Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Rakha Minta Izin Tinggal Berdua Dengan Sang Istri.


__ADS_3

"Mhm, aku dan Ayunda ingin minta izin sama papa untuk tinggal di rumah yang ada di Griya permata," ujar Rakha terus terang pada papanya.


"Mhm," gumam tuan Adhitama terdiam sejenak.


"Aku dan Ayunda sudah sepakat untuk tinggal berdua saja di rumah itu agar kami dapat membina rumah tangga kami dengan baik," ujar Rakha lagi.


Rakha berharap tuan Adhitama akan mengizinkan niat baik Rakha.


"Mhm, kapan kamu akan pindah ke rumah yang ada di Griya permata?" tanya tuan Adhitama.


"Nanti sore, Pa," jawab Rakha.


"Apakah kamu perlu pelayan?" tanya Tuan Adhitama.


"Untuk saat ini, tidak usah, Pa. Kalau nanti memang butuh, aku akan bilang," jawab Ayunda.


"Ya sudah, terserah kalian. Papa mendukung apa yang kalian putuskan, jika itu lebih baik untuk kalian papa setuju," ujar Tuan Adhitama menanggapi apa yang telah direncanakan oleh putranya.


Setelah itu Ayunda dan Rakha pun berpamitan pada tuan Adhitama, mereka berpamitan untuk berangkat ke kampus untuk memulai aktivitas mereka.


****


Pada sore hari sepulang dari kampus Rakha dan Ayunda pun bersiap untuk pindah ke rumah baru mereka.


Mereka hanya membawa pakaian mereka saja, itu pun tak semuanya, karena Rakha juga sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk Ayunda di rumah baru mereka.


Saat mereka berangkat Tuan Adhitama sedang melakukan perjalanan ke desa Ayunda. Mereka tak lagi bertemu dengan tuan Adhitama.


Di hari pertama di rumah baru ini, Rakha dan Ayunda akan memasak bersama untuk menu makan malam mereka.


"Kamu mau masak apa untuk malam ini?" tanya Rakha pada Ayunda.


Ayunda menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung harus memasak apa, karena selama ini Ayunda hanya bisa merebus daun singkong atau terong.


Selama dia tinggal bersama kedua orang tuanya, dia hanya pernah memasak daun singkong dan terong karena di desanya hanya daun singkong yang tidak perlu banyak biaya.


Itu pun Ayunda masaknya pake kayu api. Selama dia tinggal di rumah tuan Adhitama, Ayunda tidak diperbolehkan tuan Adhitama untuk memasak, alhasil Ayunda memang tidak bisa masak apa-apa.


Apalagi Ayunda yakin Rakha pasti sudah terbiasa dengan makanan yang lezat-lezat sehingga tidak mungkin dia hanya merebus daun singkong untuk sang suami.


"Kenapa?" tanya Rakha pada Ayunda.


Rakha heran melihat ekspresi Ayunda saat ini.


"Mhm," gumam Ayunda.

__ADS_1


Ayunda semakin bingung harus jawab apa.


"Kamu tidak bisa masak, ya?" tanya Rakha pada Ayunda.


Dia mencoba menebak alasan Ayunda yang tak menjawab pertanyaan darinya.


"Mhm, iya. Aku tidak pernah masak makanan enak seperti yang biasa kamu makan, karena selama aku tinggal bersama ayah dan ibu, aku hanya bisa merebus daun singkong atau terong," tutur Ayunda jujur pada Rakha.


"Oh, begitu. Ya udah, malam ini aku yang masak buat kamu, untuk besok kita akan bawa seorang pelayan dari rumah papa untuk masak buat kita," ujar Rakha tidak mempermasalahkan ketidakmampuan Ayunda dalam hal per-dapur-an.


"Aku sudah biasa masak untuk diriku, tapi aku takut kamu tidak suka dengan masakanku yang itu ke itu saja, makanya lebih baik kita bawa pelayan dari rumah papa," ujar Rakha lagi.


"Maafkan aku ya, Bang," lirih Ayunda merasa bersalah.


"Mhm, tidak apa-apa, Sayang. Aku hanya bertanya padamu, kalau kamu mang tidak bisa masak, kita kan bisa gaji pelayan untuk masak," ujar Rakha menghibur Ayunda yang merasa bersalah.


Sesampai di rumah baru, mereka turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah.


