
"Bagaimana, Bro?" tanya Robby pada pria yang mereka temui itu.
Si pria memberikan sebuah tas yang biasa dibawa Ayunda pergi ke kampus.
"Ini tas Ayunda," seru Rakha.
"Di mana Ayunda sekarang?" tanya Rakha tak sabar.
"Aku tidak menemukan apa pun, hanya tas ini aku temukan tergerak di pinggi jalan setapak ini," jelas Jack teman Robby.
"Berarti kemungkinan besar Ayunda ada di dekat sini," ujar Robby mengambil kesimpulan.
"Ya, kemungkinan besar, aku sudah suruh orang untuk berkeliling mencari Ayunda." Jack sudah berinisiatif sendiri mencari Ayunda di sekitar itu.
Dia yakin Ayunda berada tidak jauh dari tempat itu.
"Rob, kita harus mencari Ayunda sekarang juga," ujar Rakha tak sabar.
Rakha pun melangkah menyusuri jalan setapak yang ada di hutan itu. Tak ada rasa takut sama sekali dalam melangkah, dia tidak memikirkan hal-hal yang berbahaya baginya, saat ini yang ada di benaknya hanya keselamatan Ayunda.
__ADS_1
Seharian mereka berkeliling di hutan itu, tak satu pun mereka menemukan petunjuk bahwa Ayunda berada di hutan itu.
"Ayun! Kamu di mana?" teriak Rakha tak sanggup lagi menahan rasa sesak yang ada di dadanya.
Bayangan akan hal-hal buruk terjadi pada istrinya membuat Rakha tak bisa mengontrol dirinya.
"Kha, seharian penuh kita mencari Ayunda di sini, tapi kita tidak bisa menemukannya. Mungkin penculik itu telah membawa Ayunda ke tempat lain," ujar Robby.
Robby yang biasanya bisa menyelesaikan masalah dengan cepat kini ikut merasa buntu dengan apa yang terjadi pada istri sahabatnya.
"Kha, sepertinya kita harus lapor polisi dalam kondisi seperti ini," ujar Robby memberi masukan kepada sahabatnya.
"Rob, kita harus tekan Ratih agar dia mau mengakui bahwa dialah dalang dibalik semua ini." Rakha masih yakin bahwa Ratihlah yang telah menculik Ayunda.
"Saat ini Ratih masih stand by di rumahnya, dia belum keluar dari rumahnya sejak tadi siang," ujar Robby memberitahukan informasi terbaru mengenai Ratih dari temannya yang kini masih stand by mengawasi gerak-gerik Ratih.
"Lalu apa yang bisa kita lakukan sekarang? Kita tidak mungkin berdiam diri dalam situasi seperti ini," ujar Rakha terus mendesak Robby.
Saking panik dan khawatirnya Rakha akan keselamatan istrinya, dia belum mengisi perutnya dengan apa pun, hanya sebotol air mineral yang diteguknya saat rasa haus melanda dalam pencarian sang istri.
__ADS_1
****
Di tempat lain, Tuan Adhitama melangkah ke sebuah rumah kosong yang menurut petunjuk Anton, Ayunda tengah berada di rumah itu.
"Kamu yakin, Ayunda ada di rumah ini?" tanya Tuan Adhitama pada Anton saat mereka berada di depan teras sebuah rumah kosong yang terletak di pinggiran kota dan jauh dari pemukiman penduduk.
"Menurut informasinya, seorang pria telah membawa seorang wanita ke dalam rumah tersebut," jawab Anton.
Dia yakin sekali dengan kinerja orang-orangnya yang memang dapat diandalkan.
Selama ini tuan Adhitama selalu mempercayakan berbagai masalah yang dihadapinya pada Anton, dan hingga saat ini dia belum pernah mengecewakan tuan Adhitama.
"Ya sudah, kalau begitu ayo kita langsung masuk ke dalam rumah ini," ajak Tuan Adhitama
Dia ingin cepat bertemu dengan menantu satu-satunya itu, Anton mendobrak pintu rumah kosong itu sesuai perintah dari tuan Adhitama.
Mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Bersambung...
__ADS_1