ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 21


__ADS_3

"Terkadang hidup juga egois.."




Ini sudah hari ketiga, Ye-jin belum damai dengan Yong-suk. Sangat sulit menghadapinya jika harus berhadapan dengan Yong-suk.


Setiap bertemu Yong-suk, memori itu kembali menghantui Ye-jin.


Mulai pagi hingga siang, bibi Ning tidak pernah menyerah menunggu Ye-jin keluar dari pintu kamarnya.


Akhirnya pintu itu terbuka dan menampakkan sosok Ye-jin, wajahnya sedikit pucat dan matanya merah membengkak karena sudah menangis.


"Syukurlah nona Hong mau membuka pintunya."


Bibi sungguh khawatir kondisi Ye-jin masih berantakan.


"maafkan aku bi." Ucap Ye-jin.


Dia sudah tak sopan karena mengurung diri di kamar sampai membuat bibi Ning menunggunya keluar.


"Tidak apa-apa, tapi kau baik-baik saja...?"


Bibir Ye-jin mulai gemetar, apa dia harus berkata jujur atau berbohong. Dia meragukan keputusannya.


Bibi mencoba menenangkan Ye-jin, "apa setidaknya kau sedikit terbuka? Aku juga wanita loo." Ucapnya.


Kedua mata Ye-jin tampak kaku, kemudian menatap bibi yang siap mendengarkan Ye-jin. Perlahan bibi memeluknya dan mengusap lembut bahunya.


"Ma-maafkan aku bi..." Ucap Ye-jin.


"Aku...hiksss...aku tidak baik-baik saja."


Dia menangis tersedu di pelukan bibi.


"Nona Hong bahkan terlihat berantakan sekali." Balas bibi.


Ye-jin perlahan terbuka pada bibi, dia menceritakan masa pembuliannya di bangku SD-SMP-SMA hingga putus sekolah sederajat.


Sampai keluarganya mengusirnya kecuali ayahnya. Bibi sangat mengasihaninya dan merasa Ye-jin sudah terlali banyak menghadapi masa sulit dalam hidupnya.


"Lalu apa yang membuatmu marah dengan tuan Ju?" Tanya bibi.


"Aku tidak menyadari Yong-suk adalah tuan Yong di insiden itu. Hal itu adalah puncak trauma ku, aku..."


...aku sangat takut bertemu dengannya."


Bibi mulai mengerti, dia menasehatinya.


"Kau terus berusaha melarikan diri, tapi mimpi buruk itu akan terus mengejarmu.. Yang perlu kau lakukan, jangan bertingkah seperti orang yang pengecut."

__ADS_1


Memang benar, selama ini Ye-jin tidak ingin terlibat dengan mengorbankan rasa sakit yang ada dibenakannya. Dia selalu melarikan diri karena rasa ketakutannya.


"Bibi benar, aku sangat cocok disebut pengecut." Balas Ye-jin.


"Tapi diliat dari sifatmu yang dingin, ku rasa itulah keberanian mu."


"Jika memiliki kekurangan yang banyak, maka gunakanlah sisa kelebihan mu sebagai ganti rasa takut."


Mendengar nasehat bibi, Ye-jin sedikit demi sedikit mulai menyadari tindakannya antara baik dan buruk.


"Nona Hong hampir mirip dengan Tuang Ju yaah."


Ye-jin heran apanya yang mirip dengan Yong-suk.


"Apa nona Hong masih ingat saat kau demam lalu minum obat yang salah?" Tanya bibi.


Tentu saja Ye-jim mengingatnya dengan akurat.


"Itu obat gangguan otak, dan tuan Ju tanpa sadar meninggalkannya di kamarmu."


Mata ye-jin sedikit terbuka kemudian menata bibi. "Apa..? Apa maksud bibi?"


Bibi heran, Ye-jin sepertinya tidak tau apa-apa.


"Apa tuan Ju tidak memberitahumu kalau obat itu miliknya?"


"huh?"


Bibi tampak ragu jika menjelaskan semua tentang Yong-suk pada Ye-jin, ia khawatir suasana hati Ye-jin akan sangat kacau.


