Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Dona menemui Rakha.


__ADS_3

Ayunda yang baru saja tertidur pun terbangun saat mendengar teriakan dari pria dingin itu.


Sontak dia langsung bangun dan duduk di atas sajadahnya.


"Apa yang kau lakukan?" bentak Rakha pada istrinya.


Meskipun wanita yang kini ada di hadapannya sudah sah sebagai istrinya, tapi Rakha belum menunjukkan sikap baik pada wanita malang yang berkorban mempertaruhkan masa depannya demi nama baik papa Rakha.


"Ma-maafkan saya, Tuan," lirih Ayunda.


Sontak Ayunda memanggil pria yang ada di hadapannya dengan sebutan Tuan. Dia lupa harus memanggil Rakha dengan sebutan 'Bang'.


Seketika Rakha merasa kasihan melihat wajah Ayunda yang pucat pasi karena takut pada dirinya. Rakha melangkah menghampiri Ayunda lalu berjongkok agar wajahnya sejajar dengan Ayunda.


"Hei," lirih Rakha sambil menjitak kepala Ayunda.


"Aduh," ringis Ayunda karena merasa sakit.


Dia mengusap kepalanya yang baru saja dijitak oleh suaminya.


"Kau itu bodoh atau apa sih?" tanya Rakha masih dengan tatapan dingin pada istrinya.


"Mhm," gumam Ayunda bingung harus berkata apa.


"Kau tahu sedang sakit, malah tidur di lantai seperti ini, pindah ke atas tempat tidur sekarang juga!" perintah Rakha.


Rakha pun berdiri dan meninggalkan Ayunda.


"Ya Allah, pria macam apa yang engkau kirimkan padaku. Punya laki gini amat," gerutu Ayunda kesal.


Ayunda pun bangkit dan membuka mukenanya. Dia menyimpan mukenanya terlebih dahulu, setelah itu, dia pun melangkah menuju tempat tidur.


Ayunda terpaksa mengikuti apa yang dikatakan oleh Rakha karena dia tidak mau Rakha ngamuk dan marah-marah lagi padanya.


Karena tubuhnya yang masih lemah, dia pun langsung tertidur pulas setelah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sementara itu Rakha tengah duduk di pinggir tempat tidur sibuk dengan tablet di tangannya.


"Lain kali, aku tidak mau lihat kamu tidur di lantai," ujar Rakha.


Pria itu tidak tahu jika saat ini istrinya telah tertidur dengan lelap.


"Apalagi saat ini kamu sedang sakit, harusnya tahu bagaimana cara menjaga diri," ujar Rakha lagi.

__ADS_1


Rakha pun menoleh ke arah Ayunda karena merasa omongannya tak digubris sama sekali oleh sang istri.


"Ya ampun, dia sudah tidur. Untuk apa aku menasehatinya," lirih Rakha.


Setelah itu Rakha pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur tepat di samping istrinya. Dia juga sudah merasa lelah, berhubung sore dia sudah makan maka saat ini dia pun langsung bisa tidur tanpa makan malam.


Rakha mencoba memejamkan matanya, dia pun terlelap dan terbuai dalam mimpi indahnya.


****


Keesokan harinya, seperti biasa Rakha melakukan aktivitasnya, sedangkan Ayunda hanya bisa berdiam diri karena kondisi tubuhnya yang masih lemah.


Pagi ini Rakha tidak perlu mengantarkan Ayunda ke sekolah, sehingga dia bisa datang lebih awal di kampus.


Saat Rakha memarkirkan mobilnya di parkiran kampus, semua mata mahasiswi tertuju pada dosen tampan dan muda di kampus itu.


Pesona Rakha membuat para mahasiswi tidak sanggup untuk tidak memperhatikan gerak gerik sang dosen tampan itu.


Meskipun Rakha terkenal dengan ke-killer-annya, mahasiswi masih tetap mengaguminya.


Rakha melangkahkan kakinya menuju ruang dosen yang ada di lantai 6, saat Rakha masuk ke dalam lift, Dona juga ikut masuk ke dalam lift tersebut.


Rakha hendak keluar dari lift tersebut, tapi Dona bergegas menekan tombol naik sehingga Rakha terjebak di dalam lift itu bersama calon istrinya yang tidak jadi karena wanita itu tidak datang sama sekali pada acara akad nikah yang sudah ditentukan.


