
"Hal yang tak pantas di dengarkan..."
Hari berikutnya, setelah melewati kejadian kemarin Ma-roo hadir menyampaikan informasi lengkap yang berhubungan dengan para Mafia kepada tuan Ju Yong-suk.
Bahwa para Mafia juga memiliki bos yang merupakan seorang pemimpin besar dari perusahaan King Contraction, tidak hanya itu asalnya dari klan Mang.
Yong-suk tidak begitu penasaran, seperti apa wajah sang pemimpin besar itu. Dia hanya merasa bahwa perusahaan itu dianggap bahaya.
"Apa ada yang salah, tuan Ju?" Tanya Ma-roo.
Dia cemas memperhatikan tuannya duduk berpikir di kursi meja kamarnya.
(Perusahaan itu adalah dalangnya.) jawab Yong-suk.
Ma-roo tidak mengerti. "Maksud tuan?"
(Si rubah iblis itu bekerjasama dengan perusahaan itu untuk menghancurkan tempat ku.)
"Apa mereka juga menjebak tuan Ju dengan kecelakaan itu?"
Yong-suk membenarkannya, yahh walaupun pemimpin perusahaan itu belum mengetahui identitasnya kecuali Ying-xi.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk membantu nona Mika?"
(Apa kau sudah memastikan siapa saja yang punya toko di wilayah Lone Estate?)
Ma-roo sudah menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu, dia mengambil dokumen daftar toko di wilayah Lone Estate. Lalu menyerahkan pada Tuan Ju.
"Terdapat 20 toko di wilayah Lone-estate, dan semua toko itu juga incaran oleh perusahaan King Contraction." Ucap Ma-roo.
(Apa mereka melakukan kontrak toko dengan perusahaan itu?)
Ma-roo juga menyampaikan bahwa pemilik tanah lone-estate menyetujui kontrak antar perusahaan TC (King Contraction), itu artinya tempat yang berjualan termasuk restoran akan segera dilengserkan.
Yong-suk meminta Ma-roo membuat kontrak jual-beli atas perusahaan Entertaiment Cell, lalu meminta pemilik toko itu setuju menyerahkan hak perlindungan dari CEO kebangsaan.
"Anda yakin akan melakukan ini?"
(Demi keuntungan mereka, jadi serahkan pada ku.)
Melihat tekad Yong-suk begitu berani, Ma-roo tetap cemas terhadapnya karena Yong-suk adalah pria yang melakukan apa saja demi melindungi apa yang baik untuknya, bukan hanya itu, tak peduli kondisinya yang buruk selama ada orang yang dapat dipercayainya maka Yong-suk akan menyerangnya dari belakang.
"Apa sudah selesai?" Kata seseorang sontak membuat kedua pria itu terkejut.
"Astagfirullah, mba kunti!" Ucap Ma-roo begitu kaget melihat sosok Ye-jin hadir seperti hantu.
Tatapan Ye-jin jadi tajam mengarah Ma-roo. "Apa katamu?"
Ma-roo jadi keringat kaku karena tak sengaja mengeluarkan kata yang tak pantas didengarkan Ye-jin.
"Tolong maafkan saya, nona Hong!" teriak Ma-roo sambil membungkuk akui kesalahannya.
Ye-jin mendekatinya, "angkat kepalamu." Perintahnya.
__ADS_1
Kemudian tatapan keduanya tertuju, Ye-jin juga tidak nyaman melihat Ma-roo sangat ketakutan.
"Jangan seperti tupai yang ketakutan, aku bukan pemakan hewan sepertimu."
Mendengar suara Ye-jin begitu dingin, membuat Ma-roo ingin segera meninggalkan tempat itu.
"Aku pamit tuaaaaan!!" Ma-roo menyerah dan pergi dengan cepat.
Melihat kelakuan Ma-roo kekanakan, Ye-jin dan Yong-suk tertawa kecil.
(Ini tidak seperti dirimu, nona Hong.) kata Yong-suk.
"Aku tenggelam dengan karakter ku." Jawab Ye-jin tersenyum.
(Ada apa kemari?)
"Ini soal dua peri itu."
Alasan Ye-jin kemari adalah ingin memberitahu soal dua peri yang ditemuinya kemarin.
(Kau mengenalnya?)
"Mereka teman sekelas ku di SMA, dan juga merupakan mantan anggota klan Mang."
