
Rakha langsung berdiri melihat apa yang dilakukan Patricia.
"Apa yang kamu lakukan pada Ayunda?" bentak Rakha marah.
Dia tidak bisa terima istrinya diperlakukan tidak baik oleh mahasiswi lain.
Patricia menatap tajam ke arah Ayunda, dia tak terima akan keberadaan Rakha di samping Ayunda, karena dia baru saja mengancam Ayunda untuk tidak dekat dengan Rakha.
"Dia sudah membantah apa yang aku katakan," jawab Patricia asal.
Patricia bingung harus menjawab apa, dia tidak mau Rakha tahu apa yang sudah dikatakannya pada Ayunda tadi.
Ayunda berdiri, lalu menatap tajam ke arah Patricia.
Ayunda pun mengambil segelas teh es miliknya lalu melemparnya ke wajah Patricia.
Dia membalas apa yang telah dilakukan Patricia pada dirinya.
"Aku sudah ingatkan padamu! Jika dia memang mau padamu, ambillah!" bentak Ayunda.
Rakha menautkan kedua alisnya mendengar apa yang dikatakan Alisya, dia mulai penasaran, apa sebenarnya yang diinginkan oleh Patricia.
"Kamu tidak bisa mengancamku sesuka hatimu! Aku sama sekali tidak takut!" ujar Ayunda lagi.
__ADS_1
"Rika, ayo kita pergi dari sini," ujar Ayunda pada Erika.
Erika pun berdiri dan meninggalkan Patricia dan Rakha.
"Ayun, lu ninggalin tuan muda sama wanita itu," ujar Erika saat di tengah perjalanan.
"Kalau Bang Rakha mau berlama-lama sama wanita itu biarkan saja," ujar Ayunda kesal.
Ayunda tidak mungkin ikut menarik tangan Rakha, karena dia tidak mau semua orang tahu dia memiliki hubungan dengan si dosen killer.
Ayunda masih ingin hidup normal di dunia kampus dengan menyembunyikan statusnya sebagai istri sang dosen killer.
Rakha pun ikut melangkah meninggalkan Patricia yang masih bingung, dia merasa sangat bodoh telah mengancam Ayunda yang penampilannya seperti orang kampung tapi keberaniannya tak ada yang menandinginya.
Rakha membalikkan tubuhnya, lalu dia menatap tajam ke arah Patricia.
"Maafkan saya sudah mengganggu waktu makan siang bapak," ujar Patricia berharap dengan begitu pandangan Rakha terhadap dirinya tidak terlalu buruk.
Rakha meninggalkan Patricia begitu saja, dia tidak mengacuhkan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
Rakha hendak mengejar Ayunda tapi dia tidak lagi melihat Ayunda.
"Ke mana anak itu, cepat sekali menghilangnya." Rakha pun melangkah menuju ruangannya.
__ADS_1
Saat pulang kuliah, Ayunda dan Erika baru saja sampai di parkiran, Rakha sudah menunggu Ayunda di dalam mobil, Rakha langsung menghampiri Ayunda dengan mobilnya.
"Sang pangeran udah jemput tuh," ujar Erika menggoda Ayunda.
"Hehehe, pangeran dari Hongkong," sahut Ayunda.
"Ya udah, kalau gitu gue cabut, ya," ujar Erika meninggalkan Ayunda yang kini sudah berdiri tepat di depan pintu mobil sang suami.
Dari kejauhan ada sepasang mata memperhatikan Ayunda yang masuk ke dalam mobil Rakha.
"Apa sebenar-benarnya hubungan mereka?" gumam Patricia di dalam hati yang sedari tadi memperhatikan mobil yang dikendarai Rakha.
"Mengapa Ayunda masuk ke dalam mobil Pak Rakha?" gumam Patricia bertanya-tanya.
Selama ini Ayunda dan Rakha menyembunyikan status mereka, dan selama ini juga tak ada yang memperhatikan Ayunda masuk ke dalam mobil milik sang suami.
"Jangan-jangan mereka pacaran makanya dia dengan berani menantangku," gumam Patricia di dalam hati.
"Kamu kenapa lama?" tanya Rakha pada istrinya setelah Ayunda berada di dalam mobil.
"Mhm, dosen terakhir minta waktu 20 menit menambahkan materi yang harus disampaikannya," jawab Ayunda apa adanya.
"Oh begitu, lalu siapa yang tadi berani menyiramkanmu teh es?" tanya Rakha.
__ADS_1
Bersambung...