Rakha langsung melangkah menuju dapur, dia mulai bersiap untuk masak, kali ini Rakha akan memasak spaghetti untuk menu makan malam untuk mereka berdua.


Setelah selesai masak, mereka pun bersiap untuk melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu, Rakha sengaja memasak sebelum maghrib agar setelah maghrib mereka langsung makan malam.


Sebenarnya mereka bisa saja memesan makanan online, tapi kebetulan Rakha sedang ingin memakan spaghetti buatannya sendiri.


Setelah selesai menunaikan ibadah shalat maghrib, mereka pun turun dari lantai 2 dan melangkah menuju dapur, Ayunda menyiapkan makanan yang telah dimasak suaminya tadi di atas meja makan.


"Bagaimana? Kamu suka dengan masakanku?" tanya Rakha pada Ayunda.


"Mhm, lezat. Kamu pintar masak ya, Bang," puji Ayunda.


"Enggak pintar juga, cuma bisa masak yang simple-simple saja," ujar Rakha.


"Nanti aku akan belajar masak dengan pelayan yang kerja di sini," ujar Ayunda.


Ayunda bertekad harus bisa masak untuk menyenangkan hati sang suami.


"Boleh juga," ujar Rakha setuju.


Setelah mereka selesai makan malam, Rakha dan Ayunda mulai bercerita satu sama lain tentang kehidupan mereka selama ini.


Rakha merasa iba pada Ayunda saat gadis itu menceritakan masa-masa sulit yang dilewatinya saat dia masih hidup bersama ayah dan ibu tirinya.


Rakha pun menggenggam erat tangan istrinya.


"Aku akan berusaha membuatmu bahagia, semoga tidak ada yang mengganggu kehidupan kita," ujar Rakha berusaha menghibur istrinya.

__ADS_1


"Aamiin," lirih Ayunda.


Ayunda juga berharap tidak ada lagi kesedihan yang datang menghampiri hidupnya setelah perubahan sikap Rakha.


Setelah selesai menikmati makan malam sederhana bersama suaminya Ayunda berpindah ke kamar.


Ayunda membuka tas yang biasa digunakannya saat kuliah, begitu juga dengan Rakha.


Rakha terlihat mengambil laptopnya, dia juga ingin menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Rakha pada Ayunda.


Dia melihat sang istri terdiam dan tampak berpikir, terlihat dengan jelas di wajahnya Ayunda tengah kebingungan.


Rakha menghampiri Ayunda, lalu dia duduk di samping sang istri.


"Kamu ada masalah?" tanya Rakha pada sang istri.


Rakha dapat merasakan saat ini, Ayunda sedang memikirkan sesuatu.


"Mhm, aku baru ingat ada tugas mata kuliah hari ini, aku kebagian tugas membuat makalah," ujar Ayunda menjawab pertanyaan dari sang suami.


"Lalu, apakah ada kendala dalam tugas tersebut?" tanya Rakha sambil menautkan kedua alisnya.


Dia belum mengerti masalah apa yang saat ini dihadapi oleh sang istri.


"Mhm, aku bingung bagaimana cara mengerjakan makalah itu," tutur Ayunda jujur.


"Ya udah kamu tinggal ngetik aja,--" seketika Rakha mengerti permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sang istri.


"Kamu bingung mau mengetik makalah tersebut di mana?" tanya Rakha memastikan.


Ayunda menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan sang suami.


Rakha menghela napas panjang, setelah itu dia mengambil laptop miliknya dan mulai membantu Ayunda mengerjakan makalah tersebut.


Tak menunggu lama makalah tugas Ayunda pun selesai.


"Semua tugas kamu sudah beres, kamu tidur duluan, ya. Aku masih harus mengerjakan pekerjaanku ya masih terbengkalai," ujar Rakha pada Ayunda.


Rakha pun mengecup kepala sang istri dengan lembut, lalu menyuruh Ayunda tidur di sampingnya yang masih sibuk dengan laptopnya.


Ayunda menuruti apa yang dikatakan oleh sang suami, dia berbaring tepat di samping sang suami. Ayunda sengaja melingkarkan tangannya di paha Rakha.


"Biar ada temannya," lirih Ayunda saat mendapati tatapan dari sang suami.

__ADS_1


Akhirnya Rakha hanya bisa membiarkan sang istri melakukan apa yang diinginkan oleh Ayunda.


Bersambung...


__ADS_2