
"I Got You "
Begitu mata ku terbuka setelah jatuh pingsan, di sekitar ku sedikit buram nan gelap kelabu.
Dimana aku ?
Badan ku terasa hangat dan dapat merasakan kelembutan kasur dan selimut membaluti ku.
Hanya celana panjang ku masih terpasang.
Aku benar-benar tersadar.
Mata ku melotot melihat gadis di samping ku sedang panik menutup tubuhnya dengan selimut.
Tunggu?
Jangan bilang, kalau aku tertidur dengan dia.
Seranjang ?
"Gimana nih..." Dia benar-benar panik dan ketakutan.
Aku pura-pura tertidur dan hanya mendengar dia sangat bingung ketika berada di suasana ini. Selagi ada waktu, dia mengenakan pakaiannya.
Tapi, aku bisa menebak bahwa gadis ini mencoba melarikan diri.
Aku meraih salah satu tangannya agar tidak meninggalkan ku.
"Tolong selamatkan aku juga." Batin ku.
Dia menepis kasar tangan ku melihat dirinya ketahuan oleh dua sosok datang kemari.
Mata ku sedikit terbuka dan melihatnya, mereka adalah sepasang rubah licik.
Ibu dan anak dari klan Ying.
Mereka berdebat dengan gadis itu dan mulai menyalahkannya.
Aku tersadar lagi bahwa gadis tadi itu adalah Saori.
Tentu saja, aku harus mendapatkannya.
Jadi, aku membuka kedua mata ku kemudian bangkit mengenakan kemeja ku, setelah itu aku kembali ke kursi roda ku. Ketiganya menatap ku, salah satunya Ying xi mulai berulah lagi.
Dia mengaku seolah dia calon istri ku.
Mulutnya benar-benar dahsyat, sejak kapan aku menjadikannya sebagai calon ku. Dia hanyalah mementingkan harta.
"Tuan Ju, maaf aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini." Katanya.
Sepertinya Saori tidak tau apa-apa, ku rasa dia tidak ada hubungan dengan Ying xi.
__ADS_1
"Ying xi? Kau..." Tiba-tiba saori terdiam menatap Ying xi.
Ini terlalu jahat, Ying xi menampar wajah Saori agar mencegah ucapannya.
"Kau hanyalah wanita tidak tau diri!" Ucap Ying Xi.
Itu membuat ku penasaran apa yang ingin dikatakan Saori tadi.
Bukannya malah nangis, Saori kesal dan tak tahan lagi rambutnya dijambak oleh Ying xi.
"Aku tidak melakukan apapun! Jadi jangan seenaknya menuduh ku tanpa bukti!"
Sisi iblisnya mulai terlihat, secara tak sadar dia mendorong Ying Xi begitu kencang hingga kepala Ying xi terbentur dan berdarah,
Lalu jatuh pingsan.
Inilah akibat rubah yang begitu licik dan tergila harta, dia benar-benar menerima karmanya.
Rasakan itu.
Saori sadar, "tidak...ini b-bukan...salah ku." Paniknya.
Aku menggenggam tangannya dan meminta untuk membawa ku pergi dari tempat ini. Untungnya dia cepat mengerti.
Suasana akhirnya tenang setelah menemukan tempat yang cocok bersembunyi.
Tapi...
Aku harap Ma-roo menemukan ku.
Harapan itu terwujud.
"Tuan Ju baik-baik saja?" Dia begitu khawatir pada ku.
Aku meminta buku dan pulpen darinya, ini kesempatan bagus mendorong Saori ikut bersama ku.
Secara tidak menduga, dia mencurigai ku.
Aku tau itu, dia tak ingin terjebak lagi.
(Aku juga terjebak ) jawab ku.
Secara lembut dan perlahan berbicara dengannya lagi, Saori jatuh menunduk dan menangis tersedu.
Ku rasa dia benar-benar ketakutan, kedua tangannya masih saja gemetar setelah mendorong Ying xi sampai pingsan dan berdarah.
Salah satu tangan ku bergerak kemudian menyentuh kepalanya dengan lembut.
Aku ingin menenangkannya.
"Aku harus pergi." Kata Saori.
__ADS_1
Dia berusaha untuk tidak terlibat dengan ku apalagi percaya. Dia tidak ingin dikhianati seperti insiden dua tahun lalu.
Aku berusaha mencegahnya pergi.
Dia marah.
"Pantaskah aku mempercayai pria sepertimu?"
Ku rasa aku tidak punya pilihan lain agar dia dapat mempercayai ku.
Aku menulis beberapa kata selembar kertas lalu menunjukkannya.
(Menikahlah dengan ku.)
Tentu saja, perkataan ku cukup membingungkannya.
"Tunggu, kau melamar ku?"
Tak hanya dia yang terkejut, Ma-roo juga ingin tau alasan apa yang ku maksud tadi.
Tujuan ku adalah...
Harus mendapatkannya.
Saat ini, aku perlu jawabannya.
"Kau membuat ku bingung." Ucap Saori.
Dia berpikir sejenak,ย "bagaimana dengan satu syarat?"
Aku penasaran apa syarat yang dia inginkan.
"Jika aku sah menikah denganmu, untuk sementara waktu....bisakah kau tidak seranjang dengan ku?..."
Aku heran, apa yang sebenarnya yang dia pikirkan.
"...uhm, tunggu sampai dua orang itu saling mencintai."
Ahhh, aku mengerti. Dia tidak ingin pernikahan itu merusak hatinya, sebelum itu dia hanya perlu memberi waktu untuk dirinya mencintai ku.
(Aku tidak masalah dengan itu. )
"Jika perasaan ku tertolak baik dirimu, kau bisa membiarkan ku pergi."
(Aku tidak akan membiarkanmu pergi sampai aku membuatmu jatuh cinta pada ku.)
Wajahnya terlihat merah, ku rasa rencana ku benar-benar berhasil akurat.
"Aku benar-benar menemukan gadis ini." Batin ku.
*******
__ADS_1