
Rakha mengira wanita itu adalah Ayunda, dia langsung menghampiri jasad wanita yang kini mungkin sudah tak bernyawa lagi.
Rakha meminta beberapa orang untuk menolong wanita malang itu, Rakha juga tidak lupa untuk memeriksa keadaan si wanita.
"Wanita ini masih hidup!" teriak Rakha.
Rakha pun mengangkat tubuh si wanita lalu membawanya ke dalam mobilnya, dia meminta bantuan Bebe orang pria di sana untuk memberi jalan mobilnya agar Rakha bisa melajukan mobilnya dan membawa gadis itu ke rumah sakit.
Saat ini Rakha mengira wanita yang dibawanya ke rumah sakit adalah Ayunda karena mengingat pakaian yang dikenakannya hampir sama dengan pakaian milik Ayunda.
Wajah sang gadis memang rusak parah sehingga gadis itu belum bisa dikenali.
Saat ini yang ada di benak Rakha adalah menyelamatkan gadis yang dikiranya Ayunda.
Rakha melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Tak berapa lama dia pun sampai di rumah sakit terdekat, dia masuk ke dalam kawasan rumah sakit.
Rakha pun turun dari mobil lalu mengangkat tubuh gadis itu keluar mobil.
"Suster, tolong!" teriak Rakha saat masuk ke dalam ruang IGD.
Dua orang petugas datang menghampiri Rakha sambil mendorong sebuah brangkar.
Rakha membaringkan tubuh si wanita di atas brangkar tersebut.
Dua petugas tersebut pun membawa si wanita itu masuk ke dalam ruang pemeriksaan untuk diperiksa keadaannya.
__ADS_1
Sementara itu Rakha menunggu di sebuah bangku yang tersedia di ruang tunggu.
"Pak, tolong simpan ini," pinta seorang perawat yang datang menghampiri Rakha.
Perawat itu memberikan sebuah dompet yang mereka temukan di saku celana korban.
Rakha pun mengambil dompet tersebut, dia mencoba membuka dompet milik si wanita.
Betapa kagetnya Rakha saat melihat kartu pengenal yang ada di dalam dompet gadis itu.
Di kartu pengenal itu dengan jelas memberi tahukan Rakha bahwa wanita yang di bawanya ke rumah sakit itu bukanlah Ayunda.
Rasa kecewa bercampur rasa syukur kini menyelinap di hatinya.
Rakha kecewa karena wanita itu bukan Ayunda, itu artinya dia belum menemukan istrinya, dan rasa syukurnya berarti Ayunda saat ini kemungkinan besar dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah beberapa lama Rakha mencoba menghubungi beberapa orang akhirnya, Rakha dapat menemukan kontak keluarga si wanita.
Rakha pun memberitahukan posisi mereka saat ini, dia meminta keluar si wanita agar cepat datang untuk melihat kondisi keluarga mereka agar Rakha bisa pergi dari rumah sakit itu secepatnya.
Tak berapa lama Rakha menunggu, seorang perawat keluar dari ruang pemeriksaan si wanita itu.
"Bagaimana keadaan pasien, Sus?" tanya Rakha berdiri dan menghampiri perawat.
"Maaf, Tuan, pasien mengalami luka di bagian kepalanya, sehingga kami harus melakukan operasi. Kami butuh persetujuan dari pihak keluarga," ujar si perawat memberitahukan kondisi si wanita yang dibawa Rakha tadi ke rumah sakit.
"Mhm, saya sudah menghubungi keluarganya, Sus," ujar Rakha.
__ADS_1
Saat ini Rakha tidak berani bertanggung jawab atas pasien itu, karena dia sendiri tidak mengenal si wanita.
"Tuan, kondisi pasien sangat kritis kita tidak bisa lagi menungggu," ujar si perawat.
Perawat itu seolah-olah mendesak Rakha untuk lekas mengurus administrasi pengobatan si wanita itu.
Akhirnya Rakha pun mengambil langkah, dia menandatangani surat persetujuan operasi wanita itu.
Dia juga membayarkan sejumlah uang pada pihak rumah sakit sebagai tanggung jawabnya atas si wanita itu.
Rakha berharap dengan membantu wanita itu, Allah akan membantu dirinya untuk menemukan Ayunda.
Dua jam menunggu, akhirnya keluarga si wanita pun datang.
"Ratih! Di mana Ratih?" tanya seorang wanita paruh baya dengan air mata yang berlinang.
Rakha berdiri dan menghampiri mereka.
"Apakah kalian keluarga wanita yang bernama Ratih?" tanya Rakha sambil memberikan kartu pengenal yang ditemukan Rakha di dalam dompet milik si wanita.
"Iya, di mana Ratih?" tanya wanita paruh baya itu.
Tiba-tiba seorang pria yang juga ikut bersama si wanita paruh baya melayangkan bogem mentah tepat di wajah Rakha.
"Aauuw," pekik Rakha kaget.
Bersambung...
__ADS_1