
Perusahaan Entertaiment Cell.
Adalah perusahaan terbaik diberbagai negara karena memegang beberapa agensi untuk mendukung karya seni para generasi, tidak hanya itu...
Entertaiment Cell juga merupakan perusahaan yang memiliki hak tinggi memberi perlindungan pada toko kecil yang layak dilindungi.
Sebelumnya perusahaan itu dipegang oleh kakeknya tuan Ju, setelah wafat dia telah memberikan pada cucunya dibanding keluarga ju yang memperlakukan Yong-suk seperti bonekanya.
Ketika langkah Ye-jin sudah dihadapan tempat itu, sangat mengejutkan bangunan perusahaan itu begitu besar nan tinggi.
Dan lagi mengejutkannya adalah beberapa pengawal dari perusahaan itu menjemputnya bersama Yong-suk san Ma-roo.
"Woaowwhh..." Mata Ye-jin terbuka melotot.
"Apa ini pertama kali bagi nona Hong?" Tanya Ma-roo itu sempat memperhatikan Ye-jin melotot.
Ye-jin membenarkannya.
Para pengawal yang menyambut kedatangan tuan Ju Yong-suk, mereka terkejut melihat sosok tuan yang akhirnya dapat berjalan lagi.
"Selamat pagi tuan Ju." Sapa mereka.
Yong-suk hanya menunduk kepala sebagai sapaannya.
Mereka mengerti, meskipun tuan ju sudah dapat berjalan tapi suaranya masih belum kembali.
Biar bagaimana pun itu, mereka lega. Dan yang lebih menarik perhatian mereka adalah sosok wanita es berdiri di samping Yong-suk.
Tentu saja mereka penasaran, siapa wanita itu bersama dengan Yong-suk.
Ye-jin hanya menundukkan kepala sebagai sapaan juga pada para pengawalnya.
Sementara Ma-roo sebagai pengawal pribadi Yong-suk hanya menunggu diluar, karena Ye-jin sudah bersama Yong-suk. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.
"Semangat nona Hong."
Akan tetapi para cowo sebagai pengawal itu terobos menghampiri Ma-roo, lalu menanyakan siapa wanita tadi.
"Wehh!, siapa wanita tadi bersama tuan Ju?"
"Apa dia pengawal barunya? Kekasihnya? Atau...."
"...Selingkuhannya?!"
Ma-roo jadi kesal pada mereka yang bertanya-tanya.
"sejak kapan tuan Ju selingkuh, hah?"
Saat Ye-jin dan Yong-suk masuk, semua orang menatap mereka, ada yang kagum oleh ketampanan Yong-suk,
"kyaaaa! Tuan Ju kembali lagi, aku akan bersemangat hari ini!!"
"Aku setuju, keberuntungan selalu ada pada tuan Ju."
ada juga yang lega kegirangan dapat melihatnya berjalan lagi,
"Syukurlah, lega banget dahhh tuan Ju akhirnya dapat berjalan lagi."
"Selamat tuan!"
Dan. . . .
Ada yang penasaran sosok Ye-jin menempel di samping Yong-suk.
"Siapa wanita itu?"
__ADS_1
"Ini pertama kalinya tuan Ju mengajak wanita."
"Apa dia kekasihnya?"
"Tidak mungkin, wanita sepertinya sangatlah cocok jadi wanita rendahan."
"Kau benar, semua wanita itu sangat mengimpikan harta kekayaan."
Ye-jin mendengar apa yang mereka katakan dibelakangnya. Dia tampak tertekan karena hal itu mengingatkan dirinya direndahkan.
Juga berusaha tidak mempedulikannya dengan wajah dinginnya.
Yong-suk juga sadar menatap istrinya tertekan, perlahan tangannya meraih tangan istrinya kemudian menggenggam dengan masuk ke saku celananya.
Ye-jin terkejut menatap tangannya digenggam suaminya.
Kehangatannya terasa sekali, membuat Ye-jin tenang dan tersipu malu.
Namun, mereka yang menyaksikannya tampak begitu heboh nan marah.
"What? Apa itu tadi?!"
"Tuan Ju menggenggam tangan wanita itu? What?? Aku tidak percaya ini."
"Astaga, apaan itu? Hatiku sakit sekali melihatnya, siapa wanita itu sebenarnya? Berani sekali dia main terobos yah!"
"Sepertinya kita harus cari tau, siapa wanita itu?"
Mereka pada mendidih setelah menonton drama roman tapi bikinnya greget banget.
Ye-jin dan Yong-suk sudah berada di kantor, keduanya langsung menepis tangan setelah melewati hal tadi.
"Ahhh...Tadi itu benar-benar memalukan." Batin Yong-suk sangat malu pada tingkah lakunya.
