Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Rakha di mata Erika.


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, Rakha dan Ayunda melewati pernikahan mereka seperti biasa, tidak ada perkembangan sama sekaligus.


Meskipun mereka sekarang sudah lebih dekat tapi Rakha masih belum. bisa berbagi hati pada Ayunda.


Sedangkan Ayunda juga berusaha menjaga hatinya agar tidak mudah jatuh cinta pada beruang kutub yang dinginnya selangit.


Terkadang Rakha sangat manis padanya, tapi terkadang Rakha sangat cuek terhadap dirinya. Jadi, Ayunda hanya bisa bersikap sesuai suasana hati si beruang kutub itu.


Suatu hari Ayunda dan Erika terpaksa mampir ke mall karena dia butuh mencari buku untuk menyelesaikan tugas mereka.


Mereka sudah mencari buku yang dibutuhkan itu di perpustakaan, tapi petugas pustaka mengatakan bahwa buku yang mereka cari menang tidak ada di perpustakaan sekolah dan salah satu petugas perpustakaan memberitahukan bahwa mereka dapat menemukan buku tersebut di toko buku yang ada di mall.


"Rik, aku takut Bang Rakha marah kalau kita pulang sekolah bukannya langsung pulang, justru mampir ke sini," ujar Ayunda saat mereka telah sampai di mall.


"Lu tenang aja, nanti gue yang bilang sama tuan muda. Toh, kita ke sini bukan mau main-main. Kita ke sini kan dalam misi menyelesaikan tugas," ujar Erika.


"Baiklah, aku tidak mau bermasalah sama beruang kutub," ujar Ayunda.


"Haha, tenang saja. Biar gue yang ngurus si beruang kutub," ujar Erika sambil tertawa lepas.


Dia baru mendengar Ayunda menyebut Rakha dengan kata beruang kutub.


"Eh." Ayunda menyadari bahwa dia telah keceplosan menyebut panggilan Rakha di depan Erika.


"Sejak kapan lu panggil tuan muda beruang kutub?" tanya Erika penasaran.


"Mhm, sejak dia sah menjadi suamiku," jawab Ayunda jujur.


Memang tidak ada yang bisa disembunyikan Ayunda pada Erika karena hanya Erika satu-satunya sahabat Ayunda selama berada di kota Padang.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kalian?" tanya Erika lagi semakin penasaran dengan hubungan Ayunda dan tuan mudanya.


Ayunda hanya menoleh ke arah Erika, dia berusaha menghindar dari pertanyaan Erika karena menurut Ayunda tak ada perkembangan sama sekali dalam hubungan mereka selama ini.


Rakha memang bersikap baik padanya, dan dia wajib melakukan hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang istri kecuali melayani Rakha di atas ranjang.


Rakha sendiri enggan untuk berdekatan dengannya selama berada di atas tempat tidur, meskipun Rakha sudah mengambil ci***n pertama Ayunda tapi dia tidak menunjukkan bahwa dia tertarik pada Ayunda setelah itu.


Pria dingin itu bersikap seperti tidak pernah melakukan apapun terhadap dirinya.


"Hubungan apa?" tanya Ayunda bingung.

__ADS_1


"Ya ampun, Ayun. Yang namanya suami istri itu pasti ada rasa cinta yang tumbuh di hati pasangan itu," ujar Erika.


"Hahaha, mana ada cinta buat beruang kutub seperti dia," ujar Ayunda.


Ayunda sama sekali tidak pernah membayangkan akan cinta yang hadir di antara dirinya dan Rakha, karena interaksi di antara mereka hanya biasa-biasa saja.


Rasa takut Ayunda akan sebuah kekecewaan membuat Ayunda berusaha untuk tidak jatuh cinta pada suaminya itu.


Ayunda juga tak pernah membayangkan rumah tangganya dengan Rakha akan berujung seperti apa, yang ada di benak gadis belia itu saat ini hanya menjalani hidup tanpa adanya masalah yang datang, karena cukup sudah masalah hidup yang telah dilewatinya selama ini.


