ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 46


__ADS_3

.


.


.


.



Perusahaan Cell Entertaiment


Yong-suk telah kembali dengan kondisi normal lagi, tidak ada lagi ocehan atau gosip dibelakangnya. Di kantor itu dipenuhi suara-suara kelegaan para pekerjanya, menyambutnya dengan ramah nan hangat.


Itu sama sekali membuat Yong-suk bernafas lega setelah menyelesaikan urusan kantor hanya dalam sebulan.


Dia menghela nafas kecil, mengistirahatkan tubuhnya di tempat duduk.


Baru-baru ini, dia menerima kabar dari tuan Jwi bahwa kesepakatan bisnis yang dilakukan bersama Ye-jin berjalan lancar. Butuh seminggu lagi, restoran itu akan siap dibangun.


Bisa dibilang ide istrinya sangat cemerlang mengurus kesepakatan bisnis dan ekonomi.


Tapi tetap saja, hal itu mengganggunya. Dia tak bisa melupakan apa yang baru saja dia lakukan.


Wanita berpakaian kantor nan rapi itu muncul mengetuk pintu, kemudian masuk.


"Maaf mengganggu, tuan."


"Ada apa, sekretaris Mijoo?"


Wajahnya sedikit memerah menatap Yong-suk yang duduk menatap matanya.


"U-uhm...ini dokumen yang di cari tuan, bukan?" Sambil memberikan dokumen.


Tangan Yong-suk meraihnya, "benar."


Itu dokumen keuangan, dia ingin melihat apa ada kekurangan uang atau hutang selama Ye-jin bekerja.


Kedua alisnya mengerut kecil dan heran, "nona Hong memiliki hutang?"


"Apa nona Hong tidak memberitahu anda?"


"Tentang apa?"


"Nona Hong menghabiskan uang untuk dirinya sendiri dan menagih Lone-Estate agar uang itu dapat dikembalikan ke perusahaan."


Yong-suk merasa aneh, sejauh ini Ye-jin hanya menyelesaikan urusan bisnis dengan tuan Jwi. Tidak ada laporan lagi yang harus di sampaikan.


Ini benar-benar aneh, Ye-jin tidak mungkin punya hobi menghabiskan uang.


"Oh, satu lagi tuan." Tiba-tiba Mijoo mengeluarkan ponselnya.


Lalu memperlihatkan sesuatu pada Yong-suk, hingga terdiam dan matanya membulat kaget.



"Sejak kapan ini?"


Sebuah gambar tertangkap yaitu sosok Ye-jin dengan wajah terkejut memerah menerima pelukan dari seorang pria yaitu Shin.


Dilihat latar belakang dari gambar tersebut, sepertinya itu dimalam pesta Crown World.


Sangat tidak masuk akal sekali. Ye-jin tidak pernah disentuh seperti itu apalagi Shin yang merupakan saudara tirinya.


Mustahil, Shin menyukainya.


"Apa tuan Ju mengenal pria itu?"


Bibir Yong-suk merapat dan tak ada tanggapan, raut wajahnya sedikit terukir kekesalan, tangannya mengepal geram. Diam-diam bibir Mijoo menebar iblis.


Dia punya niat ingin merusak kebahagiaan Ye-jin hingga bercerai.


.

__ADS_1


.


Di waktu bersamaan, Ye-jin mampir ke restoran dua peri itu alias Mika dan Meri.


Restoran sederhana yang terhias dengan barang mewah nan indah, itu menarik perhatian pelanggan. Ruangannya sangat cocok buat pasangan atau perayaan.


"Nona Hong?!" Mereka kaget ketika Ye-jin muncul tanpa bersuara itu duduk menunggu.


"Yo." Sapanya.


"Akhir-akhir nona Hong dan tuan Ju jarang datang kemari, apa kalian sibuk?"


"Mungkin, tolong pesankan seperti biasanya."


"Baik nona Hong!"


Keduanya masih tampak bersemangat menyajikan kesukaan Ye-jin yaitu, sup miso.


. .


Setelah menikmati sup miso kesukaannya, dia melirik di sekelilingnya, melihat orang-orang tampak menikmati santapannya.


Dan matanya tertuju ke salah satu pasangan yang tampaknya romantis, hingga wajah Ye-jin sedikit memerah.


Melihat pasangan itu sambil bersuapan makanan, itu mengganggunya karena dia tidak pernah merasakan hal seperti itu dengan suaminya.


Akhir-akhir ini, dia tidak begitu memikirkannya.


"Apa tuan Ju tidak bersamamu, nona Hong?" Tanya Mika,


Dia ambil tempat duduk ajak Ye-jin obrol dengannya.


"Dia di kantor."


Matanya tertutup setengah ke bawah memandang teh hangat yang disajikan Mika, dan sesuatu mengingatkannya.


"Apa akhir-akhir ini Mang Contraction kemari mengganggu?"


"Hm..? Apa nona Hong tidak tau ya?"


Matanya terangkat heran ke arah Mika, "apa itu?"


"Hampir sebulan, insiden itu sudah berlalu dan nona Hong masih belum tau apa-apa, aku tidak tau apa yang terjadi padamu sampai tuan Ju tidak memberitahumu."


"Apa...tuan Ju menganggapmu...kau tak pantas tahu ya?"