Wajah Ye-jin sedikit sayu mengingat kedua saudara itu juga pernah membulinya, bahkan memperlakukannya seperti anjingnya.
Ye-jin sangat membenci memori buruk itu, dia menghela nafas panjang dan berniat segera pergi.
Yong-suk juga baru tau dua peri yang dikatakan Ye-jin itu merupakan mantan anggota klan Mang.
Ye-jin terkejut mendengar suara Yong-suk memanggilnya, dia menoleh tatap suaminya.
Mendengar suara Yong-suk itu membuat jantung Ye-jin berdetak kencang hingga terasa mau copot.
"Perasaan apa ini?" Batin Ye-jin.
Yong-suk hanya mampu menyebut nama istrinya dengan suaranya.
"Ada apa?" Tanya Ye-jin.
Tangan Yong-suk mengambil sesuatu di laci mejanya, lalu memberikan sepucuk surat pada Ye-jin.
"Surat?" Herannya.
Tangan mungilnya perlahan meraihnya, di surat itu ada sebuah tulisan tampak familiar sekali.
β untuk putri ku, Hong Ye-jin β
Kedua mata Ye-jin kaku melihat tulisan itu.
"Ini...bagaimana bisa..."
Artinya surat itu dari sang ayahnya.
Bagaimana bisa surat itu ada di tangan Yong-suk? Apa pria ini sudah bertemu dengan ayah Ye-jin sebelumnya?
__ADS_1
Ye-jin bingung.
Dan lagi membuatnya tak mengerti, mengapa tulisan itu ada nama "Hong Ye-jin"?
Kenapa bukan "Saori Hayaka"?
Ye-jin ingin tau alasan itu, apa sebelum itu ayahnya memiliki hal yang disembunyikan olehnya.
(Sebelumnya aku bertemu dengan ayahmu saat dirawat, dia mengalami tumor otak tingkat stadium 4) kata Yong-suk.
Setahu Ye-jin, ayahnya meninggal hanya karena penyakit jantung. Apa itu berarti yang dikatakan adiknya yaitu Shin itu adalah kebohongan ?
Atau dia selama ini tidak tau ?
"Kapan itu..?" Tanya Ye-jin.
Yong-suk juga menceritakan bahwa dua tahun yang lalu dia bertemu dengan ayah Ye-jin. Dia sering menceritakan putrinya dengan perasaan bahagia pada Yong-suk.
Sampai nafas terakhirnya, ayah Ye-jin meminta Yong-suk untuk melindunginya.
"Jadi...kau sudah lama mengenal ku?" Tanya ye-jin lagi.
Yong-suk membenarkannya, lalu mengatakan bahwa sejak insiden dua tahun itulah yang membuat dirinya kenal dengan Ye-jin.
Wajah Ye-jin tercengang dan hatinya seperti hancur,
"apa? Tunggu...apa itu berarti kau adalah tuan Yong di insiden itu?"
Yong-suk heran, mengapa Ye-jin mulai tampak marah padanya? Apa selama ini dia tidak tau kalau Yong-suk adalah korban insiden itu?
Padahal Yong-suk sudah pernah memberitahunya disaat keduanya pertama kali bertemu.
(Apa...selama ini kau belum tau?)
Ye-jin marah, dia melampiaskan kemarahannya dengan menarik kasar kemeja Yong-suk.
"Jadi itu kau...tuan Yong?! Korban kecelakaan dua tahun hingga menyebabkan beberapa rumah kebakaran akibat ledakan berasal dari mobilmu..."
"...sampai aku di salahkan dan dipenjara selama dua tahun!" serunya.
Yong-suk tak bisa apa-apa, dia hanya menatap Ye-jin dengan rasa penuh kesedihan.
Airmata Ye-jin mulai membasahi pipinya, "dan selama dua tahun itu...hidup ku tidak pernah bebas!!"
Dia tak menyangka bahwa orang yang didekatinya selama ini adalah Tuan Yong, merupakan korban insiden dua tahun lalu.
Ingatan itu adalah mimpi buruk bagi Ye-jin.
Saking marah dan kecewa, dia pergi meninggalkan Yong-suk sendirian di ruang baca.
"Ku pikir...dia sudah tau dan memaafkannya." Batin Yong-suk juga sedih.
Di kamar Ye-jin, dia menangis tersedu-sedu mengingat mimpi buruk itu.
"Kenapa aku begitu ceroboh membuat keputusan saat itu?" Kecewanya.
__ADS_1
******