"Yun, kita makan dulu, ya. Gue laper," ujar Erika mengajak Ayunda masuk ke sebuah food court yang ada di mall tersebut.


"Hah?" lirih Ayunda.


Padahal Ayunda hanya berniat untuk membeli buku, dia sama sekali tidak ingin mengisi perutnya dengan apa pun di mall itu.


Ayunda tidak mau, Rakha berpikiran bahwa dirinya keluyuran tak menentu.


"Ayo," ujar Erika sambil menarik tangan Ayunda masuk ke dalam food court.


Mau tak mau Ayunda pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Erika.


Erika memanggil pelayan saat mereka telah duduk dengan nyaman di tempat mereka.


Seorang pelayan pun datang menghampiri mereka.


"Siang, Kak. Mau pesan apa, ya?" tanya di pelayan dengan ramah


Pelayan itu menyodorkan lembaran menu yang ada di tangannya pada Ayunda dan Erika.


Mereka pun memilih makanan dan minuman yang mereka sukai.


"Baiklah, Kak. Tunggu sebentar, ya," ujar si pelayan.


Lalu pelayan pun. meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanan yang baru saja diminta oleh 2 gadis belia itu.


"Sebenarnya, tuan muda itu seorang pria yang baik dan sangat perhatian." Erika mulai menceritakan sosok Rakha.


Rakha pria yang ramah menurut Erika, karena selama ayah Erika bekerja di kediaman Tuan Adhitama Erika tidak pernah melihat tuan muda Rakha bersikap semena-mena pada pelayan atau siapa pun.


Ayah Erika merupakan ajudan pribadi tuan Adhitama. Tapi, setelah ayahnya meninggal tuan Adhitama membiayai segala kebutuhan hidup Erika dan ibunya, lalu sekarang Erika diberi kepercayaan untuk menjaga Ayunda kapan pun dan di mana pun kecuali di dalam rumah tuan Adhitama.

__ADS_1


"Tuan muda itu pria yang sangat penyayang dan perhatian, hanya saja dia tidak mau memperlihatkan hal itu secara langsung," cerita Erika pada Ayunda.


Ayunda hanya menganggukkan kepalanya mendengar cerita dari Erika.


"Sebenarnya lu itu sangat beruntung bisa menjadi istri tuan muda," ujar Erika lagi.


"Huhhft." Ayunda hanya menghela napas panjang mendengar ucapan Erika.


Dia sendiri tidak tahu bagaimana nasibnya setelah ini menjadi istri Si beruang kutub itu.


"Silakan, Kak." Si pelayan pun datang dan meletakkan makanan yang telah dipesan oleh 2 gadis itu.


"Terima kasih," ucap Ayunda dan Erika serentak.


Setelah itu mereka pun menikmati makanan yang telah terhidang di hadapan mereka, seketika mereka lupa dengan tapi pembicaraan yang baru saja mereka bahas.


Usai menghabiskan makanan yang ada di hadapan mereka, Ayunda dan Erika pun keluar dari food court tersebut, mereka melangkah menuju toko buku untuk mencari buku yang mereka butuhkan.


Di dalam toko buku itu Ayunda dan Erika sibuk mencari buku yang mereka inginkan, sehingga mereka tidak menyadari keberadaan Baim yang juga tengah mencari buku yang sama.


"Ayun, kamu di sini?" tanya Baim dengan ramah.


"Baim," seru Ayunda surprise melihat Baim juga ada di sana.


"Iya, nih." Ayunda mengangguk.


Ayunda memanjangkan lehernya mencari sosok Erika yang berada di lorong yang berbeda dengan mereka.


Ayunda merasa tidak enak berduaan dengan Baim di tempat itu, meskipun masih banyak pengunjung lainnya.


"Kamu cari siapa?" tanya Baim melihat Ayunda yang gelisah.


"Erika, tadi aku bersama Erika ke sini," jawab Ayunda.


"Ya udah, ayo kita cari dia ke lorong yang lain," ujar Baim.


Baim pun menarik tangan Ayunda.


Seketika seseorang menghentikan langkah Ayunda.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2