Istri Untuk Sean

Istri Untuk Sean
Meminta Ijin


__ADS_3

Saat Claire terbangun di pagi hari, dia tidak melihat Sean berada di sampingnya. Claire kemudian melihat jam di layar ponselnya yang menunjukkan pukul 5 pagi. "Apa dia sudah berangkat ke kantor?" gumam Claire dalam hati.


Claire mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, tapi tidak ada tanda keberadaan Sean di kamar tersebut, akhirnya dia turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah kamar mandi. Setelah menutup pintu kamar mandi, dia sangat terkejut ketika melihat ada Sean di depannya.


"Kenapa kau di sini?" Claire terlihat memalingkan wajahnya ketika melihat suaminya hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dengan rambut yang masih basah dan seketika dia memundurkan langkah kakinya saat melihat Sean berjalan mendekatinya.


"Seharusnya aku yang bertanya. Kau masuk ke dalam sini saat aku sedang mandi, kau berniat ingin menggodaku?" Sean menatap Claire dari jarak dekat setelah tubuh Claire membentur pintu kamar mandi. Aroma mint tercium dari mulut Sean ketika dia berbicara.


"Aku masuk karena aku pikir tidak ada orang. Ini salahmu karena kau tidak mengunci pintunya." Claire menuduk dengan bola mata yang terus bergerak menghindari tatapan Sean.


Melihat Claire nampak gugup, Sean menumpukan satu tangannya di tembok lalu mengangkat dagu Claire dengan satu tangan. "Kau yang masuk ke sini tanpa mengetuk pintu dan sekarang kau menyalahkanku?"


Satu tetesan air dari rambut Sean jatuh di wajah Claire saa dirinya mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Sean. "Maaf, lain kali aku akan mengetuk lebih dulu."


Sean terdiam beberapa saat sambil terus menatap Claire. "Siapkan bajuku."


Akhirnya Claire bisa bernapas lega setelah Sean melepaskan dagunya dan berjalan keluar kamar mandi. Dia kemudian mengikuti Sean keluar dari kamar mandi, setelah itu berjalan ke arah walk in closet untuk mengambil baju suaminya.


"Ini bajumu." Claire meletakkan pakaian suaminya di atas tempat tidur, di dekat tempat Sean sedang duduk.


"Ada apa?" tanya Sean sambil mengangkat kepalanya saat melihat Claire masih beridiri dihadapannya.


Claire memainkan jemari tangannya dengan wajah ragu. "Sean, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


Sean berdiri lalu mengenakan pakaian di depan Claire dengan wajah acuh tak acuh. "Apa?" Sean menatap Claire dengan wajah heran ketika dia akan mengancingkan kemejanya.


Claire melangkah maju mendekati Sean lalu berdiri di depannya dan mulai mengancing kemeja suaminya. "Katakan, apa maumu?" Sean menunduk sambil menatap Claire ketika melihatnya hanya diam sambil terus mengancingkan kemejanya satu persatu.


Claire tidak pernah bersikap lembut dan perhatian padanya sebelumnya, maka dari itu, Sean merasa heran. Dia pasti memiliki maksud tersembunyi.


"Begini, Sean. Besok malam ada acara di kantorku. Kemungkinan aku akan pulang tengah malam dan akan ada acara ...."

__ADS_1


"Tidak boleh."


Claire langsung mengangkat kepalanya, menatap Sean dengan wajah terkejut. "Apanya yang tidak boleh? Aku bahkan belum selesai bicara, kenapa kau sudah melarangku tanpa mendengar ucapanku sampai selesai?"


"Aku sudah tahu apa yang mau katakan padaku." Sean membenahi kemejanya setelah Claire selesai mengancingkan kemejanya, kemudian memakai celananya dengan santai di depan istrinya.


"Aku akan menelpon Felix dan mengatakan kalau kau tidak bisa ikut acara itu." Selesai memakai celana, Sean berjalan ke arah meja rias untuk merapihkan penampilannya di depan cermin.


Claire menghela napas kemudian mendekati suaminya. "Sean, aku karyawan baru di sana, jika aku tidak ikut, itu sama saja aku tidak menghargai atasanku."


Itu adalah acara tahunan perusahaan tempatnya bekerja, dia harus datang. Apalagi perusahaan melakukan perayaan yang cukup besar. Banyak yang akan menghadiri acara tersebut. Dia tidak mungkin tidak datang.


"Selalu ada alkohol di acara seperti itu. Kau tidak perlu datang dari pada kau mengacaukan acara tersebut. Atau kau akan membuat dirimu dan perusahaan malu."


"Sean, aku janji tidak akan minum di sana. Aku hanya ingin datang ke acara tersebut."