Sejak hari pernikahan itu, baru hari ini berani menampakkan dirinya di hadapan Rakha.


Rakha melirik tangan Dona yang melingkar di lengannya.


"Jagalah sikapmu, saat ini kita berada di kampus," ujar Rakha memberi peringatan kepada Dona.


"Rakha, aku mohon dengarkan penjelasanku," ujar Dona pada Rakha.


Dona memohon agar Rakha mau mendengarkan penjelasannya tentang ketidakhadiran dirinya saat acara akad nikah itu.


"Sudah tidak perlu, bahkan aku bersyukur tidak jadi menikah denganmu," ujar Rakha.


Hati Rakha sudah tertutup untuk Dona karena dia telah mengetahui siapa Dona sebenarnya.


"Rakha, aku mohon." Dona mulai berlagak bersimpuh di kaki Rakha.


"Dona, bersikaplah sewajarnya, jika tidak kamu akan mempermalukan dirimu sendiri," ujar Rakha.


Setelah itu Rakha pun melangkah keluar lift, beberapa orang mahasiswa melihat apa yang baru saja dilakukan oleh dosennya itu, hal ini membuat Dona merasa sangat malu.

__ADS_1


Dia pun berdiri lalu melangkah keluar dari lift dengan wajah memerah menahan malu. Dia tidak menyadari bahwa pintu lift sudah terbuka saat dia berjongkok memohon pada Rakha.


"Rakha!" teriak Dona saat berada di ruang dosen.


Semua dosen yang ada di ruangan itu menoleh ke arah Dona, mereka terlihat kesal karena kedatangan Dona mengganggu ketenangan mereka di dalam ruangan tersebut.


"Mhm, maaf," lirih Dona.


Dona pun melangkah menuju kursi yang ditempati oleh Rakha.


"Rakha, aku mohon dengarkan penjelasan dariku," gumam Dona lagi.


"Dona, aku tak ingin banyak bicara. Selama ini aku menerimamu sebagai kekasihku karena aku merasa kamu wanita baik-baik, tapi ternyata kamu sama saja dengan wanita yang lain," ujar Rakha dengan tegas.


Seketika ucapan Rakha membuat Dona terdiam, dia tidak tahu bahwa saat ini Rakha telah mengetahui siapa dirinya sesungguhnya.


"Mulai hari ini jangan pernah nampakkan wajahmu di hadapanku," ujar Rakha.


Dona masih diam, saat ini dia mencoba untuk berpikir, dia akan mencari cara untuk bisa kembali meluluhkan hati Rakha, pria yang selama ini sudah menjadi kekasihnya.


Semua angan-angan Dona untuk menjadi wanita satu-satunya dalam hidup Rakha harus diwujudkannya, dia akan melakukan berbagai hal agar mendapatkan apa yang diimpikannya.


Pada pukul 16.00 Rakha sudah berada di rumah, dia langsung melangkah menuju kamarnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Rakha pada Ayunda yang sedang asyik dengan ponselnya.


Ayunda sedang berbalas pesan dengan Baik, yang sejak pulang sekolah Baim merasa khawatir dengan keadaan Ayunda saat ini.


Ayunda menjatuhkan ponselnya karena kaget saat mendengar suara pria beruang kutub yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Rakha menautkan keduanya alisnya saat memperhatikan Ayunda yang terlihat takut dan gugup.


Rakha melangkah menghampiri Ayunda, dia pun berjongkok lalu mengambil ponsel Ayunda yang jatuh di lantai.


Rakha pun membuka pesan dari Baim, dia melihat keakraban yang terjalin antara istrinya dan pria lain.


"Siapa pria ini?" tanya Rakha datar.


Rakha menatap Ayunda dengan tatapan yang sulit di artikan sehingga Ayunda pun semakin takut dan gugup.


Rakha melihat nama kontak yang tersimpan di ponsel istrinya, di belakang nama Baim terdapat tanda love.


Ayunda memang belum menghapus tanda love yang ada di kontak Baim.

__ADS_1


Rakha mendekati Ayunda, sehingga jarak mereka sisa beberapa Senti lagi.


Bersambung...


__ADS_2