
" Si rubah cantik yang Licik "
4 bulan pun berlalu, aku akhirnya menampakkan diri pada orang-orang termasuk tempat kerja ku. Kini hanya satu perusahaan ku yang tersisa bertahan dan dua perusahaan ku bangkrut diambil alih oleh klan bangsawan Ying.
Klan itu mengkhianati ku, termasuk rubah cantik itu.
Ketika tiba di perusahaan ku, orang-orang ku sangat merindukan kehadiran ku. Tapi ini mengherankan melihat kondisi ku yang cacat,
Sejujurnya aku khawatir, apa mereka akan melecehkan pengecut seperti ku.
"Kyaaaaaaa!!!" Teriak para gadis.
"bukankah itu tuan Ju ?"
"Dia sudah kembali!"
"Ahh, dia makin tampan sekali."
"Kyaaaaaaaaa!!"
Mata ku melotot kaget melihat kerumunan gadis menghampiri ku.
"Tuan Ju, kau pasti kesulitan setelah mengalami kecelakaan bukan ?"
"Kami sangat mengkhawatirkan tuan Ju."
"Karena akhir-akhir ini rumor salah satu perusahaanmu sudah bangkruk."
Yah, perkataan itu melukai ku.
Aku peringatkan, mulut gadis itu lebih ganas berbahaya daripada mulut buaya.
Tangan ku mengambil buku dan pulpen dari saku jas ku, lalu menulis sesuatu.
(Jika salah satu kalian masih membicarakan rumor itu, silahkan mundurkan diri dari tempat ini.)
Teguran ku begitu dingin, mereka juga terdiam kemudian menunduk minta maaf.
"Tolong maafkan kami, tuan."
(Baiklah, kalau begitu tolong pertahankan perusahaan ini dengan kemampuan kalian. )
Mereka lega aku masih punya hati nurani memaafkannya dan kali ini adalah kesempatan akhir mereka.
Jika itu terjadi lagi, maka salah satunya harus tinggalkan tempat ini.
"Siap tuan!"
Ma-roo mengantar ku sampai di kantor. Suasana kantor ku sangat suram.
Aku sangat sensitif jika seseorang masuk membersihkannya atau menyentuh berkas sedikit pun.
"Apa tuan Ju perlu sesuatu ?"
( tolong panggilkan sekretaris Yona. )
"Baik."
Yona Mi-joo adalah sekretaris dari ketiga perusahaan ku, dia punya tanggung jawab besar mengatasi dokumen. Dia juga ahli dalam memperbaiki dokumen yang rusak.
Aku memilihnya karena dia adalah orang yang dapat di percaya dan diandalkan.
Namun, aku sedikit kesal yang ku tunggu-tunggu kehadiran sekretaris Yona itu bukanlah dia,
Tapi, si rubah licik.
Sepertinya dia sudah berani menampakkan batang hidungnya dihadapan ku.
Apa karena aku tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi ku yang cacat ?
"Lama tidak bertemu tuan Ju." Sapanya.
Ku akui saja, dia begitu sempurna memiliki tipe ideal dan idaman para pria.
Namanya, Ying Xi. Putri kebanggaan klan Ying, dia juga merupakan Queen kecantikan.
Namun sayangnya, dia memiliki sifat berwajah dua.
(Sedang apa kau kemari ? )
Dia menertawai kondisi ku yang cacat, ini tidak lucu sama sekali. Apa dia mencoba untuk mengejekku ?
"Astaga..aku benar-benar tidak menyangka kau separah ini."
Mulutnya benar-benar liar ya.
__ADS_1
Dia perlahan mendekat dengan senyum iblisnya.
"Pria sepertimu sangat tidak cocok menjadi pimpinan perusahaan ini." Ejeknya.
"Ku rasa kau sangat cocok dengan pembuangan sampah." Sambungnya.
Tangan ku terasa panas ingin menampar wajah rubah itu. Aku hampir terjebak oleh penampilannya yang paras sempurna, setelah identitasnya ketahuan oleh ku.
Dia tidak akan membiarkanku lolos begitu saja.
Ying xi keterlaluan.
Wajahnya mendekat ke samping wajah ku, lalu berbisik.
"Kau tidak bisa apa-apa dengan kondisimu seperti ini."
Kemudian menatap sinis ke arah ku.
"...Alangkah baiknya kau menyerahkan saja perusahaan ini pada ku." Sambungnya.
Aku sama sekali tidak takut tatapan itu, apalagi menyerahkan perusahaan satu-satunya milikku.
"Jangan seangkuh dulu kebanggaanmu Nona Xi." Sahut seseorang akhirnya muncul juga.
Dia sekretaris Yona. Wajah Ying xi jadi kesal melihatnya hadir diwaktu yang tidak tepat.
Sekretaris Yona mendekat,ย "Apa anda belum puas mengambil alih dua perusahaan tuan Ju?"
"Itu memuaskan ku, tapi akan lebih memuaskan jika perusahaan ini juga dihancurkan." Balas Ying xi tersenyum jahat menatap ku.
Tangan ku mengepal.
"Jangan sekesal itu, aku bahkan belum memulai strategi ku." Kata Ying Xi.
"Tujuan apa anda kemari ?" Tanya Yona.
"Aku hanya kemari menyambut kedatangan tuan Ju saja, jadi aku perlu melihatnya apakah tuan Ju mampu mengatasi perusahaan ini dengan kondisi yang cacat?"
