ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 48


__ADS_3

.


.


.



"Karena Hong Ye-jin berdiri dihadapan kalian adalah....Mayatnya Saori."


"..!?"


Kedua saudara itu tercengang mendengar nama barusan di sebut Ye-jin. Mata mereka melotot gemetar ketakutan melihat kenyataan bahwa selama ini mereka melayani seorang mayat berperan sebagai Saori itu adalah Ye-jin.


Saori adalah gadis yang dilucuti oleh mereka, bahkan tangannya masih membekas darah pernah melukainya.


Tatapan Ye-jin sedikit menunduk ke bawah, "tapi...bersyukurlah aku tidak menakuti kalian."


Sangat sulit untuk baginya memaafkan orang-orang yang sudah berperilaku kejam di kehidupan pahitnya.


"Kau...Saori Hayaka?"


Ye-jin membelakanginya dengan menyembunyikan wajahnya, dia menghela nafas panjang.


"Berhentilah memasang wajah itu." Tegurnya.


Dia sadar mereka masih memasang wajah ketakutan, langkah yang tenang itu akhirnya meninggalkan tempat itu.


Mika dan Meri hampir dibuat tak bernafas, bahkan suaranya ingin keluar itu tidak bisa karena saking takutnya melihat sisi Saori akhirnya muncul dibalik bayangan Ye-jin.


"Tidak mungkin...tidak mungkin."


. .


.


.


Saat Ye-jin keluar, dia sedikit tertekan bahwa perlahan identitasnya akan segera terungkap.


"itu artinya...aku tidak bisa lari dari identitas ku."


Sebuah tangan muncul entah darimana itu, diam-diam datang meregut tubuhnya ke suatu tempat.


"Kyaa__" Ye-jin teriak kepanikan, seseorang menarik tubuhnya.


Ini seperti penculikan, dia hampir teriak minta tolong. Namun mulutnya dibekam telapak tangan yang besar. Bentuk tangannya familiar sekali,


Ye-jin membuka kedua matanya dan tersentak kaget.


"..mmm?!"


"Dasar penguntit!" Bisik suara itu terdengar cemberut.


"...!..."


Aahh, itu Yong-suk. Ternyata dia tidak meninggalkan tempat itu. Dia mengawasi istrinya,


"Ssst, jangan berisik."


Ye-jin menurutinya, saat ini suaminya menariknya ke tempat persembunyian, meskipun sedikit gelap tapi ini terasa aneh. Apa yang membuat Yong-suk waspada seperti itu?


Matanya menyipit perhatikan di sekelilingnya, apa itu aman?


Ye-jin ingin tau, sampai seseorang lewat yang membuat Yong-suk memeluk erat istrinya.


Rambut hitam panjang yang diikal rapi , berkulit indah nan ramping dengan pakaian indah. Dari cara pakaiannya itu terlihat seperti ratu madona.

__ADS_1


Bahkan Ye-jin juga mengenalnya, dia menutup matanya sambil merapatkan kepalanya ke pelukan suaminya.


"Apa yang dia lakukan di sini..."


"...ibu tiri ku?"


Jika Yong-suk tidak menemukannya, Ye-jin terpaksa berhadapan dengan ibu tirinya lagi. Sebelumnya, hampir dibuat retak berkeping-keping ketika ibu tirinya tiada henti mencaci maki namanya.


Dan hampir saja, ibu tirinya mendengar pembicaraannya dengan dua saudara itu tadi. Untungnya berakhir cepat.


Yong-suk memperhatikan sekelilingnya, sepertinya sudah aman. Jadi dia menarik tangan istrinya menuju ke mobil. Ibu Hayaka mampir ke restoran, untungnya dia tidak sadar mereka melaju cepat masuk ke mobil.


. .


Keadaanpun tenang kembali, Ye-jin sangat bernafas lagi. Tapi, begitu masuk ke mobil. Yong-suk mendorong tubuhnya jatuh ke tempat duduk.


"Huh?" Matanya melotot kaget melihat suaminya mengunci tubuhnya yang terbaring.


"Apa kau sudah gila?!"


Wajahnya sangat dekat, bahkan nafasnya juga terdengar dan bau parfum suaminya terhidu dekat. Hingga wajah Ye-jin jadi merah dan gugup.


"Kenapa kau membocorkan identitasmu? Mereka bisa saja membunuhmu."


Ye-jin terkejut suaminya mendengar pembicaraannya tadi. Matanya menyipit kesal,


"Aku tidak peduli."


"Tapi, bagaimana denganmu? Kau ternyata menikahi ku dengan memanfaatkan ku demi tujuanmu tercapai! Kau...benar-benar buaya darat!"


Yong-suk hampir tertawa mengejek menatap istrinya masih memasang raut kesalnya. Dia benar-benar salah paham dan terpancing oleh pembicaraan tadi.


