
.
.
.
"Perkenalkan nama ku Saori Hayaka, tapi itu hanyalah nama panggung dan nama asli ku adalah Hong Ye-jin berasal klan bangsawan Jien, istri dari CEO perusahaan Cell Entertaiment."
Bibir Ye-jin tersenyum jahat ke arah mereka.
Mendengar dan melihat sosok Saori yang memperkenalkan dirinya sebagai Hong Ye-jin, lantas membuat suasana itu heboh dan mengejutkan.
Mereka tak percaya saling berbisik dan bertanya-tanya.
"Heehh? Dia Saori? Yang si lemah itu yaaa."
"Tidak-tidak-tidak, dia jelas berbeda."
"Apa dia sedang berakting?"
"Dia tidak mungkin Saori bertubuh cantik nan ramping, apa dia ingin membuat lelucon di sini ya?"
"Jika memang dia Saori, mengapa harus berpenampilan berbeda?"
Kedua kuping Ye-jin terasa sakit mendengar ucapan mereka itu masih sama dengan liciknya seperti dulu. Matanya menyipit kesal,
Tiba-tiba Ying-xi maju dan menyerang kata untuk menjatuhkan Ye-jin dihadapan mereka.
"Oyaaaa, dia Saori Hayaka si kelinci rendahan itu yaaa. Hebat sekali akting mu menyamar sebagai nona besar dan istri orang."
"Hei, jaga mulutmu rubah licik." Tegur Meri.
Ying-xi tersenyum jahat, "lihat, dia bahkan menyihir orang baik menjadi bawahannya."
"Apa yang kau bicarakan? Menyihir orang baik jadi bawahan ya? Apa kau tidak salah menilai yaa?" Ucap Ye-jin memandang tajam ke arah Ying-xi.
Tidak ada ketakutan satupun bagi Ying-xi berhadapan dengan Ye-jin. Dia tampak semangat dan berani melawan Ye-jin karena tau, dia si Saori rendahan itu.
"Aku bahkan berpikir bahwa orang yang menyihir mereka yang tak berdosa sebenarnya adalah dirimu, nona Ying-xi." Sambung Ye-jin.
Dia melangkah mendekat, lalu menatap sinis.
__ADS_1
"Kau tidak ahli menata kecantikanmu."
Matanya tertuju ke arah tempelan putih seperti plester menutupi luka parut di pipi Ying-xi.
Ying-xi masih tersenyum sinis menanggapinya, yahh dua wanita itu sedang berperang dingin.
Tapi, Ying-xi tetap saja ceroboh. Tangan Ye-jin bergerak cepat, lalu menarik kasar buka plester tersebut. Kemudian menjambak rambutnya dan memperlihatkan wajah rusak Ying-xi kehadapan mereka.
"Aduh! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan!"
Ye-jin mengunci kedua tangan Ying-xi ke belakang sambil menjambak rambutnya.
"kalian lihat, ratu madona kita ini memiliki wajah rusak sebenarnya."
Tentu saja mereka melihatnya, Ying-xi kalah dan merasa harga dirinya rusak menatap mereka melihat lukanya.
"Tidak...jangan menatap ku!"
Ye-jin mendekatkan suara jahatnya ke sampingnya.
"Kau begitu meremehkan ku yaaa."
"Kau patut mendapatkan balasan setelah apa yang kau lakukan padaku, dan...beruntunglah aku tidak menyakitimu berlebihan seperti kau menyakiti ku dulu." Dingin Ye-jin.
Kemudian ajak Meri dan Mika masuk meninggalkan Ying-xi terdiam di sana.
"Hei, katanya madona...tapi punya wajah yang rusak."
"Astaga, dia ingin mempermainkan kita yaa."
"Aku sangat jijik melihat parut itu."
"Dasar pembohong!"
Mata Ying-xi melotot ketakutan mendengar omongan menusuknya dan merasa sakit bercampur malu, dia berlari ketakutan ke arah mobilnya.
Dia segera pulang dan tak ingin bergabung mempermalukan dirinya di sana.
Julis yang menyaksikan dari tadi, tampak berseri-seri kagum memuji karakter Ye-jin sangat keren.
"Apa aku tidak salah lihat adegan tadiii?"
__ADS_1
"Nona Hong sangat keren, aaaaahh pengennya jadi dia yaaa. Jika itu aku, aku akan membuat wanita itu semakin rusak harga dirinya."
"Tapi...aku benar-benar tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupannya, aku penasaran!!!"
Dia tampak bersemangat masuk dan tak sabar menonton sinetron di tempat ini.
. .
Sementara itu, mobil hitam milik Ma-roo. Begitu sampai ke tempat tujuan. Yong-suk, bibi dan Ma-roo menangkap sosok Ye-jin tampak berhadapan dengan Ying-xi tadi. Mereka juga mendengar semuanya dari awal.
Bibi dan Ma-roo bertepuk tangan dan kagum setelah melihatnya.
"Dia nona Hong kita yang sebenarnya." Puji Ma-roo.
"Yahh, aku tidak menyangka juga sih."
Yong-suk juga mengagumi sifat Ye-jin tampaknya berani, sepertinya sudah tak patut lagi mengkhawatirkannya. Tapi, dia harus mengamatinya agar tidak terluka.
"Apa ada cara untuk mengawasinya?" gumam Yong-suk.
Kebetulan dua orang itu mendengarnya tampak semangat mendapatkan ide berlilian.
"Bagaimana dengan menyamar? Itu akan aman tuan."
"Memangnya menyamar sebagai apa?"
Ma-roo menjelaskan, "tidak semua murid datang reunian jadi kita akan menjadi salah satunya."
"Tunggu...kita? Apa itu berarti bertiga?"
Mereka tampak bersemangat api-api menantikan penyamaran ini sebagai perisai Ye-jin.
"Dan aku yakin nona Hong tidak menyadarinya."
Melihat keduanya berapi-api, sepertinya tak ada yang perlu dipikirkan.
"Baiklah, aku serahkan pada kalian."
"Baikkk!!"
******
__ADS_1