.


"A-ah..i-itu tidak mungkin, tapi wajahmu..?"

__ADS_1


"Aku menebalkan riasan ku, agar orang licik seperti kalian tidak bisa melihat bayangan ku sebenarnya."


Mijoo kaget lagi. "Kalian...? Itu artinya kau...."


Ye-jin membenarkannya, kalau orang yang dikenalinya seperti Ying-xi, Meri, Mika dan Mijoo tidak menyadari identitasnya. Tubuh Mijoo mulai lemas, dia jatuh bertekuk lutut dihadapan ye-jin.


"Hei, apa yang kau__"


"Maafkan aku!" Mijoo akhirnya mengakui kesalahannya.


Mata Ye-jin menyipit kesal menatap Mijoo memohon maaf dengan tangisan. Itu terasa jijik mendengarnya,


Baginya sudah tak peduli masa lalu itu, hanya tersisa rasa sakit membekas di lubuk hatinya.


Jadi agak sulit memaafkannya.


Dia menghela nafas panjang, kemudian tangannya mengambil sapu tangan di saku jasnya.


"Aku tidak menyukai iblis sepertimu memohon dengan wajah cengeng." Sambil melemparkan sapu tangan miliknya ke tangan Mijoo.


"Itu sulit bagi ku memaafkannnya, tapi...aku minta perbaiki kesalahanmu, nanti kau akan tersesat seperti orang bodoh."


Ye-jin meninggalkan Mijoo masih berdiam tekuk di sana. Salah satu tangan Mijoo meraih sapu tangan tadi lalu mengusap ke wajahhnya.


"Aku...aku sungguh bersalah."


Kemudian seseorang datang menjemputnya, dia menampakkan dirinya dihadapan Mijoo. Kepalanya terangkat menatapnya.


"Leo..?"


Leo tersenyum lembut menatapnya.Β  "Ayo pulang." Sambil mengulurkan tangannya.


"Leo...aku..."


"Kita bicarakan nanti saja, kau sangat berantakkan."


"Nn..."


******


Apa kabar semuanya? selamat untuk chapter 50πŸŽ‰πŸŽπŸ‘πŸ‘πŸ˜ŠπŸ‘


aku tidak menyangka sudah sejauh ini.


"kau benar, yang mulia."


"apa cerita ini akan segera berakhir?"


"ku rasa belum."


yahh, setengah benar. biar bagaimanapun itu tolong dukunganmu para pembaca ku.

__ADS_1


terima kasih sudah menjadi pembaca kami sampai sekaranggg.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’•πŸ˜ŒπŸ™


di tunggu chapter berikutnyaπŸ‘‰πŸ‘‰


__ADS_2