Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Rumah Baru Untuk Ayunda


__ADS_3

"Ish, kamu bikin penasaran saja," ujar Ayunda.


Rakha hanya tersenyum. Lalu dia melajukan mobilnya meninggalkan restoran mewah itu. Ayunda mencoba mengingat arah jalan yang dituju oleh Rakha.


Satu setengah tahun dia berada di kota Padang, dia masih belum terlalu paham jalan-jalan yang ada di kota Padang. Yang dia tahu hanyalah jalan dari rumah menuju sekolah serta dari rumah menuju kampus.


Wajar selama ini, dia jarang pergi keluar rumah, karena Ayunda tidak ingin merepotkan tuan Adhitama serta Rakha. Bisa tinggal di rumah mereka saja Ayunda sudah sangat bersyukur.


"Kamu tenang saja," lirih Rakha.


Tak berapa jauh dari tempat tujuan mereka Rakha menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di pinggir jalan.


Ayunda menaikkan kedua alisnya heran, lalu dia melihat Rakha mengambil sapu tangan dari dasbor mobilnya.


"Kamu tutup mata dulu, ya," ujar Rakha sambil mengulurkan sapu tangan yang ada di tangannya pada Ayunda.


"Kenapa pakai tutup mata segala?" tanya Ayunda semakin penasaran.


"Aku mau kasih kamu kejutan," ujar Rakha.


"Kejutan apa?" Ayunda semakin penasaran.


"Kamu tenang aja, nanti kamu juga akan tahu kegiatan apa yang aku berikan untuk kamu. namanya aja surprise," ujar Raka membujuk Ayunda untuk mengenakan sapu tangan tersebut untuk menutupi matanya.


Akhirnya mau tak mau menutup matanya dengan sapu tangan yang diberikan oleh Raka tadi.


Setelah itu Raka kembali melanjutkan mobilnya, dia sendiri juga tidak sabar untuk sampai di tempat tujuan secepatnya.


Selang beberapa menit Mereka pun sampai di depan sebuah rumah minimalis yang terkesan dengan kemewahannya.


Rakha menghentikan mobilnya.


"Tunggu sebentar, ya," ujar Rakha.


Rakha turun dari mobil lalu dia berjalan mengitari mobilnya menuju pintu tempat Ayunda berada.


Rakha membukakan pintu mobil untuk Ayunda lalu membantu Ayunda keluar dari mobil tersebut.


Rakha membantu istrinya melangkah hingga mereka sampai di dalam pagar rumah tersebut.


Setelah mereka sampai di rumah itu, perlahan Rakha membukakan sapu tangan yang menutupi mata Ayunda.


"Tarra!" seru Rakha sambil memamerkan rumah minimalis yang memiliki kesan mewah yang ada di hadapan mereka.


Ayunda masih bingung dengan apa yang ada di hadapannya, dia memang kagum melihat rumah yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Rumah ini akan menjadi milik kamu, kita akan tinggal di sini," ujar Rakha pada istrinya.


Ayunda tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.


Awalnya rumah ini disediakan Rakha untuk tempat tinggal dirinya beserta Andini, wanita yang selama ini dicintainya, tapi setelah apa yang terjadi di antara dirinya dan sang istri akhirnya Rakha memutuskan rumah itu akan menjadi tempat tinggal mereka.


Rakha berusaha melupakan sosok Andini di dalam hidupnya, dia akan memulai hidup baru bersama Ayunda di rumah ini.


"Apa? Kita akan tinggal di rumah ini?" tanya Ayunda memastikan pendengarannya tidak salah dengar.


"Iya benar, aku dan kamu akan membina rumah tangga kita di rumah ini hanya kita berdua," ujar Rakha membenarkan apa yang dikatakan oleh sang istri.


Ayunda masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rakha, dia tak pernah bermimpi bisa hidup bahagia seperti saat ini.


Diterima dalam hidup Rakha saja, dia sudah sangat bersyukur apalagi sekarang dia diberi hadiah sebuah rumah yang menurutnya sangatlah mewah, karena sejak kecil dia tinggal hanya di sebuah gubuk kecil yang tidur hanya beralaskan tikar.


Ayunda memeluk erat tubuh Sang suami.


"Terima kasih, kamu tidak perlu melakukan ini padaku," ujar Ayunda mulai meneteskan air matanya.


