
Sean memasuki kamar setelah berbicara dengan Kakeknya. Dia melihat Claire sedang berbaring di tempat tidur setelah kamar dibersihkan oleh bibi Mey. "Kita akan pulang besok pagi. Kakek meminta kita untuk mengadakan acacra barbeque di taman belakang nanti malam," ucap Sean sambil duduk menaiki tempat tidur.
"Iyaa." Claire lberbalik saat merasakan Sean sedang duduk di belakangnya. "Sean, mengenai semalam...."
Claire terlihat menggantung ucapannya karena tidak tahu harus bertanya apa mengenai hal semalam. Setelah dia pikir-pikir lagi, dia sangat yakin kalau mereka belum pernah melakukannya sama sekali sebelum mereka menikah.
Dia bisa merasakan saat Sean seperti merobek sesuatu di dalam intinya saat memasukinya semalam. Sebagai dokter dia sangat tahu akan hal itu, hanya saja ada beberapa alasan yang membuatnya ragu untuk beberapa saat, tapi kini dia sangat yakin dengan dugaannya.
Seana yang sedang memainkan ponselnya, seketika menoleh pada Claire. "Ada apa dengan semalam?" tanya Sean dengan datar.
"Aku ingin...." Claire kembali menghentikan ucapannya. Dia terlalu malu untuk membahasnya dengan Sean.
"Ingin apa? Ingin mengulangnya lagi?"
Semenjak kapan dia menjadi pria mesum? Sudahlah. Tidak perlu menjelaskannya lagi. Biarkan saja dia mau berpikir apa tentangku. Semua juga sudah terjadi. Aku juga sudah menikah dengannya. Dia juga pasti tidak akan peduli, meskipun dia tahu kalau kami tidak pernah melakukannya sebelum menikah.
"Lupakan saja," ucap Claire pada akhirnya.
Sore harinya, di taman belakang nampak beberapa pelayan sibuk mempersiapkan untuk acara barbeque. Beberapa diantara mereka sedang menghias taman belakang dengan beberapa pernah-pernik dekoratif dan lampu-lampu kecil yang akan menambah kesan hangat dan romantis pada malam hari.
Beberapa kursi terlihat disusun sedemikian rupa dengan meja ditengahnya di bawah sebuah gazebo protable. Sebuah meja panjang juga diletakkan tidak jauh dari alat pemanggang. Beberapa perlatan BBQ juga sudah diletakkan di halam belakang.
Pada malam harinya, setelah semua sudah siap, mereka semua berkumpul di halaman belakang. Karena acara itu diadakan untuk tujuan mengakrabkan diri sehingga semua pelayan diperbolehkan untuk beristirahat sehingga mereka bisa melakukannya semuanya secara bersama-sama.
Itu adala itu tuan Sam agar keluarganya semakin dekat. Meskipun semuanya sebenarnya semua sudah dipersiapkan mulai dari cemilan, minuman, dessert, makan berat dan lainnya.
Di meja pertama, ada Sean, Felix, Aletha dan Claire, sementara di meja lain, ada tuan Sam, Kate, Meriana dan suaminya. Suara musik mulai terdengar ketika acara BBQ dimulai. Felix terlihat sedang memanggang, Claire sedang membagikan beberapa camilan pada setiap meja, begitupun Aletha membagikan minuman pada setiap meja, sementara Sean hanya duduk sambil bermain ponsel.
__ADS_1
Ketika mereka sedang sibuk dengan tugas masing-masing, seseorang terlihat berjalan ke arah taman belakang dan menyapa semua yang ada di sana. "Kak Helena. Kau sudah datang?" Aletha tersenyum senang ketika melihat kedatangan Helena.
Felix melirik sekilas pada Claire yang terlihat menampilakn wajah acuh tak acuhnya saat melihat Helena, sementara Sean terlihat terkejut ketika melihat kedatangan Helena. "Kenapa tidak memberitahuku kalau mau ke sini?" tanya Sean.
"Aku yang mengundangnya, Kak," sela Aletha sebelum Helena sempat membuka mulutnya. Aletha langsung menarik Helena untuk duduk di sampingnya dan bersebelahan dengan Sean.
"Apa kau keberatan jika aku ikut acara keluarga kalian?" tanya Helena dengan lembut pada Sean.
"Tidak," jawab Sean acuh tak acuh.
Karena kursinya di tempati oleh Helena, Claire memilih untuk membantu Felix untuk memanggang. "Kembalilah ke sana. Di sini bau asap," ucap Felix ketika melihat Claire berdiri di sampingnya sambil membalik beberapa daging dan sosis.
"Tidak apa-apa. Aku bisa mandi nanti."
