ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
EPISODE 9


__ADS_3

"Hari pertama sebagai Hong Ye Jin.."



"Wahhh, penampilan nona Hong seperti orang baru yahhh." Kata bibi Ning.


Dia begitu bahagia melihat penampilan ku berbeda.


"Bibi hampir tidak mengenalimu." Sambungnya tersenyum.


Aku masih tak mempercayainya.


Bibi mendorong badan ku menatap cermin panjang di hadapan ku.


"Coba liat."


Aku terkejut, "huh?"


"Ini...aku?"


Bibi mengiyakannya. "Tuan Ju pasti senang melihat penampilanmu seperti ini."


Aku tak percaya penampilan ku yang berbeda ini tampak begitu indah nan rapi. Tapi make up ku sedikit memancarkan aura dingin, aku khawatir sikap ku jadi canggung.


Mengenakan jas hitam dan bercelana membuat ku nyaman daripada mengenakan rok pendek.


Sepertinya ini cocok.


"Oiya, satu lagi." Sahut bibi.


Dia bergegas mengambil sesuatu di laci meja samping kasur ku.


"Lipstik?" Heran ku.


"Kau harus memakainya."


"Tapi, warna lipstiknya menor banget."


Aku tidak punya pilihan lain menggunakan lipstik maroon warna yang begitu dark nan menor.


Wajah ku kaku melihat bibir ku berwarna. Huh?


"Aku seperti penjahat saja ya..." Gumam ku.


Bahkan sulit bagaimana perasaan ku saat ini menatap diri ku.



Tuan Ju sudah menunggu ku di depan tangga, begitu langkah ku terdengar dekat menghampirinya. Kepalanya perlahan terangkat dan mulai menatap sepatu hak ku hingga ke atas.


Wajahnya terpana dan terdiam menatap ku.


Aku sudah berdiri dihadapannya, matanya masih tak berkedip menatap ku.


"Tuan Ju baik-baik saja?"


Dia masih tak berkutip, salah tangan ku menepuk bahunya perlahan. Dia akhirnya tersadar dan matanya berlari ke arah lain.


Kemudian menulis sesuatu.


(Kau sangat berbeda hari ini, ku rasa itu sempurna untukmu.)


Entah kenapa aku tersipu malu mendengar pujian itu.


"Uhm...sebenarnya kita akan kemana?" Tanya ku.


Dia juga mengenakan setelan jas yang begitu rapi, aura ketampanannya juga terlihat termasuk sifat hati nuraninya.


Astaga, pria ini seperti bayi.


(Hari ini, aku sedang ada rapat departemen asosiasi dan aku membutuhkan orang sepertimu untuk mewakili ku.)


Mata ku melotot kaget, "What?"


Aku jadi gagap ingin menolak untuk mewakilinya.


"Tapi...itu mustahil...u-untukku,...aku-"


(Aku sudah menyiapkan kertas presentasinya untukmu, jadi kau hanya membacanya saja.)

__ADS_1


"Huh?"


(Saat ini aku sangat butuh bantuanmu, apa kau tidak keberatan nona Hong?)


Aku duduk berjongkok dan menatap serius wajahnya,


"Aku...akan berusaha membantumu." Jawab ku.


Dia menyentuh salah satu tangan ku, kehangatan tangannya itu dapat menurunkan ketegangan ku hingga aku benar-benar tenang.


Tuan Ju seperti hotpack ku.


(Yang kau lakukan adalah menjadi suara ku.)


Aku tidak tau apa tujuan sebenarnya menginginkan ku hingga wajah itu masih terukir kesedihan. Aku juga tak bisa menolak bantuan setampan dia.


Karena dia adalah pria yang baik.


Dan itu bukan berarti aku menyukainya baik itu mempercayainya. Aku hanya menjalani kewajiban ku saja.


Hari pertama sebagai Hong Ye Jin baru saja di mulai.....


******


"Jangan ganggu singa yang tertidur...."


Kalian masih ingat alasan aku memberi karakter sebagai Hong Ye Jin padanya ?


Karena aku tidak ingin dia dalam bahaya seperti ku. Itu berarti aku ingin membantunya.


Untuk sementara ini, terciptalah karakter Hong Ye Jin. Tetapi aku sedikit tidak nyaman mengatakannya...


Bahwa karakter asli dari Saori Hayaka sangat cepat tenggelam...


Setiba di perusahaan Departemen Asosiasi Nasionalisme, kami masih punya waktu setengah jam lagi rapatnya dimulai.


"Apa yang harus aku lakukan, Tuan Ju ?" Tanya Nona Hong.


(Ini dokumen presentasinya yang ku bilang tadi.) Aku memberi dokumen berbalut hitam.


Dia menerimanya dengan cemas, aku tau, akan sangat menegangkan bila pertama kali melakukannya.


Dia menarik nafas sedalam-dalamnya lalu menghembuskannya. Kemudian, perlahan membuka dokumennya lalu mencoba memahaminya.


(Waktumu hanya tersisa 25 menit.)