Hingga keduanya jadi canggung.
Seseorang hadir menemui Yong-suk, yaitu seorang sekretaris yang sangat dipercayainya.
"Maaf mengganggu tuan ju-" Itu suara Mijoo tampak terkejut,
Melihat wanita asing datang ke kantor.
"Astaga, siapa dia?!"
Ye-jin juga terkejut bertemu dengannya, sepertinya dia mengenalnya.
Yah, Mi-joo juga merupakan murid satu sekolahnya SMA.
"Yona Mi-joo...kan?" Tebak Ye-jin.
"Apa? Kau mengenali ku?" Heran Mi-joo.
Ye-jin hanya menggeleng kepala dan menegaskan dia tidak kenal dengan wanita seperti Mi-joo yang juga pernah mengkhianati Ye-jin.
"Ahhh, aku hanya melihat namamu di pin jas mu." Jawab Ye-jin tersenyum.
Lalu, dia juga memperkenalkan diri dengan senyum sinisnya dihadapan Mi-joo.
"Aku Hong Ye-jin yang akan membantu perusahaan ini."
Mi-joo kaget, "what? Apa itu benar tuan Ju?" Dia coba memastikan dari Yong-suk.
Yong-suk menjawabnya dengan menulis sesuatu di kertas.
(Dia orang terpenting ku.)
__ADS_1
Ye-jin perlahan mendekat lalu berbisik di samping suaminya.
"Kau memiliki orang-orang yang berisik di kantormu, apa kau tidak bisa membedakan mana ular dan ulat itu?"
(Mempertemukan ular dan ulat itu sangat menyenangkan.)
Melihat jawaban itu, Ye-jin langsung jaga jarak dengan suaminya.
"Keduanya merupakan hal sensitif bagi ku." Ucapnya merasa geli.
Yong-suk hampir dibuat tawa oleh ucapan istrinya
(Ada apa kau kemari?) yong-suk bertanya pada Mi-joo masih berdiri di sana.
"Tuan Ju sebagai CEO di undang ke pesta besok malam."
Mijoo memberikan kartu undangan warna emas pada Yong-suk.
Mata Ye-jin melotot kaget melihat kartu undangam warna gold.
"Bukankah itu...undangan tingkat atas?" Tebaknya.
Yong-suk melihat isi kartunya, di sana tulisan "Crown World"
Kartu itu berasal dari sosok mahkota dunia yang mengundangnya ke pesta besar itu besok malam.
(Aku akan menghadiri bersama nona Hong.)
Mijoo sedikit iri Yong-suk mengajak Ye-jin dibanding dirinya, walaupun ini pertama kali bagi Yong-suk menerima undangan setelah menolak berturut-turut tahun undangan apapun.
"Saya sarankan tuan Ju perlu berhati-hati dengan orang yang baru dikenal."
Yong-suk mengerti, Mi-joo adalah wanita yang lumayan sensitif terhadap orang di sekitar Yong-suk. Tapi, dia tak punya pilihan memberitahu siapa Ye-jin sebenarnya.
(Maaf, tapi nona Hong adalah istri ku.)
Mi-joo terkejut dan tak percaya Ye-jin adalah istri dari tuan Ju. Dia bahkan tidak melihat cincin pernikahan dijari manis mereka.
"Tuan bercanda, ya?"
Ye-jin sempat memperhatikan jari tangannya tanpa cincin pernikahannya.
"Sebenarnya aku tidak begitu siap dengan cincin pernikahan yang segera menempel di jari manis ku, bahkan aku juga tak siap seranjang dengan Yong-suk...."
"Aku masih ragu keyakinannya." Batinnya tampak sayu sejenak ke arah suaminya.
(Mungkin ini terburu-buru, jadi aku masih belum menyiapkan apa-apa kecuali formulir.)
Setelah melihat jawaban Yong-suk, Mi-joo sepertinya patah hati. Dia mencoba untuk tegar dan berusaha tidak terlihat sisi lemahnya, namun Ye-jin bisa menebak gerak-gerik matanya.
"Kalau begitu....selamat tuan."
Dia hanya menunduk kepala dengan ucapan selamat, kemudian pamit dengan senyum pahitnya.
Yong-suk tidak begitu memperhatikannya, tapi Ye-jin mencurigai Mi-joo.
"Kenapa dia tak sebahagia itu?..."
"Apa dia...memiliki perasaan dengan Yong-suk?" Batin Ye-jin.
Saat keluar dari kantor tuan Ju, Mi-joo tertunduk sedih dan merasa hatinya sudah hancur mendengar Ye-jin adalah sosok wanita yang merupakan istri dari Tuan Ju.
"Padahal aku juga memiliki perasaan padamu, tuan..." Sedihnya.
*******
__ADS_1