ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 37


__ADS_3

.


.


.


.


Dalam perjalanan pulang, Ye-jin tampak cemas melihat Yong-suk tak bangun-bangun dari tadi.


"Apa yang terjadi? Y-yong-suk?"


"Ada apa nona?" Tanya Ma-roo panik melihat Ye-jin tiba-tiba cemas.


Ye-jin menceritakan kejadian sebelumnya di pesta, saat Yong-suk bertemu sepupunya, Julis. Semenjak Julis memanggilnya "3075" Yong-suk jadi tampak kelelahan dan pucat.


"Apa kau tau sesuatu?" Tanya Ye-jin.


"Angka itu adalah nomor urutan di pusat penelitian, tuan adalah percobaan terakhir yang lulus." Jawab Ma-roo.


Yong-suk tak sadarkan diri, wajahnya mulai pucat dan tampak keringat dingin. Ye-jin mulai panik.


"Ma-roo, katakan apa akhir-akhir ini dia sering mengalami seperti ini?"


"Ini pertama kalinya...tapi, apa mungkin tuan Ju sedikit trauma dengan angka itu ya?" Tebak Ma-roo.


Tiba-tiba dia terkejut menatap ke hadapannya, lalu berhenti mengendara.


"Gawat nii."


"Ada apa, Ma-roo?"


Ye-jin juga melihat ada dua mobil tak asing menghalangi jalan mereka.


"Itu para anjingnya perusahaan King Contraction, mereka tidak ada habisnya mengganggu kita." Ucap Ma-roo.


"Apa yang harus kita lakukan?"


Ma-roo menoleh ke arah Ye-jin, kemudian memberikan sebuah pistol padanya.


"Pistol? Tapi-"


"Tetaplah disini dan jaga tuan Ju." Kata Ma-roo.


"Serahkan saja pada ku." Sambungnya.


Ma-roo dengan keberaniannya itu turun dari mobil, lalu berhadapan para mafianya Yeon-dul Mang.


Mereka tiada bosannya mengganggu kehidupan Ye-jin dan Yong-suk.


"Yo, kita ketemu lagi." Sapa Sewon tersenyum jahat.


"Mau apa lagi?" Dingin Ma-roo.


"Ini perintah bos kami, tangkap ketiga orang itu."

__ADS_1


Sewon memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Ma-roo, Ye-jin dan Yong-suk.


"Tidak akan akuu bi-" Namun,


Ma-roo yang siap melindungi Ye-jin itu duluan tumbang akibat tak sadar situasi kalau jumlah anak buah Sewon lumayan banyak.


Dan mereka sudah mempersiapkan rencana untuk menangkap tiga orang itu. Ma-roo pingsan setelah mendapat pukulan kilat dari belakangnya.


Melihat Ma-roo pingsan itu, Ye-jin jadi panik ketakutan dan tak berani keluar dari mobil.


"A-apa yang harus aku lakukan?" Paniknya.


Tapi, melihat pistol Ma-roo di genggaman tangan Ye-jin. Dia jadi lebih berani berhadapan dengan para mafia itu.


"Oi, nona Hong?! Aku tau kau di dalam, kau pasti tak bisa berbuat apa-apa karena suamimu pingsan kan?" Ucap Sewon.


Dia terlihat bahagia menyadari Ye-jin ketakutan di mobil.


Ye-jin santai itu keluar dari mobil sambil mengarahkan pistol ke arah Sewon.


"Apa perlu aku menembakmu?" Dingin Ye-jin.


Tubuh Sewon gemetar melihat pistol digenggam oleh Ye-jin itu membidik ke arahnya.


"A-as-taga...ehrrhh...b-bisakah nona turunkan s-senjata itu?" Sewon jadi gagap ketakutan.


Karena dia dan anak buahnya hanya membawa diri tanpa senjata apalagi pistol.


Doorrr! Doorrrrr!!


Hingga tanpa disadarinya, salah satu anak buah Sewon muncul dibelakangnya. Kemudian membekap mulut Ye-jin dengan sapu tangan,


sampai Ye-jin jatuh pingsan.


Sewon dan lainnya berhasil menangkap tiga orang itu.


.


.


.


.


Ye-jin yang tak sadarkan diri duduk di sebuah kursi itu diikat tali, mulutnya ditutup plester hitam.


Kemudian, seseorang menyemburkan air se-ember ke wajahnya. Ye-jin terbangun dan mulai melihat di sekelilingnya.


Yang pertama, gaun mewah miliknya sudah robek dan rusak. Itu sedikit terlihat kulit putih sawonya,


Kedua, dari kejauhan dihadapan Ye-jin. Sosok Yong-suk juga diikat itu di gantung ke atas, di samping Ye-jin juga ada Ma-roo diikat dan mulutnya di plester.


Dan yang ketiga, anak buahnya Sewon mengawasinya.


"Aku tidak menyangka nona Hong yang dingin ini sedang menjalankan penyamarannya." Itu suara Yeon-dul.

__ADS_1


Ternyata Yeon-dul juga ada di sana, dia membuka plester dimulut Ye-jin.


Ye-jin khawatir, apa penyamarannya akan ketahuan?


Jika itu terjadi, apa penderitaanya akan kembali lagi?


"Aku hampir saja tertipu oleh tatapanmu....,


....Saori Hayaka."


Yeon-dul tersenyum iblis karena dapat bertemu dengan gadis kesayangannya.


"Lama tidak bertemu, gadis ku." Sapanya sambil mencoba menyentuh wajah Ye-jin.


"Singkirkan tangan kotormu!" Tegur Ye-jin menghindarinya.


Tidak ada cara lagi menyembunyikan identitas Ye-jin, karena Yeon-dul sangat tau bentuk tubuhnya.


Ma-roo juga sadar dan heran melihat di sekitarnya, terutama tuan Ju diikat dan di gantung ke atas. Ma-roo panik itu berusaha melepaskan dirinya,


Kemudian di sampingnya, Ye-jin juga terikat itu berhadapan dengan Yeon-dul.


"Nona Hong?"


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Ye-jin menatap tajam ke arah Yeon-dul.


"Araaaa...aku suka sekali tatapan itu, kau membuatku semakin tertarik."


"Saori ku ini tetap masih cantik seperti dulu, tapi bukankah kau seharusnya malu terhadap suami mu?"


"...bahwa kau tidak suci lagi." Ucap Yeon-dul mengundang kemarahan Ye-jin.


"Berisik! Katakan apa yang kau inginkan?!" Gertak marah Ye-jin.


Yeon-dul hanya tertawa senang mendengar kemarahan Ye-jin.


"Hei tenanglah, aku ingin kau menantangani kontrak perjualan lone-estate...itu saja." Sambil meletakkan surat kontrak dan pulpen di pangkuan paha Ye-jin.


Ye-jin menatap sinis itu membuangnya, "kau pikir aku akan melakukannya."


"Aku tidak seperti dulu lagi!!" Serunya.


Yeon-dul juga sedikit kesal penolakan Ye-jin, "cih! Sok jual mahal."


Saking kesalnya, dia pergi mengambil beberapa pisau dari sewon, lalu menusuknya ke salah satu paha Ye-jin.


"Apa...kau ingin merasakannya..?" Sambil menusuk pisau ke paha Ye-jin.


Aaaarrggghhhhhh, Ye-jin teriak kesakitan.


Aaaargghhhhh, aaagghhh


Kedua mata Ma-roo gemetar dan marah melihat sifat Yeon-dul sangat kejam.


"Itu akibatnya kau menolak." Ucap Yeon-dul.

__ADS_1


*******


__ADS_2