
"Claire, ternyata kau di sini juga? Kenapa kau sendiri?" tanya seorang wanita sambil menghampiri Claire yang baru saja memasuki ballroom tempat pesta diadakan.
Claire menghentikan langkahnya sambil menatap wanita yang ada di depannya itu dengan wajah acuh tak acuh.
"Maaf aku lupa kalau Sean sudah tidak peduli lagi denganmu." Wanita yang memakai gaun berwarna merah itu tertawa mengejek sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Claire menghela napas dengan kasar lalu menatap malas pada wanita itu. "Helena, untuk malam ini tolong menjauhlah dariku. Aku sedang tidak ingin meladenimu. Moodku benar-benar hancur melihatmu ada di sini."
Helena nampak tidak peduli dengan ucapan Claire. "Aku tidak peduli. Justru kehadiranmu untuk yang membuat moodku jadi rusak."
"Terserah kau saja."
Claire lalu pergi meninggalkan Helena dengan wajah acuh tak acuh. Suasana hatinya sedang tidak baik setelah bertemu dengan Gloria, itu sebabnya Claire tidak ingin berbicara dengan Helena. Claire akhirnya mendekati ibu Sean yang sedang mengobrol dengan beberapa orang.
"Claire, kenapa kau lama sekali?" tanya Ibu Sean saat melihat menantunya berdiri di sampingnya.
"Maaf Ibu, tadi mengobrol dengan teman lamaku. Aku tidak sengaja bertemu dengannnya tadi," aku Claire dengan jujur.
"Kalau begitu, ikut ibu." Setelah berpamitan dengan kenalannya, ibu Sean mengajak Claire untuk duduk di salah satu meja yang berada di pojok.
Baru saja mereka duduk, Helena datang dengan senyum lebarnya. "Bibi Kate, kita bertemu lagi," sapa Helena dengan lembut.
"Helena, kau datang juga?" tanya Ibu Sean sambil tersenyum.
"Iyaaa, Bibi." Helena kemudian menoleh pada Claire yang sedang menampilkan wajah acuh tak acuhnya.
"Claire, kau juga di sini?" tanya Helena.
"Ya," jawab Claire singkat.
Akting Helena sangat bagus. Di depan tadi, dia menyapanya lebih dulu dan sekarang berpura-pura seolah baru bertemu dengannya.
"Bibi, apa aku boleh duduk di sini?"
"Tentu saja boleh. Duduklah." Helena langsung tersenyum dan menarik kursi yang berada tepat di samping ibu Sean dengan wajah sumringah.
Helena tampak mengobrol banyak dengan ibu Sean dan terlihat mengabaikan keberadaan Claire. Melihat Claire sedari tadi nampak hanya diam, ibu Sean langsung bertanya padanya. "Claire, ada apa? Apa kau sakit?" tanya Ibu Sean.
"Tidak Ibu. Aku hanya merasa lelah dan sedikit pusing," jawab Claire.
"Kalau begitu kembalilah ke kamarmu. Lebih baik kau istirahat."
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Ibu?" Claire memang merasa tubuh sedang tidak fit, sebab itu dia sedari tadi lebih banyak diam.
"Ada Helena yang menemani ibu di sini."
Claire berpikir sebentar kemudian mengangguk. "Baiklah. Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu."
Claire kemudian berjalan keluar dari ballroom. Saat berada di luar pintu, Claire tidak sengaja melihat seorang yang dia kenal. "Kakak, kau di sini juga?" Claire nampak senang ketika melihat pengawal pribadinya ada di hadapannya.
"Iyaa. Tuan dan nyonya besar memintaku untuk mewakili mereka, karena mereka ada urusan mendadak," jawab Jack, "Lalu kenapa kau ada di sini?"
"Ibu mertuaku mengajakku ke sini. Paman Jeremy ternyata berteman baik juga dengan mendiang ayah Sean," jelas Claire.
"Lalu di mana suamimu?" tanya Jack sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar.
"Kak, lebih baik kita bicara di kamarku saja. Jangan di sini. Aku takut ada yang melihat kita."
Jack dan Claire akhirnya pergi ke kamar Claire untuk mengobrol. "Kapan kau akan kembali ke kota S?" tanya Jack setelah dia duduk di sofa kamar Claire.
"Kami akan pulang lusa." Claire lalu duduk bersandar, "Kak, aku lapar, tolong pesankan aku makanan."
Terhadap Jack, Claire memang bisa bersikap sangat manja. Tidak ada yang tahu mengenai sifat Claire yang satu itu selain orang terdekatnya.
"Kau belum makan?"
"Kenapa? Apa kau sedang sakit?"
Claire terlihat duduk dengan malas. "Tidak, hanya tidak selera saja."