Perkataan Mika sedikit menusuk Ye-jin, memang benar Ye-jin tidak tau apa-apa karena ia baru saja meninggalkan rumah sakit.


Jadi, sangat mustahil memberitahunya apa yang terjadi dengannya akhir-akhir ini.


Dan lebih herannya, Yong-suk yang tau itu ternyata tidak mengatakan apa-apa padanya.


"Kau tidak pernah berubah ya, putri ular berbisa." Ledek Ye-jin tersenyum sinis memandang Mika.


Mika tersentak kaget, bagaimana bisa orang terhormat seperti Ye-jin memanggilnya "putri ular berbisa"


Panggilan yang merupakan julukannya di SMA.


"Huh?! P-putri ular berbisa?"


"Bagaimana bisa__?"


Ye-jin hanya menatap datar kepanikan Mika, dan meminta untuk tidak membuang waktu dengan ucapan kosong itu.


"Katakan apa yang terjadi?"


Mata Mika menyipit curiga siapa Ye-jin sebenarnya, dia mendengus paksa menjawab pertanyaannya


Kedua lengannya melipat ke dadanya dengan menutup mata dalam keadaan paksa.


"Baiklah...uhm perusahaan Mang Contraction itu sudah dijatuhkan oleh sosok misterius."


Ye-jin terkejut kecil, "apa sebabnya?"

__ADS_1


"Y-yahh..tidak tau, itu benar-benar misterius bukan?! Gedung tinggi itu tiba-tiba runtuh seperti tertimpa meteor."


"Tidak hanya itu, bawahannya juga dibunuh sampai kepalanya terputus lalu dibakar hingga tidak ada sedikitpun tersisa."


"Ooh! Dan lagi mengerikan adalah, Yeon-dul Mang...dia di tembak tewas hingga otaknya hancur. Padahal dia di rawat rumah sakit dan tempatnya tiba-tiba meledak seolah jebakan sudah disiapkan di sana."


Mendengar cerita panjang dari Mika, Ye-jin mengerutkan matanya sedikit gemetar seolah insiden itu sangatlah mengerikan karena seluruh bawahan MC itu telah di sapu bersih.


"Kalau boleh tau, siapa pelakunya?"


"Kasus insiden itu sudah lama di tutup karena tidak ada bukti yang menunjukkan pembunuhan, ini kasus pengunduran diri."


Tidak ada sedikit informasi mengenai pembunuhan, beberapa detektif menyerah dan membuat keputusan kasus itu adalah pengunduran diri.


"Tapi, itu tidak mungkin. Mereka tertembak mati sampai mayatnya dibakar, itu artinya seseorang melakukannya. Apa seorang mengkhianatinya? Bagaimana dengan Sewon?"


Mika menghela kecil, "bukankah aku sudah bilang semua bawahannya dibunuh termasuk pemimpinnya."


Ye-jin terdiam sesaat, dia menggigit bibir dan merasa ada yang aneh.


Seseorang melakukannya seperti kemarahan binatang liar berapi-api.


Mata Mika tertangkap dua orang familiar masuk ke restorannya.


"Oh, bukankah itu...tuan Ju dan sekretarisnya?"


Ye-jin menoleh ke belakangnya, matanya melotot kecil melihat mereka juga mampir ke restoran ini.


"Ini gawat."


Melihat kehadiran suaminya bersama sekretaris Mijoo, Ye-jin sebenarnya tertekan kedekatan mereka begitu akrab.


"Apanya gawat? Bukankah nona Hong seharusnya bergabung?" Heran Mijo.


Ye-jin segera berbalik menyembunyikan wajahnya,


"Untuk saat ini tidak dulu, aku ingin mengamatinya terutama si kucing hitam bermata singa itu."


Mika kaget lagi, ketika Ye-jin memanggil julukan itu.


"Heh? D-dari mana nona tau itu?"


Itu membuatnya penasaran siapa nona Hong ini, bagaimana bisa dia setahu ini?


Ye-jin menyela pertanyaan tidak masuk akal itu, salah satu tangannya mengambil kacamata menempel di atas rambut Mika.


"Pinjam kacamata hitammu."


Lalu mengenakannya, Mika hanya terdiam bingung melihat Ye-jin buru-buru.


"Heh?"


"Menyingkirlah, kehadiranmu akan membuat identitas ku ketahuan." Tegur Ye-jin dingin.


"Heh?"


"Jika kau membocorkannya, tangan ku tak segan mencengkram erat ke lehermu menembus tenggorokkan mu."


Menatap bola mata Ye-jin seperti sebilah pisau menusuk mata Mika, sekujur tubuhnya langsung gemetar takut.


"Ehrr..ba-baik!"


Dia langsung lari ketakutan, Ye-jin tidak begitu peduli. Dia tetap tenang di tempat duduk membuka lembaran koran dan membiarkan Mijoo bersama suaminya


Kebetulan sekali, suaminya duduk di belakang tempat duduknya. Hampir berdekatan, Ye-jin masih memasang ketenangannya agar dapat mendengar apa yang mereia bicarakan.


Terutama Mijoo.


"Mari ku lihat, apa yang sebenarnya direncanakan si kucing hitam bermata singa ini..."


********


.

__ADS_1


__ADS_2