"Jaga bicara anda, nona Xi!" Seru Yona.
Dia begitu peduli pada ku dan perhatian, bahkan tidak membiarkan nama ku diejek.
Ying xi menatap Yona yang semarah itu. Bibirnya tersenyum sinis,
"Jangan selantang itu nadamu sekretaris Yona, aku khawatir kulitmu keriput." Ucapnya.
Yona sempat di buat kesal ucapan pedas Ying xi.
"Dasar si rubah licik." Kesalnya.
"Apa tuan Ju baik-baik saja ?" Di tambah lagi, dia orangnya suka mengkhawatirkan hal spele.
(Aku baik-baik saja kok.)
Dia seperti kakak perempuan ku.
********
" Yang ku pikirkan adalah...."
Dua tahun akhirnya berlalu, akhir-akhir ini aku telah menjalani perawatan medis kedua kaki ku yang lumpuh.
Hasil kerja keras ku yang tak sia-sia belajar melangkah, dokter menyatakan bahwa kedua kakiku itu akhirnya normal dan dapat berjalan lagi.
Itu benar, akan ada peluang bagi orang yang mau bangkit berusaha. Karena setiap usaha dapat menghasilkan lebih baik.
"Selamat, tuan Ju." Ucap Ma-roo.
Dia senantiasa menemani ku. Aku mengambil buku kecil dan pulpen dari saku jas ku, kemudian menulis...
(Bagaimana kabar gadis bernama Saori? )
Tetap saja, aku tak berhenti memikirkan kondisi Saori sampai saat ini.
"Saya benar-benar tersanjung anda tetap memikirkan gadis itu, menurut informasi dari kepolisian hari ini gadis itu dinyatakan bebas."
Aku hampir lupa ini sudah dua tahun 17 hari, Saori yang tak bersalah itu akhirnya bebas.
(Aku harus menemuinya. )
Ma-roo heran, "heh? Tapi-"
Aku tidak membuang waktu kemudian langsung pergi ke parkiran, lalu menuju ke lokasi.
Namun, saat tiba di lokasi Tahanan Hukum. Aku benar-benar tak percaya dan sulit mengatakannya,
__ADS_1
Bahwa aku terlambat menjemput gadis itu.
"Ada apa tuan?" Tanya Ma-roo heran wajah ku sedikit kesal.
Tangan ku menulis di selembar kertas kecil.
(Dia sudah pergi.)
Aku masuk ke mobil kemudian menenangkan diri.
(Apa kau menemukan tempat tinggalnya ? )
"Bagi anggota klan Ayaka mengunci lokasi mereka karena mereka tidak ingin diketahui oleh siapa-siapa."
Klan Ayaka adalah orang-orang yang waspadanya tinggi, tidak ada yang dapat menandingi klan hebat sepertinya. Klan Ju hanyalah nomor dua.
Selagi berpikir, mata ku tak sengaja menangkap mobil merah familiar didepan kemudian menampakkan seseorang.
"Oh? Bukankah itu nona Ying xi?" Tebak Ma-roo.
Aku membenarkannya, ini mencurigakan sedang apa dia ke tempat itu.
(Awasi dia, jangan sampai dia menyadari kehadiran kita )
"Baik."
Itu sosok Ying Xi keluar dari mobilnya, dia menerima panggilan dari seseorang.
"Apa?! Dia sudah pergi!"
Aku tidak tau, dengan siapa dia bicara di ponselnya. Tapi sepertinya dia merencanakan sesuatu.
"Lalu dimana dia sekarang?"
"Menuju ke rumah? Awasi Saori, karena dia satu-satunya pion rencana ku."
Apa?
Ying xi datang ke tempat itu hanya karena ingin menjemput Saori.
Tunggu? Apa hubungan keduanya ?
Di tambah lagi, Saori merupakan pion rencananya.
Apa yang dimaksudkannya ?
"Tuan Ju, sepertinya Ying Xi memanfaatkan Saori demi rencananya berjalan baik."
(Aku tau itu, tapi untuk apa semua itu? )
"Untuk saat ini kita harus menemukan Saori sebelum Ying Xi."
(Kau benar, sepertinya aku juga harus berpura-pura lumpuh.)
"Kenapa?"
(Karena aku punya rencana, jadi bertingkahlah seperti orang lemah. Kita akan menyerangnya dari belakang dengan satu pukulan. )
Ma-roo sedikit bahagia mendengar ucapan ku yang tiba-tiba menjadi semangat brilian.
"Aku menantikan perintahmu tuan Ju."
Rencana ku dimulai dengan berpura-pura lumpuh dan bertingkah lemah. Tidak hanya itu, aku dengan sengaja bertemu Ying xi di malam itu.
(Aku berubah pikiran. )
Ying xi tersenyum dan cepat menanggapinya,
"Kenapa ?"
(Orang seperti ku tidak patut menjadi pemimpin. )
"Yahh, kau benar. Kau sangat cocok jadi orang yang lemah, lalu apa kau akan menyerahkan perusahaan mu."
Tatapannya benar-benar menginginkan kekayaan dari ku.
Dia benar-benar serakah.
(Akan ku ambilkan suratnya. )
Ketika tangan ku mengambil surat dari tas ku, seseorang memukul bahu belakang ku hingga jatuh pingsan.
Yang ku pikirkan saat ini adalah bertemu dengan Saori.
Karena ku yakin kan Saori ada di tangan Ying Xi.
__ADS_1
"Aku harap bisa menemukannya."
******