ISTRI CEO YANG CACAT

ISTRI CEO YANG CACAT
PART 35


__ADS_3

"Hong Ye-jin, istri tuan Ju Yong-suk." Kata Ye-jin.


.


.


.


.


Lantas membuat satu tempat itu heboh mendengarnya. Ternyata Tuan Ju sudah punya istri, mereka tidak pernah mendengar kabar itu baik pengumuman konferensi pers klan Ju.


"What? Apa aku tidak salah dengar ya? Tuan ju sudah menikah?"


"Klan ju bahkan tidak mengadakan konferensi pers mengumumkannya, apa yang terjadi?"


"Ooh, bukankah tuan ju itu cacat dan lumpuh ya? Dia sudah bisa berjalan?"


"ku dengar rumornya begitu, dan hanya suaranya masih membisu."


"Tidak hanya itu, tuan ju sudah dileceh oleh klannya sendiri."


Ye-jin dari tadi mendengar gosip para wanita itu masih belum kelar.


"Oi, apa perlu gelas kaca ini melayang ke arah kalian?" Tegurnya dingin.


Mereka terdiam dan pura-pura bertingkah tidak tau apa-apa.


Baru kali ini Yong-suk sedikit tertekan mendengarnya, Ye-jin pikir suaminya tidak mempedulikannya. Ternyata Yong-suk juga berpura-pura tegar.


Ye-jin mendekat sambil menggandeng lengan suaminya, dan berbisik,


"Aku telah mengacaukan suasananya."


Sementara Leo sangat terkejut melihat keberanian Ye-jin sampai dibuat kagum.


"Whaaaaaatttttt???!! Apa itu tadiiiiiiii?" Teriak bahagia Leo.


"Apa lagi yang dipikirkan pria mesum ini?" Gumam Ye-jin.


Melihat sikap Leo kekanakan, suasana hati Ye-jin jadi rusak.


Leo berlari mendekat ke arah Ye-jin, "nona Hong luar biasa ya." Kagumnya.


"Jangan mendekat, kau bukan mahrom ku." Tegur Ye-jin.


Leo paham itu, cepat mundur. Tapi salah satu tangannya menepuk bahu Yong-suk.


"Kapan kalian menikah? Kenapa tidak mengundang ku...?"


(Kau tidak cocok hadir.) tulis Yong-suk dingin.


"tapi, aku sangat terkejut loo mendengar kau menikah dengan wanita mu ini. Selamat yahhh...."


Ye-jin heran, bagaimana bisa suaminya berteman dekat dengan pria mesum seperti Leo.


"Aku tidak mengerti jalan kehidupan pria mesum ini." Gumamnya.


Nona Ying-xi bersama ibunya hadir, keduanya tampak menonton sinetron di tengah kerumunan dan bahkan dibuat kaget mendengar Yong-suk sudah menikah.


"What? Mereka sudah menikah? Sejak kapan...?" Heran Ying-xi


"Apa mereka hanya berpura-pura?"ย  Tanya ibunya, Ying-Hao.


"Tidak begitu yakin, tapi sepertinya mereka sudah mengumpulkan puluhan pamungkas....

__ADS_1


...seolah sudah mempersiapkannya." Jawab Ying-xi tersenyum jahat.


Keluarga Ayaka juga hadir di pesta itu, Yong-suk sempat menemukan mereka. Dia tiba-tiba menarik istrinya ke sampingnya agar tidak bertemu mereka.


Karena akan melukai Ye-jin, sang suami tak ingin istrinya tersiksa lagi.


"Huh? A-ada apa?" Heran Ye-jin pada tingkah laku suaminya.


(Tidak ada apa-apa, kau mau minum?)


"Minum?"


Beberapa klan di undang hadir karena Leo adalah putra mahkota Cell. Dia pun naik ke atas panggung untuk menyapa tamunya,


"Selamat datang di World Crown, aku sangat berterima kasih karena telah hadir dan menerima undangan ku...


...dan malam ini, tolong nikmatilah...kita akan bersenang-senang!!" Teriaknya.


Semuanya bersorak, Yeaaahhhh!!!!


Di samping Leo, sosok wanita merupakan sepupunya juga hadir menyapa tamu.


"Kau sangat cocok dengan gaunmu, nona-ku." Puji Leo.


Wanita itu tersipu malu, "kau berlebihan." Itu suara Mijoo.


"Ayo temani aku menyapa beberapa tamu spesial." Sambil mengulurkan telapak tangannya.


