ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
EPISODE 18


__ADS_3

.


.


.


Perusahaan King Contraction,


Sewon sebagai anak buah dari bos Mafia yang juga merupakan CEO, saat ini dia datang sekuat tenaga untuk memberitahukan informasi di wilayah Lone-estate


Wajahnya sedikit merah nan bengkak akibat ditenggelamkan wajahnya ke tanah sampai pingsan.


"Apa saja yang kau lakukan disana?!" Tanya bosnya kecewa.


Sewon membungkuk maaf atas kegagalannya lagi.


"Ini sudah ketiga kalinya kau melakukan kesalahan yang sama! Dasar tidak becus!!"


"Tolong maafkan saya, tuan Yeo-dul Mang."


Sebut saja si bos mafia itu, Yeo-dul Mang. Pria yang tinggi mengenakan jas rapi, tapi memiliki berwajah dua.


Dia dikenal ramah dan terhormat.


Tapi dibelakang, dia adalah pemberontak yang kejam.


Yeo-dul bangkit dari tempat duduknya, kemudian mendekati Sewon yang masih berdiri tegap di tempat.


"Ini kesempatan akhirmu, jika kali ini gagal maka aku akan memberimu pelajaran." Ucapnya.


Sewon menelan ludah ketakutan menatap tatapan Yeo-dul benar-benar iblis.


"Mengerti?" Sambungnya.


"Iya."


Akhirnya Sewon dapat pergi, jantungnya hampir melayang menghadapinya. Akan tetapi, dia tak bisa kehilangan pekerjaan ini karena demi uang dia akan melakukan apapun itu.


"Fiuhhh...selamat gueee."


Yeo-dul menghela nafas panjang karena telah gagal mengusir toko semut itu.


.


.


.


.


Saat makan malam, bibi Ning menyajikan makanan lezat dimeja. Namun, dia merasa masakannya tiada rasa melihat dua orang itu hanya menatapnya.


Apa yang terjadi ?


Suasana ini jadi dingin, tak ada yang berbicara diantara Ye-jin dan Yong-suk.


"Entah kenapa aku merasa ada yang aneh diantara mereka." Batin bibi.


Itu karena mereka tidak saling berlayanan.


Bibi tidak mengetahuinya. Dia hanya pergi meninggalkan berdua. Namun, kepalanya duluan muncul dan mengintip, ada apa dengan mereka sebenarnya.


"Aku penasaran, mengapa ruang makan itu jadi sepi..biasanya mereka bicara dan saling bercanda." Sambungnya.


Ye-jin hanya menikmati sepotong daging, lalu menghabiskannya dan setelah itu pergi ke kamarnya kembali.

__ADS_1


Dan Yong-suk hilang selera makannya melihat Ye-jin pergi begitu saja.


Tidak yang bicara di ruang makan itu.


Yong-suk menghela nafas sedih dan tak tega melihat kondisi hati Ye-jin yang berantakan kembali.


Perlahan matanya tertuju ke arah bibi yang masih mengintip di sana.


Bibi sigap bersembunyi kembali, namun dia merasa tak nyaman ketahuam oleh Yong-suk. Jadi bibi keluar dengan senyum pahitnya.


Kemudian menghampiri Yong-suk,


"apa yang terjadi? Apa kalian bertengkar?"


Yong-suk menulis, (bisa dibilang begitu.)


Bibi melongo kaget, "what?"


Di kamar, Ye-jin terbaring di kasurnya. Dia masih sedih mengingat Yong-suk adalah puncak traumanya.


Insiden dua tahun lalu itu adalah trauma Ye-jin yang kedua.


Sebelumnya, dia juga trauma pembulian. Jadi ketika bertemu dengan teman masa lalunya maka traumanya kembali.


Begitu juga dengan bertemu Yong-suk.


Kedua traumanya benar-benar ingin membunuh Ye-jin.


"Hiksss...." Dia menangis.


