
"Ayunda mana, ya?" gumam Erika yang sejak berada di kelas belum mendapati sahabatnya berada di kelas.
Sementara itu, pelajaran sebentar lagi akan dimulai.
Erika pun mencoba menghubungi nomor Ayunda, tapi tidak diangkat sama sekali.
"Ayun, lu di mana, sih? Tumben jam segini belum berada di kelas," gumam Erika terus bertanya-tanya akan keberadaan sang sahabat.
Erika pun teringat untuk menghubungi tuan muda.
Berkali-kali Erika menghubungi Rakha tapi nomor Rakha tidak aktif sama sekali.
Akhirnya Erika pun mulai mengikuti pelajaran yang sudah berlangsung meskipun dia belum bisa fokus karena memikirkan ketiadaan Ayunda di kelas tanpa kabar sama sekali.
Saat jam makan siang, Erika juga belum bertemu dengan Ayunda, lagi-lagi Erika mencoba menghubungi sahabatnya itu, tapi panggilan darinya sama sekali tidak diangkat oleh Ayunda.
Erika mulai merasa khawatir dengan keadaan Ayunda. Erika pun mulai berinisiatif untuk menghubungi Rakha.
"Halo," sahut Rakha setelah menekan tombol hijau dan panggilan pun juga sudah tersambung.
"Tuan muda, maaf kalau telpon saya mengganggu kesibukan Tuan muda," ujar Erika setelah mendengar suara Rakha.
"Ada apa, Rika?" tanya Rakha.
"Mhm, tuan muda, saya mau tahu di mana keberadaan Nona muda,. Nona muda kurang sehat, ya?" tanya Erika terus terang.
"Apa yang kamu katakan, Rika? Sudah jelas tadi pagi aku mengantarkan Ayunda langsung ke kampus," ujar Rakha.
Raka kaget mendengar pertanyaan dari Erika.
"Apa? tapi Saya belum bertemu dengan nona muda sejak tadi pagi hingga saat ini,"ujar Erika menyampaikan Apa yang terjadi hari ini.
"Tidak mungkin, aku melihat dengan jelas Ayunda masuk ke dalam gedung fakultas dan menuju kelasnya," ujar Rakha panik.
"Apa? Aku enggak bohong, Tuan muda, sejak tadi aku nungguin Ayunda yang enggak datang-datang makanya aku hubungi tuan muda," ujar Erika lagi.
"Erika, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?" ujar Rakha lalu memutus panggilan itu.
Rakha langsung menghubungi Robby, dia yakin hilangnya Ayunda pasti ada hubungannya dengan Ratih.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Rakha meminta izin pada teman-temannya untuk kembali ke Padang terlebih dahulu, karena keadaan darurat.
Dia langsung keluar dari hotel tempat acara seminar, dan mencari sebuah taksi yang bisa mengantarnya ke Bandara.
Saat ini yang ada di pikiran Rakha hanya ingin cepat sampai di kota Padang dan mencari Ayunda, Rakha akan langsung menemui Ratih dan memintanya memberitahukan keberadaan Ayunda saat ini.
Sementara itu, Erika langsung menghubungi Anton, dia tidak bisa bergerak tanpa ada bantuan dari Anton, hanya kaki tangan tuan Adhitama yang bisa bergerak lebih cepat.
Sesampai di kota Padang, Rakha langsung ke rumah Ratih.
Dia masih ingat rumah gadis itu, jika tidak ingin mencari Ayunda, maka Rakha tidak akan mau datang ke rumah itu.
Tok tok tok tok.
Rakha mengetuk pintu rumah Ratih, saat dia telah berada tepat di depan rumah wanita gila itu.
"Pa-pak Rakha," lirih Aminah kaget saat melihat pemuda yang dituduh putrinya telah melecehkan dirinya.
"Mana Ratih, Bu?" tanya Rakha tanpa basa-basi.
Saat ini Rakha hanya ingin menanyakan keberadaan Ayunda pada Ratih.
"Ratih keluar," jawab Aminah gugup.
"Di mana kalian sembunyikan istriku?" bentak Rakha pada wanita paruh baya yang tidak tahu apa-apa itu.