Mijoo adalah sepupu Leo, klan jien sangat menantikan perjodohan Leo dan Mijoo karena keduanya sudah masuk kandidat pemimpin klan jien selanjutnya.


Namun, perasaan Mijoo masih belum terbuka. Dia bahkan berbohong dirinya ceria.


"Ku pikir mijoo tidak hadir." Ucap Yui.


"Tapi, bukankah itu menyenangkan punya calon yang menjanjikan?"


"Itu benar sih, biarpun itu aku khawatir perasaan Mijoo."


Kedua saudara ayaka itu tampak menikmati segelas wine yang sempat memperhatikan Mijoo dan Leo.


Dan Shin dari kejauhan, dia menangkap sosok Ye-jin dan Yong-suk. Sangat ingin sekali bertemu dan menyapa mereka lagi terutama Ye-jin.


"Oh, mereka juga hadir yahh."


.


.


.


Ye-jin sedikit ragu menatap suaminya minum segelas wine.


"B-ba-bagaimana rasanya?"


(Enak kok.) tulis Yong-suk.


Ye-jin jadi ragu mencobanya karena cemas wine itu beralkohol tinggi akan membuatnya mabuk. Yong-suk menatap goda istrinya,


(Perlukah aku membantumu minum lewat bibirmu?) godanya.


Wajah Ye-jin langsung memerah abis,ย  "ti-ti-tidak perluuuuu."


Kemudian meminumnya, rasanya lumayan enak.


Tapi, tampaknya Ye-jin sudah mulai mabuk.

__ADS_1


"Aku menyesal." Keluhnya.


Yong-suk tertawa kecil melihat tingkah istrinya sangat lucu.


(Harusnya kau bilang, kalau kau tidak kuat dengan alkohol.)


Mata Ye-jin membulat kaget. "Apa? Beralkohol?" Paniknya.


(Resikonya tidak tinggi kok, jadi aman untuk diminum. Tapi...jangan berlebihan.)


Sang istri menghabiskan satu gelas winenya, lalu simpan di meja.


"Sa-satu gelas sudah c-cu-cukup."


Sosok Shin muncul menghampiri sepasang suami istri itu.


"Boleh aku bergabung?"


Ye-jin terkejut bertemu sang adik, dia berusaha tenang menyapa Shin.


"Tentu saja."


"lama tidak bertemu tuan Ju dan Nona Hong." Sambil menunduk hormat kepalanya.


"lama tidak bertemu juga." Balas Ye-jin.


(Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?) tanya Yong-suk.


"Baik-baik saja, tapi...aku belum mendapat kabar soal kakakku yang hilang."


(Sepertinya kau benar-benar merindukannya.)


"Yeah begitulah, aku harap kakakku baik-baik saja dan menemukan kebahagiaanya."


Mendengar kata Shin, sungguh membuat Ye-jin salut perkataannya. Karena Shin masih mencemaskannya, dia sangat berharap sang kakak baik-baik saja dan menemukan jalan kebahagiaanya.


Bibir Ye-jin tersenyum kecil. "Kau begitu peduli." Ucapnya.


Yong-suk juga lega melihat istrinya sepertinya senang dapat bertemu adiknya, Shin.


Tiba-tiba raut senyum Yong-suk mendadak hilang menatap seseorang familiar baginya itu ikut hadir di pesta itu.


"Aku hampir lupa..., beberapa klan juga di undang. Alasan ku sebelumnya menolak undangan ini adalah tidak bertemu dengannya." Batin Yong-suk.


Dia menarik tangan istrinya pamit, Ye-jin heran Yong-suk tiba-tiba tampak tertekan.


"Apa ada sesuatu mengganggumu?"


(Kita akan pulang.)


"Apa? Pulang secepat ini?"


Sayang sekali, Yong-suk gagal melarikan diri. Karena orang itu menemukannya.


"Owalahhh... sampai kapan kau ingin melarikan diri dari ku, bo-ne-ka ru-sa-k." Kata orang itu.


Yong-suk menghela nafas kecil dan tetap tenang, dia berbalik menatap orang itu.


(Aku tidak punya waktu berurusan denganmu.)


Tatapannya jadi sedikit tajam, Ye-jin heran melihat Yong-suk menggenggam erat tangannya. Sentuhannya sangat dingin, bahkan Ye-jin bisa merasakan perasaan gemetar dari suaminya.


"A-ada apa ini...? Yong-suk gemetaran..?" Batin Ye-jin.


*******

__ADS_1


__ADS_2