Matanya melotot menatap ku,  "apa?"


(Maaf, harusnya aku memberimu lebih awal. Tapi aku sedikit tidak nyaman melihatmu kelelahan semalaman.)


"Tidak apa-apa, aku mengerti kok."


Seiring waktu berjalan, akhirnya rapat yang menegangkan nona Hong itu telah dimulai. Aku juga khawatir karena orang-orang itu menatap kami, terutama aku yang duduk di kursi roda dengan kondisi yang cacat.


"Tuan Ju benar-benar hadir?"


Aku sangat tau bahwa mereka yang menghadiri rapat ini adalah orang yang ingin menjatuhkan ku.


"Sepertinya ada banyak serigala di sini, tapi buat apa takut..." Ucap Nona Hong.


Mereka sedikit kesal mendengar nada dingin nona Hong yang begitu berani.


"Siapa wanita itu?"


"Apa dia asistennya?"


"Mungkin sekretarisnya kali."


Kami masuk dan menempatkan tempat duduk bersebelahan.


Dan lagi, si rubah licik juga tak mau kalah absen dari rapat ini. Kali ini dia hadir bersama sekretaris kesayangannya.


"Nona Ying, apa yang terjadi dengan dahi anda?"


Aku hampir melupakan insiden semalam, Ying Xi terluka menerima karma akibat melukai orang lain.


Ku rasa dia begitu memalukan karena luka itu akan meninggalkan bekas di dahinya.


Bibir ku hampir gerak tertawa, aku hanya menunduk kepala ku. Sementara nona Hong hanya menyaksikan dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


Dia sangat keren memerankan karakternya.


Ying xi menatap kami dengan kesal, tapi kira-kira dia mengenal nona Hong bukan ?


"Bisakah rapat ini dimulai ? Saya tidak ingin membuang waktu hanya karena mendengar omong kosong di sini." Sahut nona Hong.


Semuanya menatapnya karena dia berwajah baru di sini.


"Anda ini siapa ?"


Tatapan mereka begitu mengerikan, tapi yang lebih mengerikan adalah tatapan nona Hong mengarah mereka.


Seseorang pun hadir menyelamatkan suasana pertempuran ini.


"Maaf, bisakah rapatnya dimulai ?"  Itu suara ketua Departemen.


Rapat pun dimulai, nona Hong tak sedikit pun melakukan kesalahan dalam melakukan presentasi yang ku berikan. Dia begitu ahli dalam memegang tanggung jawab.


Bahkan orang-orang tak bisa kritik atau melawan wanita setangguh nona Hong.


Dia benar-benar berbeda hari ini.


Ku pikir itu mustahil baginya dalam memerankan karakternya.


Orang-orang pun akhirnya bubar dengan keluhan kesal karena ketua departemen sangat tertarik bisnis yang di presentasikan oleh nona Hong tadi.


"Boleh saya tahu, anda ini siapa..?" Tanya Ketua Departemen.


"Anda cukup memanggilnya nona Hong." Jawab Hong dengan nada dinginnya.


"Apa itu berarti nona Hong adalah pemimpin perusahaan tuan Ju?"


"Bisa dibilang begitu, pak."


"Panggil saja tuan Jwi, presentasi anda sangat bagus dan membuat saya tertarik dan penasaran apa yang anda ingin lakukan."


"Itu rencana Tuan Ju, saya hanya juru bicaranya, tuan Jwi."


Tuan Jwi sedikit heran ke arah ku, dia tau kondisi ku yang cacat ini mustahil menjalani perusahaan.


Termasuk orang juga berpendapat seperti itu.


Dia jadi bingung,


"Kalau begitu...mohon kerjasamanya nona Hong." Sambil mengulurkan tangannya pada nona Hong.


Nona Hong hanya menatap tangan itu lalu matanya ke arah tuan Jwi, kemudian bibirnya tersenyum sinis.


"Aku sangat tidak cocok menerima salamanmu, tuan Jwi."


Kemudian pergi bersama ku meninggalkan ruangan itu.


Tuan Jwi dibuat diam oleh sikap nona Hong begitu dingin.


"Astaga...ratu es benar-benar ada ya, aigooooo merinding guaaaaa."


Akhirnya nona Hong dapat bernafas lega setelah melewati rasa tegangnya.


"Allahu akbar...kakiku hampir copot tadiiii.."


Saking leganya, dia mencari toilet.


"Uhm...aku ke toilet."


Wanita itu kalau udah gemetar atau gugup pasti mikirnya ke toilet dulu, iya gak?


Aku menunggunya, namun yang mengganggu ku lagi adalah kehadiran Ying Xi.


Kali ini dia sangat marah.


"Apa-apaan ini?!" Serunya membuang beberapa kertas ke arah ku.


Aku baru ingat, bahwa aku telah memberikan padanya sertifikat perusahaan ku yang palsu.


"Kau ingin membodohi ku ya!"


Bibir ku tersenyum sinis,  (rasakan itu)


*******

__ADS_1


__ADS_2