
"gadis serakah sepertimu akan jatuh terlebih dahulu." Ye-jin
Saat Mika membuka restorannya, dia sangat terkejut melihat sosok Ye-jin duduk di depan itu sedang menunggu restoran ini dibuka.
Mika menghampirinya,
"Kau mengejutkan ku!"
"Apa yang kau lakukan di sini, nona Hong?"
Tatapan Ye-jin tampak sayu dan tak punya mood bagus menjawab pertanyaan Mika. Dia hanya menatap Mika,
"Tolong siapkan sarapan untukku." Pintanya.
Mika heran. "Huh?"
Ye-jin bangkit dari tempat duduknya lalu masuk begitu saja, Mika sangat ingin protes atas sikap Ye-jin begitu santai dan menganggap restoran itu adalah miliknya.
"Haiishh, wanita itu yaaa..dia pikir ini restorannya apa?!" Gerutu Mika.
Kepala Ye-jin muncul dan menatap Mika, "aku mendengarmu."
Mika keciduk itu segera membungkuk minta maaf. "Tolong maafkan saya nona Hong."
Dia segera masuk dan menyiapkan sarapan untuk Ye-jin.
Sarapan sudah siap di sajikan di meja, Ye-jin dengan lahap itu menikmatinya. Meri dan Mika heran menatap wanita itu terlihat kelaparan.
"Apa yang terjadi dengannya?" Bisik Meri.
"Aku tidak tau, tapi...dia ke sini sendirian, apa tuan ju tau hal ini ya?" Jawab Mika.
Ye-jin mendengarnya, "jangan memberitahunya." Tegurnya.
Kedua saudara itu terkejut, "heh?"
Mereka heran, ada apa dengan wanita itu.
Ketika Ye-jin selesai menikmati sarapannya, dia membayarnya dengan uang. Namun dua saudara itu menolak.
"Kenapa?" Tanya Ye-jin.
"Sebagai istri tuan Ju, kami sangat menghormatinya karena sudah membantu kami sebelumnya."
"Anggap saja ini rezeki kalian." Dingin Ye-jin menaruh uangnya di meja lalu pergi.
Saat meninggalkan restoran Channi, langkah Ye-jin terdiam melihat sosok Ying-xi bersama para bodyguardnya.
"Ara...kita bertemu lagi, nona Hong Ye-jin." Sapa Ying-xi
Ye-jin hanya menatap dingin dan berniat pergi tidak ingin ikut mengganggu.
"Kau tidak punya telinga apa, kucing belang!" Seru Ying-xi.
Mendengar perkataan itu, lantas mengingatkan Ye-jin saat di buli abis-abisan oleh si ratu cantik Ying-xi bangku SMA.
Ye-jin menoleh ke belakang dan menatap Ying-xi masih memiliki wajah iblis yang sama.
Bibirnya tersenyum sinis, "setidaknya perhatikan dirimu saat ini, kau ini si dua iblis lebih dari ku." Ucapnya.
Ying-xi mendekat kehadapan Ye-jin.
"Apa kau kemari juga ingin melengserkan toko di wilayah ini?" Tanya Ye-jin.
__ADS_1
"Nona Hong tidak berhak ikut campur."
"Tetapi kau terlihat seperti mencoba menyereti ku urusanmu." Balas Ye-jin.
Ying-xi dibuat tak berkutip sejenak.
Meri dan Mika diam-diam mengintip dua wanita itu sepertinya mulai berdebat.
"Gimana ini? Apa kita harus melaporkannya pada tuan Ju?" Cemas Meri.
"Tapi nona Hong melarang kita memberitahunya." Jawab Mika.
"Apa sebaiknya kabari saja pada pengawalnya tuan Ju?" Saran Meri.
"Maksudmu, tuan Ma-roo?"
Mika tidak punya pilihan lain melaporkannya pada Ma-roo.
"Cepat atau lambat siapapun yang masih mempertahankan toko di wilayah ini akan segera dilengserkan!" seru Ying-xi.
"Apa kau tidak punya belas kasih? Memperlakukan orang-orang di sini seperti semut."
"Ya itu benar, mereka hanyalah para semut yang menumpang di wilayah ini."
Ying-xi mulai berani melawan Ye-jin.
