
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Heran Yeon-dul.
Ketakutan Ye-jin sudah mencapai batas, kedua kakinya hampir dibuat lemas. Untungnya, Yong-suk menggenggam tangan istrinya.
Ye-jin sangat lega ketakutannya sudah pergi, keadaanya tampak mulai tenang. Dia menatap dingin ke arah Yeon-dul.
"Kau tidak tau siapa aku, hah?"
"Siapa?" Santai Ye-jin.
"Kau benar-benar tidak tau, Yeon-dul Mang adalah master King Contraction."
Ye-jin hanya biasa saja mendengarnya, "aku tidak pernah tertarik dengan nama itu apalagi mendengarnya."
Yeon-dul sempat memperhatikan Yong-suk dan Ma-roo di samping Ye-jin.
"ku dengar kalian dari perusahan Cell yang mencoba ambil alih keuntungan ku, katakan dimana pemimpin kalian?"
"Aku." Sahut Ye-jin,
Dia maju kehadapan Yeon-dul, tapi kali ini tatapannya jauh lebih mengerikan. Yeon-dul sempat dibuat ngeri liatnya, dan setelah itu bibir tersenyum jahat menatap Ye-jin.
"Jadi kau..., orangnya?"
"Hong Ye-Jin." Singkat Ye-jin.
"Astaga tatapanmu sangat dingin, tapi...aku menyukainya karena sangat cocok dijadikan bawahan ku."
"Kalau bisa...mau bergabung dengan ku?"Saran Yeon-dul.
Ye-jin sangat jijik mendengar tawaran Yeon-dul, tentu saja dia tak begitu mudah menerima tawarannya.
"Kau pikir hanya tempatmu saja yang bisa menghasilkan uang banyak, aku juga bisa menghasilkan uang sendiri yang halal..."
"...bukan seperti uangmu yang haram." Ucap Ye-jin.
Yeon-dul tersinggung dan merasa kesal pada omongan Ye-jin sangat berani melawan.
"nyalimu berani juga yahh."
Ye-jin sengaja menarik Yong-suk ke sampingnya, lalu memperkenalkannya.
__ADS_1
"Nyali ku emang berani, karena...keberanian ku berasal dari suami ku, Ju Yong-suk."
Yong-suk dibuat terkejut mendengar Ye-jin mengakui dia suaminya. Hingga wajahnya sedikit memerah,
Dan Yeon-dul juga terkejut mengetahui nama pria itu disamping Ye-jin, setelah itu dia tertawa mengejek.
"Hahahahahahahahahah....astaga ini memalukan sekali."
Ye-jin heran mengapa pria iblis itu menertawainya.
"Aku tidak menyangka bahwa gadis sepertimu adalah istri dari boneka rusak itu, bwahahahahahahaha...." Sambung Yeon-dul masih tertawa.
Mendengar dua kata tersebut, "boneka rusak" Itu jelas menyakiti perasaan Yong-suk karena pernah mengalaminya dan sampai sekarang harga dirinya masih dianggap tidak berguna.
Ma-roo juga kesal, tangannya mengepal ingin memukul wajah pria itu. Dia tak tega mendengar Yong-suk diejek apalagi dihina dan dianggap boneka rusak.
"Hei lihat dulu dirimu, tuan Yeon-dul Mang." Sahut Ye-jin.
"kehadiranmu jauh lebih busuk, aku khawatir bau busuk darimu ini mencemari tempat ini jadi lebih kotor."
Perkataan Ye-jin sudah keterlaluan mengejek Yeon-dul, anak buahnya saja marah dan ingin segera menghukumnya.
"Jaga mulutmu, nona Hong!" Seru Sewon.
Suasana jadi tegang, terutama Yeon-dul terdiam dan heran bagaimana bisa wanita itu menanyakan hal itu. Seolah dia tau keburukan Yeon-dul.
Tampaknya Ye-jin harus diwaspadai.
"Ayo pergi!" Perintah tuan Yeon-dul angkat kaki dari tempat itu.
Melihat para mafia pergi dan mobilnya sudah tiada lagi, Meri dan Mika sangat lega.
"Syukurlah, mereka akhirnya pergi." Lega Meri.
"Ini kedua kalinya jiwa ku hampir melayang." Kata Mika jatuh lemas.
"Jangan senang dulu, perusahaan king contraction tidak akan segampang itu menyerah begitu saja." Kata Ma-roo.
Omongan Ye-jin menang telak! Tak ada yang berani melawannya.
Tapi, Yong-suk masih menatap istrinya dan penasaran apa yang dimaksud pertanyaan Ye-jin tadi.
__ADS_1
"Apa dia mengenalnya?" Batin Yong-suk.
Ye-jin menghela nafas panjang dan lega setelah melewati rasa takutnya, jika Yong-suk tidak menggenggam tangannya tadi. Ye-jin sudah K O.
"Terima kasih, berkatmu...aku jadi lebih berani." Ucapnya tersenyum.
Raut senyum Ye-jin hilang kembali setelah sadar raut wajah suaminya datar dan ingin tau apa yang dimaksud pertanyaannya tadi.
Ye-jin langsung menepis dingin tangannya,
"u-uhm...aku lapar, tolong siapkan makanannya." Pintanya.
"baik!" Serentak dua saudara itu berlari masuk menyiapkan makan siang.
Ye-jin terpaksa menghindar karena tak ingin Yong-suk tau masalalunya yanga pahit nan kejam.
Untuk saat ini, "aku mau makan...."
Dia masuk duluan dan meninggalkan Yong-suk d,an Ma-roo di luar.
"Ada apa tuan?" Tanya Ma-roo heran melihat Yong-suk masih berdiam di tempat.
Yong-suk menulis, (kau ingat...pertanyaan yang dikatakan nona Hong tadi?)
Ma-roo coba ingat kembali.
"Maksud tuan, nona Hong menanyakan berapa banyak wanita dibunuh tuan Yeon-dul...,
Jujur, aku menganggap itu hanya candaan. Tapi herannya, tuan Yeon-dul tiba-tiba ketakutan."
(Itu yang membuat ku penasaran, sepertinya nona Hong mengenalnya)
Ma-roo menepuk bahu tuannya.
"Sepertinya tuan harus cari tahu...karena tuan adalah suaminya." Ucapnya tak ingin terlibat.
Yong-suk jadi sebel. (Bilang saja kau tidak mau membantu ku berurusan dengannya.)
Hehehehehe... Ma-roo hanya mampu tertawa pahit.
"maaf tuan."
__ADS_1
*********