"A-apa istri?" tanya Aminah terlihat bingung.
Dia memang tidak tahu apa-apa.
"Kalian jangan bohongi aku! Bu, jika terjadi sesuatu pada istriku, aku tak akan segan-segan menjebloskan Ratih ke dalam penjara," ancam Rakha pada wanita paruh baya itu.
"Maaf, Nak Rakha, saya tidak mengerti apa yang saat ini Nak Rakha bicarakan," tutur Aminah.
"Putri ibu sudah mengancam saya untuk menikahinya dengan memberikan foto-foto yang menjebak saya, dan setelah bukti-bukti yang dipegang Ratih hilang m, dia berusaha menculik istriku," jelas Rakha dengan napas memburu menahan emosi.
"Astaghfirullahal'adzim, ibu sama sekali tidak tahu menahu masalah ini," tutur Aminah.
Aminah kaget mendengar penjelasan Rakha, dia tak menyangka putrinya akan bertindak kelewat batas seperti ini.
__ADS_1
"Ibu akan coba hubungi Ratih, kamu silakan duduk dulu," ujar Aminah berusaha menenangkan Rakha.
Aminah melangkah masuk ke dalam rumah untuk mengambil ponselnya. Dia juga tidak lupa mengambilkan segelas air untuk Rakha agar, pria yang tengah emosi itu dapat menahan dirinya untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.
"Nak Rakha minumlah terlebih dahulu, saya akan menghubungi putri saya," ujar Aminah pada Rakha.
Rakha menoleh ke arah segelas air mineral yang diletakkan Aminah di atas meja, dia mengabaikan air tersebut, Rakha takut air itu berisi racun atau obat-obatan yang membuat dia kehilangan kesadarannya.
Aminah terlihat sibuk menekan tombol ponselnya, dia terus berusaha menghubungi putrinya yang sama sekali tidak menjawab panggilan dari ibunya.
"Panggilannya masuk, tapi Ratih tidak mengangkat panggilan dari ibu," ujar Aminah terlihat putus asa.
Rakha berdiri lalu menatap tajam ke arah Aminah.
"Bu, ternyata ini balasan yang kalian berikan padaku setelah aku menyelamatkan nyawa Ratih jika tahu seperti ini maka seumur hidup, saya akan buat hidup kalian tidak tenang," ancam Rakha dengan kilatan mata yang membunuh.
Aminah hanya diam mendengar ancaman tersebut, dia mulai takut. Aminah takut putrinya berbuat kriminal.
Rakha meninggalkan rumah itu tanpa masuk ke dalam rumah Ratih.
Rakha menghubungi Robby dan memberitahukan bahwa dirinya telah berada di kota Padang.
Sedangkan Anton dan beberapa orangnya meluncur ke kampus, dia meminta keamanan kampus untuk memperlihatkan CCTV yang ada di gedung Fakultas tempat Ayunda terakhir berada.
"Lihat, itu Ayunda!" ujar santun saat melihat sosok Ayunda yang ada di layar monitor.
"Pak putarkan beberapa rekaman yang ada di luar gedung ini," perintah Anton pada bagian keamanan tersebut.
Di rekaman lainnya, terlihat sosok pria yang mengenakan masker dan topi membawa Ayunda masuk ke sebuah mini bus.
"Coba perbesar plat mobilnya," pinta Anton.
Anton pun merekam nomor polisi mobil yang membawa Ayunda di otaknya, setelah itu dia pun langsung menghubungi polisi, Anton meminta polisi untuk melacak keberadaan mobil itu sekarang.
Kekuatan tuan Adhitama yang sangat berpengaruh di kota Padang membuat polisi bergerak cepat membantu Anton dalam mencari mobil tersebut.
Semua orang bergerak dengan cepat untuk mencari Ayunda, tapi hingga sore hari mereka belum menemukan titik terang keberadaan Ayunda.
"Sayang, kamu di mana?" gumam Rakha mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
Rakha dan Robby kini tengah berada di depan rumah kontrakan yang pernah dikunjungi oleh Ratih, Robby mencoba mengecek rumah kontrakan itu, mana tahu rumah kontrakan itu digunakan untuk menyekap Ayunda.
Bersambung...