Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Hadiah Untuk Ayunda


__ADS_3

Robby dan Cinta menatap Ratih yang melangkah keluar dari rumah, lalu mereka mencoba mengikuti ke mana arah perginya Ratih.


Tak tahunya setelah dia berada di jalan raya, Ratih menaiki sebuah go**k. Robby dan Cinta terus mengikuti ke mana arah Ratih pergi.


Setelah setengah jam perjalanan mengikuti Ratih, go**k yang dinaiki Ratih berhenti di sebuah rumah kontrakan.


Wanita itu terlihat masuk ke dalam rumah itu, Robby dan Cinta menunggu mereka di luar rumah itu.


Mereka tidak bisa mengetahui apa yang tengah dilakukan Ratih di rumah itu.


Saat azan maghrib tiba, Ratih belum juga keluar dari rumah itu. Akhirnya Robby dan Cinta pun meninggalkan rumah itu dan akan melanjutkan penyelidikan esok hari.


Robby langsung menghubungi beberapa orang temannya, dia memberikan alamat Ratih dan foto Ratih pada teman-temannya.


Robby meminta semua teman-temannya untuk menyelidiki Ratih dan keluarganya, dan tak lupa Robby juga meminta teman-temannya untuk mencari tahu siapa yang tinggal di rumah kontrakan yang dikunjungi wanita itu.


Baru saja Robby selesai berkomunikasi dengan taman- temannya, sebuah notif transferan uang masuk ke dalam rekeningnya.


Rakha mengirimi Robby sejumlah uang agar Robby bisa mengerahkan teman-temannya dalam penyelidikan ini.


****


Pada malam hari, setelah shalat maghrib Ayunda dan Rakha berencana akan makan malam di luar.


Rakha sengaja mengajak istrinya makan di luar, karena dia memiliki hadiah untuk istrinya.


"Kita mau makan malam di mana?" tanya Ayunda pada Rakha.


"Di mall aja," jawab Rakha singkat.


Dia sudah memiliki sebuah rencana untuk istrinya, meskipun kini dia tengah menghadapi sebuah masalah, dia tidak mau rencana yang sudah disiapkannya diundur begitu saja.


Sesampainya di mall, Rakha langsung mengajak Ayunda masuk ke dalam sebuah resto yang ada di lantai 3.


"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Rakha.


Sekarang Rakha sudah mulai terbiasa memanggil Ayunda dengan sebutan 'sayang' karena saat ini rasa sayang dan cintanya memang tercurah untuk Ayunda.


"Aku ikut kamu aja, Bang." Ayunda juga bingung dengan menu makanan yang ada di resto ini karena Ayunda lebih suka menikmati makanan yang biasa-biasa saja.


"Ya udah, aku pesankan nasi ayam rica-rica saus keju ya," ujar Rakha.


"Oke," sahut Ayunda.


Rakha memanggil pelayan dengan cara mengangkat tangannya ke atas.


Tak berapa lama setelah itu pelayan datang menghampiri mereka lalu menanyakan makanan yang akan mereka.


"Tunggu sebentar ya Kak, Bang," ujar pelayan dan dia pun berlalu menuju dapur untuk menyiapkan pesanan yang diminta oleh Rakha.

__ADS_1


Rakha dan Ayunda pun mengobrol sejenak sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.


"Bang, bagaimana dengan wanita itu?" tanya Ayunda.


Ayunda juga ingin membantu Rakha dalam menghadapi masalah ini.


"Mhm, kamu tenang saja, ya. Aku sudah minta bantuan teman dalam masalah ini, sepertinya wanita ini ingin memanfaatkan diriku untuk mendapatkan sesuatu dalam hidupnya," jawab Rakha.


"Kamu yakin masalahnya bisa diselesaikan dengan mudah, Bang?" tanya Ayunda lagi masih mengkhawatirkan keadaan Rakha.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku ya, Sayang. Sekarang kamu fokus sama kuliah kamu saja, aku tidak ingin kuliah kamu terganggu gara-gara ini, lupakan dan fokus buat belajar," ujar Rakha pada Ayunda.


Mau tak mau Ayunda mengangguk di hadapan sang suami, apa lagi Rakha kini mengusap lembut kepalanya membuat Ayunda luluh, untuk sementara waktu dia memilih untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh sang suami.


