ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 38


__ADS_3

"Itu akibatnya kau menolak." Kata Yeon-dul tersenyum jahat.


.


.


.


Tidak hanya itu, dia menarik sebilah pisau lagi menusuk gaun Ye-jin menembus ke pahanya.


Ye-jin hampir gila merasakan sakitnya begitu ngilu, aaaaarrhhhhgggghhh, aaaggghhhh!!


Rasanya seperti tubuhnya mau terbelah.


Ma-roo menangis tak bisa berbuat apa-apa melihat Ye-jin nyeri kesakitan.


Di waktu bersamaan, kedua mata Yong-suk terbuka perlahan. Mendengar teriakan Ye-jin membuatnya cepat sadar, dia melihat di sekelilingnya.


Tubuhnya di ikat gantung di atas.


"Oi, boneka rusak! Apa kau sudah sadar?!" Panggil Yeon-dul.


"Apa kau tidak mau lihat istrimu yang kotor ini kesakitan yaah?" Sambungnya.


Melihat sang istri di tusuk pisau kedua pahanya, kedua mata Yong-suk membulat gemetar terutama melihat airmata kesakitan istrinya sangatlah membuat Yong-suk marah.


"Tusuk dia." Perintah Yeon-dul pada Sewon.


Sewon mengeluarkan sebilah pisau kehadapan Yong-suk, di saat sewon sudah tepat dihadapannya.


Yong-suk menggerakkan salah satu kakinya itu menendang Sewon.


Sewon melayang jauh hingga jatuh.


Semuanya terdiam melihat ada yang janggal dari Yong-suk.


Yong-suk dengan mudah itu melepas ikatan di tubuhnya dan berhasil menyentuh ke tanah.


Yeon-dul mulai panik, "serang dia!!!" Perintahnya.


Para anak buah Sewon ikut menyerang Yong-suk dengan pukulannya.

__ADS_1


Tatapan Yong-suk sangat tajam dan mengerikan, hanya sekali serang mereka sudah tumbang.


Benar-benar ada yang janggal dengan Yong-suk.


Anak buah Sewon tak menyerah serang Yong-suk lagi.


Sementara itu Ma-roo melihat ada pisau kecil terjatuh dihadapannya. Kemudian menjatuhkan dirinya demi memgambil pisau itu.


Dia mendapatkannya, lalu melepas ikatannya dan melepaskan plester hitam dimulutnya.


"nona Hong?!"


Dia berlari ke arah Ye-jin, dan membantu melepaskan Ye-jin.


"Nona Hong baik-baik saja?"


Ye-jin terengah-engah kesakitan itu mengatur nafasnya, tubuhnya keringat setelah merasakan rasa sakit yang luar biasa.


"Jangan...pikirkan aku....tolong hentikan Yong-suk."


Melihat kemarahan Yong-suk itu tampaknya agak sulit menghentikannya.


Kemarahannya sudah lepas kendali.


Tatapan iblis Yong-suk mengarah Yeon-dul yang sedikit gemetar. Langkah Yong-suk perlahan mendekat,


"Dasar monster..!!" Ucap Yeon-dul.


Dia berniat untuk kabur, namun itu sudah terlambat.


Yong-suk mendapatkan tangan Yeon-dul lalu memutarnya ke belakang hingga patah.


Aaaarrggghhhhh, Yeon-dul teriak kesakitan.


Bibir Yong-suk tersenyum sinis itu belum puas melihat Yeon-dul kesakitan.


Dia menghantam tubuh Yeon-dul ke tanah, lalu menginjak tangan Yeon-dul yang sakit dengan keras.


Aaaaaaaarrrgggghhhh gggrrhhhh, Yeon-dul sangat kesakitan.


Ye-jin tampak memaksakan dirinya itu mendekati Yong-suk.

__ADS_1


"Hentikan ini, Yong-suk." Sambil menarik Yong-suk jatuh ke pelukannya.


"Ini...sudah cukup." Sambung Ye-jin.


Yong-suk masih marah, Ye-jin berusaha menenangkannya di pelukannya.


Sewon bersama anak buahnya itu segera membawa Yeon-dul pergi meninggalkan tempat itu.


Ye-jin menangis, "a-aku...baik-baik saja hiksss...aku sudah...tak apa-apa."


Yong-suk sangat bersalah besar karena gagal menjadi suami yang melindunginya.


Dia teriak marah pada dirinya, AAAAAAAARRRGGGHHHHHHH


teriak sekeras-kerasnya, Ye-jin menangis tersedu-sedu mengusap suaminya.


"Tenangkan dirimu...hikss."


Yong-suk perlahan tenang itu mulai tampak lemas, dia jatuh ambruk ke tanah dan tak sadarkan diri kembali.


Ye-jin ikut jatuh ambruk ke tanah, karena kedua pisau itu masih menempel kedua pahanya. Ma-roo menghampirinya,


"Akan sangat sulit jika nona Hong melepaskan pisaunya."


"A-aku tau itu...jika aku melakukannya, pendarahannya tidak akan berhenti. Tapi...i-ini benar-benar menyakitkan."


"Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu, nona Hong?"


Ma-roo juga masih bersalah karena tak bisa berbuat apa-apa melihat Ye-jin kesakitan.


"T-to-tolong hubungi bibi d-dan jemput."


"Akan ku lakukan!"


Ma-roo menemukan ponselnya di saku celananya itu segera meminta bantuan pada bibi.


Ye-jin sarankan tidak meminta bantuan polisi atau lainnya karena akan berdampak masalah baginya. Jika itu terjadi, maka orang-orang akan senang melihatnya jatuh kesakitan.


Melihat gaun yang diberikan Yong-suk, itu terlihat berantakan dan ada sobekan di mana-mana.


Ye-jin mulai sesak nafas karena rasa sakit di kedua pahanya mulai terasa meregut dirinya. Salah satu tangannya meraih sentuh tangan suaminya.

__ADS_1


"Malam itu....rasanya aku hampir dibuat mati oleh pria jahat itu."


*******


__ADS_2