Dari pada harus melihat wajah Helena yang palsu, lebih baik dia membantu Felix. Claire sempat mencibir dalam hati saat melihat Helena nampak sengaja menempel pada suaminya. Sangat terlihat jelas kalau dia sengaja ingin membuat Claire cemburu. Dari tempat Claire berdiri, bisa mendengar kalau mereka sedang tertawa gembira dan nampak sedang berbicara dengan asik.
Claire terkekeh mendengar gurauan Felix. "Jangan mengolok-olokku, Felix. Untuk apa juga dia cemburu di saat wanita yang di sukai ada di sampingnya," cibir Claire.
Dari kejauhan, tatapan Sean tidak pernah lepas dari Felix dan Claire yang terlihat begitu akrab. Tatapan matanya memancarkn aura dingin. Diam-diam, dia meremas kuat ponsel yng berada di tangannya. "Sean, apa yang kau lihat?" tanya Helena. Sedari tadi, Sean lebih banyak diam dan hanya menanggapi sesekali saat ditanya oleh Helena.
Sean mengalihkan pandangannya pada Helena saat Aletha sedang pergi menghampiri Felix dan Claire. "Helena, saat aku pergi ke toilet di bar kemarin, apa kau pernah menyentuh ponselku?"
Helena menggeleng. "Tidak, memangnya kenapa?" Helena berpura-pura menampilkan wajah heran.
"Kau tahu bukan kalau aku tidak suka dengan orang yan berbohong."
Diam-diam Helena menelan salivanya saat melihat tatapan tajam dari Sean. "Aku berkata yang sejujurnya, Sean."
__ADS_1
Obrolan mereka terhenti ketika Felix dan Aletha datang membawa piring yang berisi daging, sosis, dan beberapa menu lainnya. Saat Felix akan kembali, Sean menghentikannya. "Felix, biar aku yang menggantikanmu." Tanpa menunggu jawaban darinya, Sean sudah berjalan ke arah Claire.
"Kenapa kau ke sini?" tanya Claire saat melihat Sean berdiri di sampingnya.
Dengan wajah acuh tak acuh, Sean memegang penjepit dan membalik dagingnya satu persatu. "Membantumu."
Claire menatap heran pada Sean untuk beberapa saat. "Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Kau kembalilah ke sana." Claire mengambil penjepitnya dari tangan Sean lalu menggeser tubuhnya ke kanan.
Merasa tidak sedang dengan sikap Claire, Sean berkata, "Jadi kau lebih suka berduaan dengan Felix di sini, dari pada aku?" Sean menatap Claire dengan wajah dinginnya.
"Aku tidak pernah bilang seperti itu," jawab Claire dengan wajah acuh tak acuh sambil membalik beberapa udang. Claire berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya, "lebih baik kau kembali ke sana. Aku rasa bola mata Helena akan terlepas jika kau lebih lama lagi berada di sini. Dia seperti ingin melemparkan piring ke arahku saat melihatmu di sini."
Sean menatap ke arah depan dan ternyata Helena memang sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan penuh amarah. Sean kemudian berdiri di belakang Claire lalu memajukan kedua tangannya melewati kedua sisi tubuh Claire, mengurungnya menggunakan kedua tangannya yang bertumpu di tepi meja.
"Jadi kau cemburu dengannya?" bisik Sean dengan suara seraknya dan itu membuat Claire bergidik. "Sebagai Nyonya Sean, apa kau tidak punya keberanian untuk melawannya?" lanjut Sean lagi dengan suara yang menggelitik telinganya.
Merasa diremehkan oleh Sean, dia merasa tertantang untuk membuktikan kalau dirinya bukanlah wanita lemah. Tiba-tiba Claire membalik tubuhnya sehingga mereka berhadapan dan saling bertatapan dengan jarak dekat. Tanpa diduga, Claire mengalungkan tangannya pada leher Sean.
"Aku kubuktikan kalau dia tidak akan mungkin mengalahkanku. Aku adalah istrimu yang sah, sementara dia hanya orang luar. Selamanya dia tidak akan menang dariku." Kemudian Claire menempelkan bibir mereka berdua secara tiba-tiba dan melu*mat bibir Sean sebentar.
Semua yang berada di taman belakang seketika menoleh pada Sean dan Claire yang sedang menampilkan kemesraan mereka berdua di depan semua orang. Di salah satu meja terlihat Helena menatap penuh kebencian pada Claire sambil mengepalkan tangannya.
"Jangankan Helena, lima orang lagi sepertinya, aku masih bisa mengatasinya," ucap Claire penuh percaya diri setelah melepaskan pagutannya.
Claire kemudian menoleh pada Helena dan tersenyum penuh arti padanya tanpa melepas tangannya dari leher Sean. Senyuman Claire seperti menunjukkan kalau dia adalah pemenangnya.
Bersambung
__ADS_1