Istri Kecil Sang Dosen Killer

Istri Kecil Sang Dosen Killer
Dalang Penculikan Ayunda


__ADS_3

"Oh itu Patricia" jawab Ayunda.


"Kenapa dia menyiram kamu seperti itu?" tanya Rakha penasaran.


Ayunda pun menceritakan apa yang telah terjadi pada suaminya.


"Ya mungkin karena dosen Killer ku ini terlalu tampan. dan banyak yang mau dengannya, apalagi aku bukanlah wanita cantik seperti mereka," ujar Ayunda.


Rakha menoleh ke arah istrinya yang berbicara, lalu dia pun tersenyum.


"Kamu kenapa senyum-senyum gitu, Bang? Kamu ngeledekin aku, ya," gerutu Ayunda kesal.


Dia pun mulai memasang wajah cemberut sebagai aksi merajuknya pada sang suami.


"Hahaha." Rakha tertawa lepas melihat sang istri.


Ayunda pun semakin kesal lalu memukul lengan kekar Rakha.


"Kamu jahat, Bang," gerutu Ayunda.


"Hei, aku lagi nyetir," lirih Rakha menahan pukulan Ayunda yang terasa sedikit panas di lengannya itu.


Ayunda pun diam, dia masih saja cemberut hingga akhirnya mereka sampai di rumah.

__ADS_1


Sesampai di rumah, Ayunda turun dari mobil lalu langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Rakha yang masih di mobil.


"Ya ampun, si anak kecil ngambek," lirih Rakha. sambil menggelengkan kepalanya.


Rakha pun melangkah cepat menyusul sang istri yang masih merajuk.


"Kena, Kau. Masih ngambek sama aku?" tanya Rakha.


"Enggak," lirih Ayunda ketus.


"Benarkah" Rakha langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping istri kecilnya.


"Masih berani ngambek?" tanya Rakha bersiap untuk membungkam mulut sang istri dengan bibirnya.


Ayunda menautkan kedua alisnya bingung, dalam keadaan seperti itu Rakha pun mulai beraksi, dia mulai menggerayangi lekuk tubuh sang istri.


Hal itu membuat Ayunda mulai merasakan getaran hebat di dalam tubuhnya, hingga akhirnya terjadilah pergulatan panas di sore hari di antara kedua insan yang hanyut dalam lautan cinta yang semakin dalam.


****


Sementara itu di kediaman Tuan Adhitama, pria tua itu tengah berada di di ruang kerjanya bersama Anton.


"Anton, saya mau habisi semua yang berkaitan dengan Santoso. Buat mereka lenyap atau menjauh dari kehidupan Rakha dan Ayunda!" perintah Tuan Adhitama pada orang kepercayaannya.

__ADS_1


Setelah diselidiki tuan Adhitama beserta anak buahnya, dalang dari penculikan Ayunda adalah Santoso, ayah dari Ratih.


Santoso merupakan salah satu karyawan Tuan Adhitama beberapa tahun yang lalu, Tuan Adhitama terpaksa memecat Santoso karena dia sudah berani menipu Tuan Adhitama di waktu itu.


Motif penculikan itu bisa jadi karena rasa dendamnya pada Tuan Adhitama serta sifat Maruk dari putrinya yang menginginkan Rakha demi mendapatkan harta yang berlimpah ruah.


"Siap, Tuan," sahut Anton.


"Suruh mereka pindah dari kota ini atau lenyapkan mereka hingga tak bersisa," perintah Tuan Adhitama lagi.


Kali ini Tuan Adhitama tidak bisa mentolerir apa yang telah dilakukan Santoso terhadap Ayunda, jika dia memang ingin balas dendam, kenapa harus melibatkan Ayunda yang sama sekali tak tahu menahu dengan permasalahan yang telah terjadi di antara mereka.


Anton menganggukkan kepalanya.


"Satu hal lagi, kamu harus sediakan bodyguard untuk Ayunda. Jangan biarkan anak buahnya lengah dalam menjaga Ayunda," ujar Tuan Adhitama lagi.


Tuan Adhitama harus berhati-hati dalam menjaga Ayunda, meskipun Rakha ada di samping Ayunda, tapi kesibukan Rakha di kampus akan membuat putranya itu sulit untuk menjaga istrinya di setiap waktu dan di mana pun mereka berada.


Setelah itu, Anton keluar dari ruang kerja Tuan Adhitama.


Keesokan harinya Anton langsung menuju kediaman Santoso.


Santoso yang sedang duduk santai di depan rumahnya kaget saat melihat Anton yang telah berada di depan rumahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2