
Ayunda pun bersiap untuk keluar dari ruangan Ayunda.
"Ayun," panggil Rakha.
"Mhm," gumam Ayunda.
"Sepertinya kamu harus bercermin dulu," ujar Rakha mengingatkan.
Rakha menyadari rambut dan pakaian Ayunda yang terlihat acak-acakan setelah apa yang mereka lakukan.
"Hah?" Ayunda tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rakha, lalu dia pun melihat pantulan dirinya di cermin lemari yang ada di ruangan Rakha.
"Astaghfirullah, untung saja aku tidak keluar seperti ini. Bisa-bisa aku dijadikan bahan tertawaan oleh mahasiswa lain, bahkan mereka akan mengira aku sudah melakukan hal-hal yang negatif dengan dosen killer kami," ujar Ayunda santai.
Ayunda sengaja berkata seperti itu,. dia ingin menyindir suaminya yang memang terkenal dengan sikap killernya selama mengajar di kampus itu.
Tek.
Lagi-lagi Rakha menjitak kepala istrinya.
"Aduh, sakit, tau," gerutu Ayunda sambil mengelus kepalanya yang baru saja dijitak sang suami.
"Rasain tuh, makanya suami jangan diledekin," ujar Rakha.
"Ya udah, aku keluar, ya," ujar Ayunda.
Ayunda pun keluar dari ruangan Rakha, dia melangkah menuju kelas, Ayunda memasang wajah murung. Dia tidak mau teman-teman di kelasnya tahu kalau dia memiliki hubungan khusus dengan si dosen killer.
"Permisi," ujar Ayunda saat dia masuk ke dalam kelas.
Semua mata tertuju pada Ayunda, Setelah itu mereka kembali fokus pada presentasi yang sedang berlangsung.
Setelah itu Ayunda melangkah menuju tempat duduknya di samping Erika.
"Woi, apa yang terjadi?" tanya Erika penasaran.
"Tidak terjadi apa-apa," jawab Ayunda santai.
"Lu jangan bohongin gue deh, lip gloss lu belepotan," bisik Erika meledek Ayunda.
Seketika wajah Ayunda berubah merah menahan malu mendengar ucapan sahabatnya.
Ayunda mengambil ponselnya, lalu memasang kamera depan untuk memastikan kebenaran apa yang dikatakan oleh Erika.
"Ah, enggak belepotan kok," ujar Ayunda membantah apa yang diucapkan oleh sahabatnya tadi.
__ADS_1
"Hahaha, ternyata dugaan gue bener, pasti di antara kalian sudah terjadi sesuatu yang sangat berarti, kan?" Erika semakin menggoda sahabatnya.
Sebenarnya Erika hanya menguji Ayunda, dan tidak ada lip gloss Ayunda yang belepotan, dia hanya ingin memastikan apa yang dipikirkannya telah terjadi di antara Ayunda dan Tuan muda.
"Ish, kamu apaan sih, Rik?" gerutu Ayunda kesal.
Ayunda menyadari bahwa sahabatnya telah menjebaknya, dia merasa semakin malu wajah merahnya tak dapat dihindari lagi.
"Tenang rahasia lu aman kok di tangan gue, apalagi gue maklum apa yang sudah terjadi, toh Kalian kan udah suami istri, sah-sah aja kali mau ngapain. jangankan cuma ci***n doang, lu mau ehem ehem pun tidak ada yang akan larang, justru hukumnya malah ibadah," bisik Erika panjang lebar.
Hal itu membuat Ayunda semakin malu. Ayunda mulai memikirkan hal-hal yang dilakukan oleh sepasang suami istri seperti yang dikatakan oleh Erika tadi, otaknya mulai travelling ke mana-mana.
"Woi, Lu kenapa bengong?" tanya Erika membuyarkan segala angan-angan yang tadi ada di otak si gadis belia itu.
"Eh, enggak ada, lu kenapa, sih? suka suka banget ngagetin," keluh Ayunda.
"Haha abisnya lucu," ujar Erika sambil tertawa.
"Huh, menyebalkan," keluh Ayunda lagi sambil memasang wajah cemberut.
Erika pusing agen tertawa lucu melihat ekspresi sang sahabat.
Tak berapa lama setelah itu Rakha masuk ke dalam ruang kelas Ayunda, dia sudah memasang wajah sangarnya seperti beruang kutub yang dikatakan oleh Ayunda.