"Bibi tolong jawab pertanyaan ku.."


"Uhm...sebenarnya Tuan Ju tidak sakit tapi...."


Bibi mengatakan sebenarnya, Yong-suk tidak sakit melainkan dia menyiksa dirinya dengan obat itu agar dapat melupakan hal yang tidak diingatkan.


Hal yang tidak diingatkan adalah saat berusia 7 tahun, keluarga Ju memperlakukan Yong-suk seperti boneka bukan anaknya. Akibat itu, Yong-suk mencoba melarikan diri. Namun itu gagal.


Dan sebagai hukuman, dia dijadikan makhluk percobaan ibunya yang merupakan seorang ilmuan dikenal demon queen.


Hasilnya, Yong-suk memiliki tubuh yang sempurna baik itu visual dan kekuatan fisik. Namanya sudah masuk daftar warisan Ju.


namun, emosinya perlahan memudar. Dia sulit menolak perintah klan Ju.


Sejak insiden dua tahun lalu di usia 32 tahun. Tubuh Yong-suk hampir terbakar habis dan kondisi kritis, tidak hanya itu ada banyak luka meninggalkan bekas di tubuhnya hingga namanya di coret dari penerus Ju.


Yong-suk di usir dan mengurung diri di villa miliknya bersama bibi alias dokter yang merawatnya dan Ma-roo pengawalnya.


Dua perusahaan milik Yong-suk ikut bangkrut dan namanya juga dilecehkan oleh mayoritas akibat penuduhan korupsi.


Sampai saat ini, Yong-suk tidak ingin memori itu menghantuinya. Untuk melupakannya, dia mengorbankan rasa sakit yang hampir otaknya mati rasa dengan meminum obat tersebut.

__ADS_1


Malam itu, Ye-jin merenung diri di kamar. Matanya tertuju ke arah laci, hampir lupa ia menyimpan surat dari ayahnya di tempat itu.


Dia mengambilnya, perlahan membuka isi suratnya lalu membacanya.


"Maafkan ayah Ye-jin, kau harusnya lahir dan tinggal bersama ibumu. Tapi semua itu terlambat, kau telah melewati banyak penderitaan dan sampai saat ini...


Kau pasti sedang menangis, bukan?


Kau menangis karena ketakutan dan rasa sakit masih terbelenggu dalam dirimu.


Tapi, akhirnya ayah telah menemukan sosok yang pantas untuk menjagamu dan melindungimu.


Dia sama sepertimu, ayah harap putriku ini dapat bertemu dengan sosok itu, karena ayah yakin dia pria yang baik untuk putri ku.


Maafkan ayah, Ye-jin... karena telah menyembunyi rahasia ini darimu.


Kau memiliki nama Hong-Yejin, namun ayah tidak ingin orang-orang menertawaimu bahwa kau adalah anak tiri dari keluarga Hayaka baik itu klan Ayaka.


Ibumu, Hong Yeon-ji berasal keluarga Hong-klan Jien.


Ayah harap, kau mau memaafkan ku...


dari Kunjo Hayaka."


Setelah membaca surat tersebut, Ye-jin menangis tersedu-sedu. Dia baru tau bahwa fakta dia bukanlah bagian keluarga dari Hayaka, melainkan anak tiri yang harus menyamar sebagai Saori Hayaka.


Nama aslinya adalah Hong Ye-jin, ada beberapa pertanyaan alasan mengapa Yong-suk meminta Saori menyamar sebagai Ye-jin. Namun sebenarnya adalah sebaliknya.


Karena Hong Ye-jin merupakan nama asli dari Saori Ayaka.


Tiada yang tau, siapa Hong Ye-jin itu.


Ye-jin akhirnya mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengan Yong-suk dan segera menyelesaikan masalah dengannya.


*******


.


.


.


.


.


semangat nona Hong! kau adalah yang terbaik.


tinggalkan segera jejak, like mu, dukunganmu dan pendapatmu plus tambahin ke favoritmu.


cerita ini akan berlanjut jika dukunganmu membangkitkan semangat ku!!

__ADS_1


__ADS_2