"Cih!" Ye-jin sedikit kesal, dengan pintarnya dia memainkan tangannya yang cepat memukul perut Ying-xi.
"Aghh! Haaiiisshhhh... Hei! kau sialan!!!"
Melihat nona besar terjatuh, para pengawalnya sigap membantunya. Kemudian Ying-xi memerintahkan mereka untuk menyerang wanita biadab itu.
"Serang wanita tiada sopannya itu!"
Mereka kalah telak.
Kedua saudara itu melongo sambil menepuk tangannya melihat keberanian Ye-jin.
"Woahhh...wanita seperti apa dia?" Ucap Meri.
"Dia seperti ksatria putri." Sambung Mika.
Padahal sebelumnya Ye-jin lemah menghadapi para mafia, itu karena dia sakit dan tak kuat mengendalikan kekuatan tubuhnya.
"Dengar baik-baik nona Ying-xi, aku tidak tau apa pekerjaanmu sampai kau bersikap angkuh seperti ini...ini cukup mengkhawatirkan ku.." Ucap Ye-jin menatap Ying-xi masih terjatuh.
"...aku khawatir wanita seangkuh nan serakah sepertimu akan jatuh lebih dahulu."
Tatapannya jadi lebih tajam, "tidak hanya itu..."
"...kau bahkan duluan dikhianati." Sambung Ye-jin kemudian meninggalkan tempat itu.
Para pengawalnya yang kalah telak itu membantu Ying-xi bangkit, setelah itu mereka pergi.
Meri dan Mika lega dapat melihat ketakutan mereka itu sudah pergi.
Biar bagaimana pun penjahat melakukan apapun itu menyingkirkan hal yang menghalanginya.
Mobil tuan Ju muncul setelah keributan selesai dari tadi, kedua pria itu menampakkan diri, lalu segera masuk ke restoran menemui Ye-jin.
Sayangnya mereka terlambat, Ye-jin sudah dari tadi pergi.
(Apa benar nona Ying kemari?) tanya Yong-suk.
Kedua saudara itu membenarkannya, lalu menceritakan Ye-jin yang mengalahkan para bodyguardnya Ying dengan pukulan hebatnya.
__ADS_1
Ma-roo baru tau kalau Ye-jin pintar bertarung.
"Ahh, dia sebenarnya tidak pintar bertarung tapi pintar memukul." Ucap Mika.
Dua pria itu terdiam tanpa kata.
< • • • • >
"Bukankah pukulan dan tarungan artinya sama yah?" Tebak Ma-roo.
"Itu beda." Balas Meri.
"Heh?" Heran Ma-roo.
"Apa tuan Ju dan nona Hong sedang bertengkar ya?" Tanya Mika.
Ma-roo menyela dan menjawab, "yah kagaklah, nona Hong hanya bosan. Jadi dia sedikit membuat kami khawatir."
Kedua pria itu tidak ingin menceritakan apa yang terjadi hubungan Yong-suk dan Ye-jin.
(Ma-roo, bisakah kau memberikan kunci mobilnya? Aku akan mencarinya.) pinta Yong-suk.
Ma-roo sangat mengerti bagaimana perasaan tuannya, dia memberikannya.
"Tolong temukan dia, lalu selesaikan semuanya." Dukungnya.
Yong-suk menerimanya, kemudian pamit mencari Ye-jin.
Dia sudah menyakinkan diri akan menceritakan pada Ye-jin yang sebenarnya tentang ayah Ye-jin dan termasuk insiden 2 tahun lalu.
*******
.
.
.
.
.
.
astaga, nona Hong sangat seram yah. dia seperti penyihir.
"jaga mulutmu!" tegur Ye-jin.
maafkan aku nona Hong, tapi karaktermu sangat dingin.
bisakah Yong-suk membantu ku untuk melelehkannya?
"aku bukan es." tegur Ye-jin lagi.
sisi dinginnya membuat ku takut berhadapan dengannya.
"uhm...maaf, emosi ku hilang kendali. upssss."
"tapi jangan lupa tinggalkan pendapatmu di kolom komentar." sambung Ye-jin.
biar bagaimana pun itu nona Hong sangat baik loo.
tinggalkan jejakmu dan jadikan favoritmu biar kagak ketinggalan. terima kasihhhhhh😁😁😁😁😁😁
__ADS_1