Jack menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke arah tempat tidur untuk memesan makanan di restoran hotel itu dan setelah selesai, dia kembali ke tempat duduknya.
"Sekarang katakan padaku, ke mana suamimu? Kenapa kau ke sini hanya dengan ibu mertuamu?"
Claire melirik dengan malas pada Jack lalu menjawab. "Dia sedang berada di negara K untuk urusan pekerjaan."
Jack memicingkan matanya sejenak pada Claire. "Apa hubunganmu dengan suamimu baik-baik saja?"
Claire mengangguk lemah. "Iyaa, semua baik-baik saja." Claire kemudian teringat sesuatu, "Kak, apa kau tahu kalau Wild ada di kota ini?"
Jack terdiam beberapa saat kemudian berkata, "Yaa. Dia menghubungiku dan mengajakku bertemu di hotel tempatnya menginap. Apa kau juga sudah bertemu dengannya?"
"Sudah."
__ADS_1
Jack lalu menatap Claire dengan wajah serius. "Claire, Wild bilang akan merebutmu dari Sean. Dia mengatakan padaku kalau Sean sedang berada di negeri Paman Sam dan bukan negara K. Dia ke sana untuk bertemu dengan seorang wanita dan bukan untuk urusan pekerjaan."
Mata Claire langsung membesar setelah mendengar itu. "Wild sengaja menyelidiki Sean untuk mencari kelemahannya," lanjut Jack lagi.
"Negeri Paman Sam?" ulang Claire dengan wajah terkejut.
"Claire, sebenarnya apa yang terjadi dengan rumah tanggamu? Kenapa Sean berbohong padamu dan mengatakan kalau dia ke sana untuk urusan pekerjaan?"
Claire, tidak menjawab, melainkan dia buru-buru mengeluarkan ponsel dari tasnya kemudian menghubungi seseorang. "Carl, bantu aku selidiki seseorang."
"Yaaa. Akan aku kirimkan lewat pesan." Claire lalu memutuskan panggilan telponnya kemudian mengetik sesuatu pada layar ponselnya lalu terdiam.
"Claire, Wild tidak mungkin berbohong mengenai hal seperti itu. Kau tahu sendiri bagaimana sifatnya."
Claire nampak masih diam sambil termenung. "Claire, aku rasa ayahmu berhak tahu mengenai hal ini. Aku tidak bisa berdiam diri saja dan merahasiakan hal ini dari ayahmu."
Claire langsung meletakkan ponselnya di atas meja lalu berkata, "Kak, tolong jangan beritahu ayahku dulu. Aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri."
Saat Jack akan berbicara, suara bel kamar Claire berbunyi. "Sepertinya makananmu sudah datang. Aku akan membuka pintunya dulu."
Jack lalu berdiri dan membuka pintu dan setelah pintu terbuka, dia nampak terkejut ketika melihat bukan room service yang datang melainkan orang lain.
"Bibi, lihatlah. Yang aku katakan memang benar, kan? Claire berselingkuh dengan pria lain di belakang Sean," ucap Helena sambil memandang wajah terkejut Jack.
"Di mana Claire?" tanya Ibu Sean pada Jack.
"Kak, siapa?" Terdengar suara teriakan Claire dari dalam kamar.
Jack menoleh ke dalam dan melihat Claire sudah berjalan ke arah pintu. "Ibu, Helena ...." Claire juga terlihat terkejut saat melihat keberadaan ibu mertuanya dan Helena di depan kamarnya.
"Akhirnya kau tertangkap basah juga." Helena mengambil ponsel lalu memotret Claire dan Jack yang sedang berdiri berdampingan, "akan memberitahu Sean tentang perselingkuhanmu agar dia cepat menceraikanmu."
Ini adalah kesempatan emas bagi Helena untuk menyingkirkan Claire dan dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia tidak perlu repot-repot lagi mencari cara untuk menyingkirkan Claire karena kesempatan sudah ada di depan matanya.
"Helena, jangan berani kau mengirimkan foto itu pada Sean."
Claire berusaha untuk meraih ponsel Helena, tetapi gerakan tangan Helena lebih cepat dari pada Claire. Helena lalu menyembunyikan ponselnya di belakang tubuhnya.
"Claire, sebaiknya kau memiliki penjelasan yang tepat mengenai ini, jika tidak, ibu sendiri yang akan memaksa Sean untuk menceraikanmu."
"Ibu, ini hanya salah paham, aku tidak berselingkuh. Dia ini .... dia ...."
__ADS_1
Claire terlihat bingung bagaimana menjelaskan pada ibu mertuanya tentang hubungannya dengan Jack. Kalau dia memberiahu yang sebenarnya, maka identitasnya juga akan terbongkar dan kemungkinan ibu mertuanya juga akan marah karena sudah menyembunyikan indentitas aslinya.
Bersambung...