Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Kehadiran Ratih


__ADS_3

Rakha sontak kaget melihat kedatangan Ratih yang tiba-tiba datang dan memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.


Rakha mencoba menghindari wanita tak tahu diri itu, sebagian wajahnya terlihat ditutupinya dengan rambutnya.


Dia tidak mau orang-orang melihat wajahnya yang luka karena kecelakaan waktu itu.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rakha kesal melihat Ratih yang kini memepet dirinya.


"Sayang, aku ini calon istrimu, wajar dong kita bertemu," ujar Ratih dengan santai.


Ratih berbicara sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan Ayunda yang duduk di samping Rakha.


"Kau tak pantas menyentuhku," ujar Rakha kesal.


"Sayang, apa kau lupa dengan apa yang aku miliki saat ini?" tanya Ratih sembari mengancam Rakha dengan apa yang dimilikinya saat ini.


Rakha terdiam, dia tidak dapat berkata dan berbuat apa-apa setelah mendengar ancaman Ratih.


"Sesuai janji, kita akan bertemu satu Minggu lagi," ujar Rakha pada Ratih.


Rakha berharap, Ratih mau meninggalkan mereka karena kehadiran Ratih di antara dirinya dan Ayunda membuat suasana bahagia yang tadi dirasakan Rakha dan Ayunda hilang begitu saja.


"Sayang, aku merindukanmu makanya waktu aku melihat kamu ada di sini, aku langsung samperin," ujar Ratih tanpa memperdulikan keberadaan Ayunda di sana.


"Aku harus pergi sekarang," ujar Rakha berusaha menghindari wanita licik seperti Ratih.


Dia berdiri lalu memegang tangan istrinya, dia hendak melangkah bersama sang istri meninggalkan Ratih tapi Ratih menahan tangan Rakha.


"Jika kamu berani meninggalkanku, saat ini juga aku akan mengedarkan video-video yang kemarin aku perlihatkan padamu," ancam Ratih pada Rakha.


Langkah Rakha terhenti begitu saja, akhirnya terpaksa dia mengikuti apa yang diinginkan oleh wanita gila itu.


Saat ini Raka belum bisa berbuat apa-apa karena dia tidak memiliki cara untuk membela dirinya.


Ayunda terpaksa mengikuti apa yang dilakukan oleh sang suami, untuk saat ini Ayunda akan mendampingi suaminya dalam menghadapi wanita gila seperti Ratih itu.


"Sayang, berani sekali kamu memegang tangan wanita lain di hadapanku, Aku adalah calon istrimu," ujar Ratih menatap sinis ke arah tangan Ayunda yang digenggam erat oleh Rakha.


Seketika Ayunda melepaskan genggaman tangan suaminya, saat ini Ayunda harus membantu sang suami, dia tidak mau nama baik suaminya hancur begitu saja karena perilaku wanita gila itu.


Rakha menoleh ke arah Ayunda, melihat istrinya menganggukkan kepala, Rakha merasa hatinya tenang.

__ADS_1


"Sayang, Aku merasa sangat lapar, maukah kamu menemani aku untuk makan sejenak?" ndak tanya Ratih berlagak manja di hadapan Rakha.


Mau tak mau Rakha pun mengangguk dan menemani Ratih untuk makan malam, setelah itu Ratih melambaikan tangannya pada seorang pelayan dia memesan makanan kepada pelayan tersebut.


"Sayang, Apakah pernikahan kita akan diadakan secara besar-besaran?" tanya Ratih pada Rakha tanpa ada rasa malu sedikit pun.


"Tidak tahu, kita lihat saja nanti," jawab Rakha terpaksa.


"Baiklah kalau begitu Kapan kita akan mencari gaun pengantin untuk acara pernikahan kita?" tanya Ratih lagi.


Ratih sengaja berkata seperti itu di depan Ayunda, dia ingin memastikan siapa sebenarnya Ayunda bagi Rakha. Dia sesekali melihat ekspresi Ayunda di setiap kata-kata yang dilontarkannya.


Sementara itu akhirnya berusaha bersikap tenang, dia tidak menunjukkan ekspresi apapun, karena dia tahu saat ini Ratih tengah menguji dirinya.


"Siapa wanita ini? Apakah dia istri Rakha? Aku harus bisa merebut Rakha darinya," gumam Ratih di dalam hati.


