Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Hasil Pemeriksaan Dokter


__ADS_3

Tuan Adhitama membaca kertas yang diberikan dokter dengan seksama dan hati berdebar-debar.


"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, Engkau masih menjaga menantuku dari perbuatan orang-orang jahat," lirih Tuan Adhitama.


Mereka pun kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa, tapi untuk kali ini Rakha sudah menyediakan bodyguard yang akan selalu menjaga Ayunda di mana pun dan kapan pun.


Meskipun Rakha menyediakan bodyguard untuk istrinya, tapi dia sengaja tidak memberitahukan istrinya agar sang istri tetap dapat beraktivitas tanpa merasa ada yang mengikutinya.


Pagi ini Ayunda dan Rakha mulai datang ke kampus.


"Sayang, kamu harus hati-hati, ya," ujar Rakha sebelum membiarkan Ayunda turun dari mobil.


"Mhm, siap, Bos!" sahut Ayunda semangat.


"Ya udah, kamu turun duluan, aku juga mau turun," ujar Rakha.


Ayunda menyalami dan menciumi punggung tangan Rakha, setelah itu Rakha pun mengecup lembut puncak kepala istrinya.


Ayunda turun dari mobil, lalu dia pun melangkah masuk ke dalam gedung Fakultas.


Rakha pun bergegas turun dari mobil sembari matanya terus mengikuti langkah sang istri yang mulai masuk ke dalam gedung Fakultas.


Rakha bergegas mengikuti langkah. Ayunda.


Saat masuk ke dalam gedung Fakultas, Ayunda terlihat sudah bersama Erika, Rakha menghela napas lega saat melihat Ayunda sudah bersama Erika.


Meskipun terlihat dari jauh 2 orang yang selalu menjaga Ayunda.


Ayunda dan Erika masuk ke dalam lift dan melangkah menuju kelas mereka.


Hari ini Ayunda dan Erika akan belajar dengan Rakha. Mereka telah berada di kelas dan siap untuk menerima pelajaran dari sang dosen killer yang sangat terkenal di kampus mereka itu.


"Selamat pagi," sapa Rakha dengan wibawanya.


"Pagi, Pak," sahut semua mahasiswa yang ada di dalam kelas itu, begitu juga dengan Ayunda dia ikut membalas sapaan dari sang suami sambil tersenyum.


"Woi, biasa aja kali liatinnya, nanti naksir," goda Erika pada Ayunda.


"Enggak naksir lagi, tapi udah tenggelam di lautan cinta padanya," bisik Ayunda membalas godaan dari Erika.


Tanpa mereka sadari seorang mahasiswi mendengar ucapan Ayunda.

__ADS_1


"Gila, nih cewek berani sekali naksir sama Pak Rakha, padahal dia sulit banget didekati. Gue aja berkali-kali harus memasang cara untuk bisa berada di dekat dia, eh dia malah jatuh cinta padanya, jangan berani-berani mengambil pria idamanku," gumam mahasiswi yang berada di belakang Ayunda dan Erika.


"Mhm, baiklah. Kita mulai perkuliahan hari ini. Petugas presentasi hari ini silakan tampil ke depan," ujar Rakha pada mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kelas itu.


Ayunda yang bertugas hari ini pun berdiri dengan 3 orang mahasiswi lainnya.


Presentasi materi hari ini pun dimulai. Kebetulan Ayunda tampil sebagai pembicara.


Ayunda pun mulai beraksi, dia menampilkan performa yang sangat menakjubkan, tanpa sepengetahuan Rakha Ayunda sudah menyiapkan hari ini di hadapan suaminya.


Rakha terpesona melihat aksi Ayunda pagi ini, dia merasa bangga memiliki istri yang cerdas dan smart seperti Ayunda.


"Kamu benar-benar wanita yang smart dan cerdas, aku semakin menyayangimu," gumam Rakha di dalam hati sambil senyum-senyum memperhatikan apa yang tengah dilakukan oleh Rakha.


Erika melihat ekspresi Rakha yang sangat mengagumi istrinya, dia pun mengambil ponselnya lalu mengambil beberapa foto Rakha yang tersenyum kagum pada istrinya.


Erika berniat ingin memperlihatkan ekspresi Rakha tersebut pada sahabatnya.


"Baiklah, terima kasih atas perhatiannya. Cukup sekian penjelasan materi hari ini dari kami, bagi teman-teman yang ingin bertanya kami persilakan," ujar Ayunda menutup presentasinya.