"Maaf, agak terlambat, Kak, Bang," ujar. si pelayan yang datang membawa makanan pesanan Rakha dan Ayunda.


Dia meletakkan makanan tersebut di atas meja.


"Silakan, Kak, Bang," ujar si pelayan sebelum meninggalkan Ayunda dan Rakha.


"Terima kasih," ucap Rakha.


Ayunda dan Rakha pun mulai menyantap makanan mereka, berhubung Ayunda memang sudah lapar, dia menyantap makanan itu dengan lahap.


"Makannya pelan-pelan aja, Sayang," ujar Rakha pada istrinya.


"Enak, Bag. Kebetulan aku udah lapar banget," sahut Ayunda masih menikmati makanannya.


"Sayang, aku kan udah bilang, makannya santai aja. Aku enggak bakal rebut makanan kamu," ujar Rakha sambil terkekeh.


Rakha menyodorkan segelas air putih pada istrinya.


Perlahan Ayunda meminum air yang diberikan oleh Rakha padanya.


"Makasih ya, Bang," ujar Ayunda.


Setelah mereka selesai makan, Rakha menghubungi seseorang melalui pesan singkat, dia meminta seseorang datang ke tempat mereka berada.


Tak berapa lama seorang wanita yang berpenampilan seperti seorang pegawai toko datang menghampiri Ayunda dan Rakha.


"Permisi, Tuan," sapa wanita itu.


Rakha tersenyum pada wanita itu, sedangkan Ayunda menautkan kedua alisnya heran melihat kedatangan wanita yang menyapa suaminya.


"Saya mengirimkan pesanan tuan," ujar si wanita sambil meletakkan sebuah paper bag di atas meja.


"Oh iya, terima kasih, ya," ucap Rakha.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu, Tuan," ujar si wanita itu.

__ADS_1


Ayunda menautkan kedua alisnya, matanya menatap paper bag yang ada di atas meja.


"Ini apa, Bang?" tanya Ayunda pada Rakha penasaran.


"Mhm." Rakha tersenyum.


"Ini hadiah untukmu," jawab Rakha dengan senyuman mengembang di wajahnya.


Sejenak dia melupakan masalah yang tengah dihadapinya.


"Hadiah untukku?" Ayunda masih tak percaya.


"Iya." Rakha mengangguk lalu mendorong paper bag itu ke dekat Ayunda.


"Boleh aku buka?" tanya Ayunda penasaran.


Rakha mengangguk.


Ayunda pun membuka paper bag berukuran lumayan besar itu, lalu dia mengeluarkan sebuah kotak yang berbungkus kado.


"Pake dibungkus kado segala," seru Ayunda dengan wajah sumringah.


Ayunda terlihat berbinar dan sangat bahagia, dia sudah tidak sabar ingin tahu isi dari kotak yang berbungkus kado itu.


Rakha memperhatikan apa yang dilakukan Ayunda sambil tersenyum, dia ikut senang melihat wajah istrinya yang bahagia.


Ayunda terus berusaha membuka kotak tersebut, mata Ayunda membulat saat melihat isi kotak itu.


Dia tidak percaya Rakha akan memberinya hadiah yang menurutnya harganya sangat mahal.


"Kenapa kamu membelikan ini untukku, Bang?" tanya Ayunda tidak percaya saat melihat benda mahal yang ada di hadapannya saat ini.


"Karena aku tahu saat ini kamu sangat membutuhkan benda ini," jawab Rakha.


"Apa jangan-jangan karena waktu itu aku sudah mengganggu pekerjaanmu?" tanya Ayunda merasa bersalah.


"Tidak, aku memang sudah berniat untuk membelikan laptop ini untukmu, agar kamu bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliah dengan mudah tanpa menunggu aku," jelas Rakha.


Ayunda langsung memeluk tubuh sang suami dengan erat, dia tak percaya Rakha saat ini sangat perhatian padanya.


"Terima kasih, Bang. Aku bersyukur bisa kenal dengan kamu dan papa, kehadiran kalian dalam hidupku membuat hidupku mulai berwarna jauh dari sebelumnya," ujar Ayunda.


Ayunda dan Raka terlihat sangat bahagia.


Tak berapa lama mereka saling berpelukan, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri Rakha.


"Sayang," lirih si wanita itu.


Ayunda menatap si wanita dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2