"Sayang, aku mau kamu suapin, dong. Aku ini kan calon istrimu," rengek Ratih dengan manja.


"Dasar wanita ******, lebay. Aku aja sebagai istri sahnya enggak pernah minta disuapin sama Bang Rakha," gerutu Ayunda di dalam hati geram melihat aksi gadis murahan yang ada di hadapannya itu.


Ratih meletakkan piring yang berisi makanan untuknya di hadapan Rakha, lalu dia meminta. Rakha untuk menyuapinya.


Rakha mengambil sendok yang ada di piring itu, lalu dia melihat cabe rawit yang ada di acar yang tersedia di sana, Rakha pun memiliki ide gila untuk memberi pelajaran pada wanita tidak tahu diri itu.


Rakha menyuapi Ratih sesendok nasi serta lauknya dan tidak lupa menyelipkan cabe rawit itu ke dalam sendok.


Sementara itu Ratih sibuk memperhatikan wajah tampan Rakha, dia sangat terpesona dengan ketampanan yang dimiliki oleh Rakha.


Ratih merasa beruntung bisa bertemu dengan Rakha, dan dia juga merasa senang bisa menjebak Rakha masuk ke dalam perangkapnya.


"Aaaa," lirih Ratih dengan manja.


Rakha pun menyendokkan nasi di dalam sendok itu ke mulut Ratih.


"Mhm, yummy," ujar Ratih dengan wajah dibuat seimut mungkin.


Rakha ingin muntah melihat ekspresi gadis tak tahu diri itu, dia merasa semakin membenci Ratih.


Saat ini dia sangat terpaksa mengikuti apa yang diinginkan wanita itu, dan dia akan membuang dan menjebloskan wanita itu ke penjara jika dia sudah memiliki bukti-bukti bahwa pria yang bersamanya itu bukanlah dirinya.


Rakha sudah tidak sabar menunggu kabar baik dari Robby agar dia bisa menghancurkan wanita licik seperti Ratih.

__ADS_1


"Aaaaaaaa," pekik Ratih saat menggigit cabe rawit yang ada di dalam mulutnya, seketika seisi mulutnya terasa panas.


Ayunda dan Rakha kaget mendengar teriakan wanita itu.


Ayunda menoleh ke arah Rakha, sedangkan Rakha tersenyum pada istrinya.


Ratih sibuk mengambil minuman dan menghabiskan minuman yang ada di atas meja hingga habis karena tidak sanggup menahan rasa pedas yang ada di mulutnya.


"Kamu mengerjaiku?" tuduh Ratih pada Rakha.


Rakha menggelengkan kepalanya.


"Mana aku tahu, aku cuma menyuapimu," jawan Rakha membela diri.


"Awas kamu, ya," gerutu Ratih.


Dia pun mengambil piring yang ada di hadapan Rakha dan menggesernya tepat dihadapannya.


Lalu dia merebut sendok yang masih ada di tangan Rakha, Dia pun mulai menyantap makanan itu sendiri, dia tak mau Rakha mengulangi hal yang sama sehingga dia merasa malu di hadapan Ayunda.


Ayunda tertawa di dalam hati melihat tingkah wanita itu, dia tak menyangka ada makhluk yang bernama wanita seperti Ratih.


Setelah selesai menghabiskan makanannya, Ratih berdiri dan menarik tangan Rakha.


"Ayo, antarkan aku pulang sekarang juga!" ujar Ratih dengan nada tinggi.


Rakha sangat kesal mendapat perlakuan kurang baik dari Ratih, tapi mau tak mau dia harus mengikutinya.


Ini semua dilakukan Rakha demi reputasinya sebagai seorang dosen di universitas ternama di kota Padang.


Rakha ikut berdiri dan mereka pun langsung melangkah menuju parkiran sementara itu Ayunda mengikuti langkah mereka dari belakang dengan paper bag berisi hadiah dari Rakha tadi di tangannya.


Sesampai di samping mobil Rakha, Ratih mendorong Ayunda hingga Ayunda terjatuh ke lantai.


Ratih tidak mengizinkan Ayunda masuk mobil di bagian depan.


"Kamu tidak boleh ikut!" bentak Ratih.


"Hentikan! Kamu sudah keterlaluan!" bentak Rakha tidak suka dengan apa yang dilakukan Ratih pada Ayunda.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2