Prook prok prok.


Rakha menepuk tangannya memberi apresiasi pada sang istri yang sudah tampil.


Perlahan mereka pun ikut bertepuk tangan karena sejujurnya mereka memang mengagumi penampilan Ayunda hari ini, kecuali Patricia, mahasiswa yang tadi duduk di belakang Ayunda dan Erika.


Ayunda tersenyum melihat hasil usahanya beberapa hari ini tanpa sepengetahuan Rakha, dengan bantuan laptop yang diberikan Rakha, membuat Ayunda dapat mencari contoh video presentasi terbaik lewat internet.


Setelah presentasi, Rakha pun mulai menambahkan penjelasan materi yang belum dijelaskan Ayunda, setelah itu dia menutup mata kuliah hari ini.


"Ayunda, kamu ikut saya ke ruangan saya," ujar Rakha sebelum keluar dari kelas itu.


Ayunda menautkan kedua alisnya, dia bingung kenapa Rakha memanggilnya.


Setelah kelas di tutup, Ayunda pun memberi isyarat pada Erika, bahwa dua harus ikuti langkah sang dosen killer.


"Apa sebenarnya yang terjadi, sampai-sampai bang Rakha memanggilku ke ruangannya?" gumam Ayunda sembari mengikuti langkah Rakha yang sangat cepat.


Sesampai di dalam ruangannya, Rakha langsung memeluk tubuh sang istri, bahkan Rakha pun membungkam mulut istrinya dengan sebuah ci***n yang mesra.


Ayunda membulatkan matanya sambil berusaha bernapas.

__ADS_1


"Bang, kau ingin membunuhku?" lirih Ayunda malu sambil mendorong Rakha.


"Aku tidak sanggup menahan diri untuk menc***mu, aku semakin jatuh cinta padamu," lirih Rakha.


"Astaghfirullah, aku kira ada hal penting apa yang membuat dosen killer ini memanggilku masuk ke ruangannya," lirih Ayunda tak percaya.


Dia terus menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Aku bangga dengan penampilanmu hari ini," bisik Rakha menyatakan alasannya menyuruh Ayunda ke ruangannya.


"Mhm, benarkah? Alhamdulillah," lirih Ayunda tersipu malu.


"Iya, Sayang." Rakha pun kembali membungkam mulut istrinya, kali ini Rakha melakukannya lebih agresif sehingga penampilan Ayunda pun berantakan ulah kelakuan sang suami.


"Huhhft hahhfft." Ayunda berusaha bernapas setelah suaminya melepaskan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Rakha tersenyum melihat ekspresi istrinya, kini wajahnya terlihat memerah bagaikan udang rebus menahan rasa malu akibat apa yang dilakukan oleh sang suami.


"Aku menginginkanmu," bisik Rakha semakin sulit mengontrol dirinya yang tak dapat menahan dirinya.


"Mhm, kamu nakal, Bang. Ini kan kampus," lirih Ayunda malu.


"Nakal sama istri sendiri enggak apa-apa, justru dapat pahala," sahut Rakha membela diri.


Dia tidak mau disalahkan atas perbuatannya saat ini pada mahasiswi cantik yang sudah sah untuk digaulinya.


"Hush, tapi juga harus ingat tempat, Bang," bantah Ayunda mengingatkan suaminya agar tidak lepas kontrol.


"Iya, Sayang. Aku hanya bisa memberi hadiah ini untukmu sekarang," ujar Rakha lagi.


"Bisa aja kamu ngelesnya," lirih Ayunda.


"Hehehe," kekeh Rakha.


"Ya sudah, kamu masih ada mata kuliah hari ini?" tanya Rakha pada Ayunda mengalihkan pembicaraan.


"Mhm, ada 15 menit lagi," lirih Ayunda sambil menengok jam yang ada di pergelangan tangannya.


Tanpa pikir panjang, Ayunda pun keluar dari ruangan Rakha tanpa memperdulikan penampilannya yang kini sangat acak-acakan.


Semua mata dosen yang ada di ruang dosen itu pun tertuju pada Ayunda, tapi Ayunda mengabaikannya. Dia terus melangkah menuju kelas.

__ADS_1


"Ayun, kamu habis ngapain?" tanya Erika heran melihat penampilan Ayunda yang sangat acak-acakan.


Bersambung...


__ADS_2