Dia terharu mendapatkan perlakuan istimewa dari sang suami yang selama ini tidak pernah menganggap dirinya ada.


"Ayo, kita masuk!" ajak Rakha.


Rakha menggandeng kangen istrinya dan melangkah masuk ke dalam rumah tersebut.


Rakha memamerkan setiap sudut yang ada di lantai 1, setelah itu Rakha juga mengajak Ayunda melangkah menaiki anak tangga.


Rakha menunjukkan beberapa kamar yang ada di lantai 2.


"Ini kamar kita," ujar Rakha menunjukkan kamar yang paling besar yang ada di lantai 2.


"Mhm, kamar ini memang tidak seluas kamar kita yang ada di rumah Papa, tapi alangkah nyamannya kita tinggal di rumah yang hanya pada kita berdua, agar rumah tangga kita bisa kita bina mnjadi lebih baik untuk kedepannya," ujar Rakha.


Ayunda hanya mengangguk sambil tersenyum, saat ini dia tidak tahu harus melakukan apa.


"Oh, iya. Apa kamu haus?" tanya Rakha pada istrinya.


"Mhm, tidak terlalu," jawab Ayunda.


"Mhm, tadi siang aku sudah isi kulkas dengan beberapa minuman, ayo kita ambil minumannya, aku haus," ajak Rakha.


Mereka pun melangkah menuju dapur.


"Kamu mau minum apa?" tanya Raka pada istrinya setelah membuka kulkas yang ada di dapur.

__ADS_1


"Mhm," gumam Ayunda bingung.


Ayunda sama sekali tak tertarik dengan minuman kaleng yang ada di dalam kulkas tersebut, justru saat ini matanya tertuju pada beberapa buah-buahan yang ada di dalam kulkas bagian bawah.


"Kamu mau buah?" tanya Rakha berusaha menebak apa yang diinginkan oleh sang istri.


"Sepertinya jus buah naga enak juga kalau minum malam seperti ini," ujar Ayunda yang memang sangat menyukai jus buah naga.


"Ya udah, ayo kita bikin jus buah naganya." Rakha pun mengambil dua buah buah naga serta susu UHT.


Lalu dia membawa buah naga itu ke atas meja, yang mana Di sana telah tersedia sebuah blender.


Rakha pun mulai beraksi membuatkan sebuah jus mangga untuk sang istri.


"Biar aku saja yang bikin, m" ujar Ayunda.


Ayunda ingin membantu sang suami.


"Kamu duduklah yang manis di sana, biar aku yang menyiapkan jusnya."


Rakha mengeluarkan sebuah kursi yang ada di depan Rakha, lalu meminta Ayunda duduk di atas kursi tersebut, akhirnya Ayunda pun hanya duduk memperhatikan apa yang dilakukan oleh sang beruang kutubnya.


Rakha mencampurkan buah naga itu hanya dengan susu uht, setelah itu dia memblendernya.


Tak berapa lama jus buah naga buatan Rakha pun siap untuk dinikmati.


Sepasang suami istri itu pun menikmati jus buah naga buatan Rakha. suasana hati mereka sangat bahagia, saat ini mereka berdua mulai merasakan gejolak Cinta yang ada di hati mereka masing-masing.


"Mhm, bang," lirih Ayunda pada suaminya.


"Mhm," gumam Rakha.


"Apakah aku sudah boleh mencintaimu?" tanya Ayunda takut.


Rakha pun tersenyum, lalu dia menghampiri sang istri.


Rakha menatap dalam wajah cantik istrinya. Lalu, Rakha mulai membungkam sang istri dengan kecupan manisnya.


Dia tak menjawab apa yang ditanyakan oleh istrinya, tapi dia hanya melakukan sesuatu yang dapat membuat Ayunda mengerti.


Kali ini tangan Rakha tak diam, dia mulai menggerayangi lekuk tubuh sang istri.


Rakha tak lagi dapat menahan hasratnya, dia pun mengangkat tubuh sang istri lalu membawanya masuk ke dalam kamar khusus untuk mereka.


Rakha pun melakukan aksi yang belum pernah sama sekali dilakukannya terhadap sang istri, Ayunda kaget mendapat perlakuan dari sang suami.

__ADS_1


Kini Ayunda pasrah dengan apa yang dilakukan oleh sang suami, karena mereka kini sudah mulai saling mencintai.


Bersambung...


__ADS_2