
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Santoso panik.
Ayah Ratih merasa gugup dengan kedatangan Anton.
"Saya rasa kamu sudah tahu apa alasan aku datang ke sini," jawab Anton santai.
"Ma-maksudmu?" tanya Santoso yang kini tak lagi bisa menyembunyikan ketakutannya.
Tubuhnya mulai bergetar hebat karena takut dengan kehadiran Anton.
Perasaannya mulai kacau, dan dia sangat sadar dengan apa yang akan dilakukan oleh Anton padanya.
Anton melemparkan satu amplop berisi sejumlah uang ke hadapan Santoso.
"Entahlah dari kota ini, atau Tuan Adhitama akan menghabisi keluargamu!" ancam Anton.
"Apa maksudmu?" Santoso masih saja berkilah meskipun tangan dan kakinya sudah bergetar hebat.
"Kau tahu apa alasannya, Tuan Adhitama tidak main-main dengan ancamannya. Besok, aku tak ingin lagi melihatmu dan keluargamu berada di kota ini, jika kau juga tidak pergi maka, aku akan turun tangan untuk melenyapkan mu dari muka bumi ini," ujar Anton lagi.
Anton pun pergi meninggalkan Santoso yang masih saja diselimuti rasa takut.
__ADS_1
"Apakah Tuan Adhitama sudah tahu bahwa akulah dalang dibalik penculikan Ayunda?" gumam Santoso.
Santoso memang menyuruh orang untuk menculik Ayunda beberapa hari yang lalu, dia melakukan hal itu tanpa sepengetahuan Ratih dan keluarganya.
Dia hanya ingin merusak istri Rakha, agar Rakha mau menikah dengan putrinya, dia akan mengeruk semua harta Tuan Adhitama yang dulu pernah memecat dirinya.
Santoso langsung menghubungi orang suruhannya untuk mengetahui apa yang telah terjadi, tapi sayang nomor orang suruhannya itu tak lagi dapat dihubungi.
Hal ini membuat Santoso yakin, Tuan Adhitama sudah tahu apa yang sudah dilakukannya, dan saat ini hal yang harus dilakukannya adalah pergi jauh dari kota Padang.
Dia harus membawa keluarga kecilnya pergi dari kota Padang secepatnya, jika tidak Tuan Adhitama akan melakukan apa yang sudah dikatakannya.
Santoso bergegas masuk ke dalam rumah, lalu mengajak keluarganya pergi secepatnya.
Begitu juga dengan Ratih, dia juga bertanya pada bapaknya.
"Saat ini sudah tidak ada waktu untuk menjelaskannya, yang penting kita harus pergi jauh dari kota Padang, nanti jika sudah dapat tempat," ujar Santoso.
Malam itu juga Santoso meninggalkan kota Padang, dia tidak bisa menginjakkan kakinya di tanah itu lagi.
****
__ADS_1
Saat pagi datang, Rakha dan Ayunda turun dari mobil. Mereka pun melangkah masuk ke dalam gedung fakultas.
"Kenapa rame-rame?" gumam Ayunda Saat melihat para mahasiswa tengah mengerumuni sebuah papan pengumuman.
"Ada Apa? Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Kenapa kakak dan orang tuanya?" tanya Ayunda juga di dalam hati.
Ayunda bergegas ikut bergabung dengan mahasiswa lainnya yang kini tengah berkumpul di sana.
"Ada apa, sih?" tanya Ayunda pada temannya yang kini telah berada di dekat mereka.
"Ada acara kampus, mereka mengajak hiking dan camping," ujar teman Ayunda lagi menjelaskan apa isi kertas pengumuman yang tertera sana.
"Yang mau ikut daftarnya di mana?" tanya Ayunda pada temannya.
Ayunda terlihat sangat tertarik dengan acara yang diadakan oleh kampus itu.
"Itu!" sahut teman Ayunda sambil menunjuk ke arah panitia penerimaan peserta di ujung gedung itu.
Ayunda bergegas melangkah menuju panitia, dia ingin mendaftarkan diri tanpa membicarakan hal ini dengan Rakha terlebih dahulu.
Ayunda yakin, sang suami akan mengizinkannya.
__ADS_1
Bersambung....