"Astaga...gadis berdarah dingin sepertimu ternyata juga bisa....termakan jebakan murahan yahh."


"Apa maksudmu?!"


"Hei, apa kau berniat menjadi pengkhianat di belakang ku?"


Nada Yong-suk terdengar dingin yang sepertinya ingin menerkam tubuh istrinya,


Ye-jin heran, ada apa dengan pria ini? Dia bertingkah seperti hewan buas.


"Dari tadi kau mengoceh tidak masuk akal, lepaskan aku!"


Yong-suk tersenyum sinis ke arahnya, "Tidak, sampai kau menjawab pertanyaan ku dengan jujur."


"Tapi setidaknya lepaskan aku, aku tidak menyukai pose ini...kau sepertinya bertingkah mesum pada ku."


Wajahnya masih memerah berat, menatap wajah Yong-suk semakin mendekat dan dekat hingga bibirnya tiada henti menebar sinis.


"Heh? Benarkah? Lagipula kita ini suami istri..." Perlahan bibirnya mendekat ke samping telinga istrinya.


Kemudian mengigitnya lembut seperti memakan permen.


"Ggghh, h-hentikan.." Tentu saja Ye-jin merasa geli nan kesakitan, namun tetap saja rasa manis ikut mengalir ke pikirannya.


"Katakan pada ku, apa maksudnya ini?"


Salah satu tangan Yong-suk meraih ponselnya, lalu menunjukkam sebuah foto yang dikirim Mijoo tadi. Mata Ye-jin terbelalak kaget.


"heh? S-sejak kapan ini? Ini...editan?!"


Yong-suk heran, "apa benar ini?"


Ye-jin langsung menggeleng kepala dengan keyakinan jujurnya bahwa foto itu adalah editan.


"B-bagaimana bisa kau mempercayai editan ini? Malam itu aku bertemu dengannya, tapi kami hanya berbicara dan tidak bersentuhan sedikitpun."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan rumor bahwa kau menghabiskan uang perusahaan dan menagih uang Lone-estate."


Lagi-lagi Ye-jin terkejut. "Hehhh?! Darimana kau mendengar rumor itu? Aku tidak ahli dalam menghabiskan uang apalagi berbelanja."


Kedua mata Yong-suk menyipit dan tangannya mengepal kesal bahwa seseorang di perusahaannya ingin menjatuhkan Ye-jin darinya.


Dan orang yang menyebar foto itu kepadanya adalah Mijoo.


"A-anu...sekarang giliran ku, apa benar kau memanfaatkan ku ya?!" Tanya Ye-jin.


"Sepertinya kau termakan jebakan ku sendiri."


"heh?! Jangan bilang tadi...kau itu...."


"Makanya jangan terlalu percaya diri, lagi pula persembunyian mu sangat sangat norak."


"Ap__!"


Yong-suk akhirnya melepaskannya, Ye-jin sangat lega bisa terbebas. Dia terkejut, ini pertama kalinya dia melihat sifat Yong-suk sebenarnya.


"Kau...seperti hewan buas ya."


"Aku bisa saja menelanmu hidup-hidup jika kau nekat lagi."


"Mengerikan."


Tiba-tiba tatapan Ye-jin jadi serius ke arah suaminya.


"Apa lagi?"


"Katakan apa itu kau..."


"...?"


"Apa kau melenyapkan Mang Contraction? Itu karena aku, bukan?"


Yong-suk terdiam sesaat dan berpikir, apa ia harus memberitahukannya.


"Apakah aku yang menyebabkan kemarahanmu hilang kendali?"


"Tolong ja__"


Ucapannya terhenti, ketika bibir Yong-suk meluncur ke bibirnya. Dia menggigit kasar bercampur manis, mata Ye-jin terbuka kaget dan perlahan mulai merasakan sensasi manis dari sebuah ciuman.


Bibir mereka terpisah dan terengah-engah. Wajah Ye-jin masih diukir kemerahan karena ini ciuman pertamanya.


"Kenapa?"


"Karena aku..."


"...aku ingin memilikimu dan tak ingin melepaskanmu begitu saja apalagi membiarkanmu terluka itu sungguh...


"...itu sungguh membuat ku kesal jika aku melepaskan kesempatan itu."


"Aku mencintaimu."


Perkataannya seperti kembang api, Ye-jin sangat terkejut bercampur bahagia. Tetapi, dia sangat bingung berat harus menjawab apa tentang perasaannya terhadap suaminya.


Dia belum siap seranjang dengan suaminya, bibirnya merapat erat dan tak ada balasan darinya.


Apalagi keadaan statusnya saat ini....


"Aku bukan wanita suci lagi."


Tubuhnya sangat kotor dan tak layak disentuh oleh pria seperti suaminya. Bagi Ye-jin, kesuciannya merupakan hal yang memalukan.


******

__ADS_1


__ADS_2