Dan hatinya hancur kembali. Surat dari ayahnya belum terbaca, Ye-jin menyimpannya di laci itu tidak akan membukanya.


Karena khawatir isi surat itu makin melukai perasaanya.


Sampai hari berikutnya, pagi-pagi Yong-suk mencoba beranikan diri menyapa Ye-jin di depan kamar. Salah satu tangannya mengetuk,


Namun, tak ada jawaban. Maka dia mengulanginya lagi.


Tiada balasan, dia mencoba buka pintu kamar Ye-jin dan mudahnya itu terbuka tidak terkunci.


Saat masuk, Yong-suk tidak melihat sosok Ye-jin di sana.


Kemana gadis itu pergi sepagi ini?


Yong-suk cemas Ye-jin tidak baik-baik saja.


Dia keluar menanyakan bibi yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.


"Ada apa tuan Ju?"


Yong-suk menulis,Β  ( apa bibi melihat kemana Ye-jin pergi?)


Bibi bingung, "nona hong pergi?"


Sepertinya bibi tidak melihat kemana Ye-jin pergi.


Ma-roo muncul menemui Yong-suk di halaman villa. Setiap jam 7 pagi, Ma-roo harus siap menemui tuannya untuk melayaninya baik itu menerima tugas darinya.


( apa kau melihat nona Hong pergi ? ) tanya Yong-suk.


"Oh? Padahal saya baru saja ingin memberitahumu soal nona Hong."Β  Jawab Ma-roo ingin menanyakan soal Ye-jin pada tuannya.


Yong-suk penasaran.


"Barusan aku menerima pesan dari nona Mika kalau dia sangat terkejut menemukan nona Hong di depan restoran." Ucap Ma-roo.

__ADS_1


(Apa yang dia lakukan di sana?)


Ma-roo sedikit ragu menjelaskan apa yang terjadi di sana.


"Anu...sebenarnya nona Hong hanya ingin makan di sana tapi...nona Ying datang membuat ricuh."


Apa? Setelah kekacauan Mafia kemarin hampir membuat Yong-suk terbakar oleh kemarahannya, dan sekarang giliran Ying Xi datang ke tempat itu.


Apa yang Ying-xi lakukan di sana ?


( tolong antarkan aku segera ke sana.)


"baik!"


*****


.


.


.


.


"suasana hatiku sangat buruk..."



perhatian-perhatian untuk semuanya, saat ini nona Hong sedang badmood. apa ada seseorang dapat menghiburnya?


"aku!" Ma-roo hadir.


"aku." bibi Ning hadir.


"aku!!" serentak duo peri, Mika dan Meri.


"aku weehhh!" sewon juga hadir.


"i want!" sosok Yong-suk hadir dengan suaranya.


semuanya menatap Yong-suk yang dapat bersuara.


"what...?" suasana pemandangan jadi suram.


tapi setelah itu, semuanya teriak kegirangan mendengar suara Yong-suk begitu indah.


"ahhhh....apakah ini suara tuan!!" bahagianya bibi NingπŸ˜πŸ’“


"tu-tu-tuan berbicara...?" hidung Ma-roo sudah banjir berdarah.


"kyaaaaa!!! tuan tampan berbicara!!!" teriak duo peri itu.


sewon meludah ke samping dengan rasa iri, "cihh! suara ku lebih bagus darinya."


yang lain mengejek, "bbbuuuuuuuuuuuhhhhh...." πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘Ž


sementara Ye-jin hanya diam menatap dingin, tidak ada aura hibur yang membangkitkannya.


"tidak berminat....., aku mau pulang, byeeeeee."


semuanya panik. "nona Hongggggggg, tungguuuuuuuu!"


kecuali Yong-suk yang tertidur. 😴😴😴😴😴


"heh? sejak kapan dia tertidur secepat ini?" heran bibi Ning.

__ADS_1


"jangan lupa tinggalkan pendapatmu di kolom komentar yahhh." sambung bibi.πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2