Rakha duduk di kursinya, setelah itu sang koordinator kelas di mata kuliah manajemen perkantoran menghampiri Rakha dengan memberikan laporan hasil presentasi hari ini beserta makalah yang disiapkan oleh petugas presentasi.
"Terima kasih," ucap Rakha dengan nada datarnya.
Dia pun mulai memeriksa hasil presentasi hari ini, Setelah dia memeriksa laporan presentasi itu dia pun mulai menjelaskan beberapa materi penting yang belum dipahami oleh para mahasiswa.
Raka juga memberi kesempatan kepada mahasiswa yang ingin bertanya mengenai materi hari ini.
Sebelum waktu dzuhur masuk, mata kuliah yang diampu oleh Raka pun selesai, Raka menutup pembelajaran hari ini lalu dia keluar dari ruang kelas tersebut.
Saat jam istirahat, Erika pun menggali masalah yang dihadapi Ayunda hingga sahabatnya itu rela kabur dari kediaman tuan Adhitama.
"Jadi lu, pergi karena Tuan muda bersikap kasar sama lu?" ujar Erika kaget.
Dia tak menyangka Rakha yang dikenalnya sangat ramah berani berbuat kasar pada sang istri.
Ayunda hanya menceritakan kulitnya saja, dia memang mengatakan bahwa Rakha telah berbuat kasar padanya, tapi dia tidak memberitahukan perlakuan Rakha secara detail pada sahabatnya itu.
Ayunda menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Erika.
"Biasanya tuan muda itu orangnya ramah," lirih Erika.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu istirahat mereka habis dengan bercerita serta menikmati santap siang di kantin.
Setelah selesai makan siang mereka pun langsung kembali ke kelas karena hari ini mereka masih ada mata kuliah yang harus mereka ikuti.
Pada pukul 16.00, Mereka pun menyelesaikan aktivitas mereka hari ini.
Ayunda dan Erika keluar dari gedung fakultas, mereka melangkah menuju tempat parkir.
Rakha telah menunggu Ayunda di dalam mobil.
"Rik, gue duluan, ya," ujar Ayunda sambil melambaikan tangannya.
"Yoi," sahut Erika.
Erika pun melambaikan tangannya,
Hanya Erika yang mengetahui hubungan Ayunda dan Rakha, di kelas tak seorang pun yang tahu bahwa Ayunda merupakan istri dari Rakha.
Mereka pun berpisah, Erika masuk ke.dalam mobilnya, sedangkan Ayunda masuk ke.dalam mobil Rakha.
"Kita langsung pulang, ya. Papa pasti kangen sama kamu. Nanti malam aku ajakin kamu jalan," ujar Rakha sebelum melajukan mobilnya.
"Terserah kamu," sahut Ayunda.
Akhirnya Rakha pun mulai melajukan mobilnya dan meninggalkan area kampus, dia akan membawa Ayunda ke suatu tempat untuk menghabiskan malam ini.
Rasa rindunya tak lagi terbendung, dia ingin berlama-lama dengan istrinya. Padahal selama ini dia sama sekali tidak mencintai Ayunda.
Kepergian Ayunda membuat Rakha menyadari akan pentingnya Ayunda di dalam hidupnya.
Selama ini dia terlalu egois hanya memikirkan perempuan yang sama sekali tak tahu di mana rimbanya.
Wanita yang dicintai Rakha selama ini pergi tanpa meninggalkan kabar apa pun, dan itulah yang kini sedang dinantikannya.
Kepergian Ayunda membuat mata Rakha terbuka, mengabaikan Ayunda merupakan sikap egois yang pernah dilakukannya selama ini.
Tak banyak pembicaraan yang terjadi di antara mereka, Ayunda menoleh ke arah jendela memperhatikan pemandangan yang melintas di depan matanya sedangkan Rakha fokus melajukan mobilnya sambil sesekali menatap Ayunda.
Saat di lampu merah, Rakha menoleh ke arah Ayunda lalu dia pun meraih tangan istrinya dengan tangan kiri.
Rakha menggenggam erat tangan wanita yang bersamanya saat ini. Lalu Rakha pun mengecup lembut tangan Ayunda.
seketika jantung Ayunda berdetak dengan kencang, dia kini mulai merasakan sebuah getaran yang ada di hatinya.
Bersambung...
__ADS_1