Claire masih belum menyerah juga. Dia harus mendapatkan ijin dari Sean untuk bisa datang ke acara tersebut. Sebenarnya bisa saja dia datang tanpa memberitahu Sean, hanya saja, dia tidak mau membuat hubungannya dengan Sean kembali merenggang hanya karena masalah sepele.


Claire memberanikan diri menatap Sean. "Sean, tolong ijinkan aku pergi. Selama ini aku tidak pernah mencampuri urusanmu. Aku juga tidak pernah melarangmu untuk menemui siapapun, termasuk Helena. Aku selalu membebaskanmu."


Wajah Sean mengeras dan sorot matanya sedingin es. "Kenapa kau membawa-bawa Helena dalam obrolan kita?" tanya Sean sambil memegang kedua bahu Claire.


Claire mengernyit saat merasakan bahunya dicengkram kuat oleh suaminya. Dia bisa merasakan kemarahan dalam sorot mata suaminya. "Sean, kau menyakitiku," ucap Claire pelan.


Sean mulai merenggangkan pegangannya pada bahu Claire kemudian perlahan melepasnya. "Baiklah. Terserah padamu. Pergi saja ke acara sialan itu jika kau mau." Sean kemudian keluar dari kamar setelah membanting pintunya.


********


Sepulang bekerja, Claire pergi ke salah satu mall yang berada di dekat apartemen Sean. Dia harus mencari gaun untuk datang ke acara perusahaannya besok malam. Ketika Claire keluar dari salah satu outlet, Claire tidak sengaja bertemu dengan seorang yang dia kenal.


"Claire, ternyata benar kau ada di kota ini." Seorang gadis cantik menghampiri Claire lalu memeluknya.

__ADS_1


"Aku kira Wild berbohong padaku. Ternyata dia berkata benar. Kau kemana saja?" Wanita itu melepaskan pelukannya sambil menampilkan wajah gembira.


Claire terdiam sejenak lalu berkata, "Gretta, apa yang kau lakukan di sini?"


Gretta mengaitkan tangannya di lengan kiri Claire. "Tentu saja mencarimu. Wild bilang kau ada di sini. Aku tidak bisa menghubungimu. Kenapa kau tiba-tiba menghilang tanpa jejak?"


Claire mengedarkan pandangannya ke sekitarnya lalu menarik tangan Gretta menjauh dari keramaian. "Gretta, apa kau datang ke sini bersama dengan Wild?"


Gretta adalah sepupu dari Wild sekaligus sahabat terdekat Claire, selain Gloria.


Gretta mengangguk dan memandang Claire dengan wajah serius. "Iyaa. Wild memintaku untuk mencarimu. Aku tidak tega melihatnya yang seperti orang gila saat tahu kau menghilang."


Claire meraih tangan Gretta lalu memohon padanya. "Gretta, aku mohon padamu, jangan beritahukan pada Wild kalau kau bertemu denganku."


Gretta menatap heran pada Claire. "Memangnya kenapa?"


"Aku sudah menikah. Aku tidak mungkin kembali padanya, Gretta."


"Aku sudah tahu. Wild sudah memberitahuku, tapi dia mengatakan kalau pernikahanmu terjadi karena perjodohan."


Claire tidak menyangka kalau Wild sudah tahu kalau dia menikah atas dasar perjodohan dan bukan karena cinta. Pantas saja, dia masih mencarinya sampai saat ini karena dia sudah tahu semuanya.


"Iyaa, meskipun begitu, aku tidak bisa berpisah dengan suamiku. Ayahku mengancamku, Gretta."


"Bagaimana jika Wild bisa meyakinkan ayahmu? Apa kau yang akan kau lakukan? Wild, sedang berusaha untuk mencari tahu siapa suamimu. Dia berniat untuk menawarkan kesepakatan agar suamimu mau melepasmu."


Mata Claire membulat mendengar hal itu. "Suamiku bukanlah orang yang bisa diajak negoisasi, Gretta. Kau belum tahu indentitas aslinya. Tolong segera ajak Wild pulang ke kota A. Jangan biarkan dia menemukanku di sini. Aku tidak mau Wild membuat keributan."


Gretta tersenyum kaku. "Terlambat Claire. Wild ada di mall ini. Dia datang bersamaku ke sini. Dia sedang ke toilet." Gretta lalu melihat ke ponselnya yang berdering dan nama Wild tertera padal layar ponselnya. "Dia sedang berjalan ke sini, Claire. Kau tidak bisa menghindar lagi."


Wajah Claire menegang. Bagaimana kalau Wild berhasil menemukannya?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2