Istri Untuk Sean

Istri Untuk Sean
Menghilang


__ADS_3

"Sean, ayo bercerai."


Tubuh Sean seketika membeku dan pikirannya mendadak kosong setelah mendengar ucapan Claire. "Kau bilang apa?" Sean bertanya setelah berhasil mengembalikan rasa terkejutnya.


"Ayo bercerai." Claire mengulang lagi perkataannya dengan lantang agar Sean mendengarnya dengan jelas, "aku rasa ini yang terbaik untuk kita."


Ekspresi Sean semakin suram dan udara di sekitarnya langsung menjadi dingin.


"Maafkan aku karena tidak bisa melajutkan pernikahan ini. Aku yang akan menjelaskan pada kakek nanti," lanjut Claire lagi saat melihat Sean masih terdiam.


Sean mendengarnya dengan jelas saat Claire mengatakan ingin bercerai. Dia kembali bertanya bukan karena tidak mendengarnya, tapi karena tidak menyangka kalau kata-kata itu akan keluar setelah hubungan mereka membaik dan setelah mereka melewati masa-masa yang indah selama 4 hari.


"Sudah aku duga kalau ada yang aneh denganmu. Aku sudah curiga dari awal ketika kau mengajakku berlibur. Sikapmu tiba-tiba berubah sangat baik padaku. Kau melakukan hal-hal diluar kebiasaanmu. Kau bersikap sangat lembut padaku dan juga sangat patuh. Tiba-tiba bersikap manja padaku. Melakukan apapun yang membuatku senang. Ternyata ini tujuanmu, kau ingin bercerai dariku?" Suara Sean terdengar dingin. Sangat dingin hingga membuat Claire sekujur tubuhnya menggigil.


"Sean, aku tahu kau mencintai wanita lain dan tidak pernah mencintaiku."


"Tahu apa kau tentang perasaanku," katanya sambil menggertakan gigi, "jangan mencari-cari alasan tidak jelas untuk bisa lepas dariku, Claire." Suara Sean sangat dalam dan tatapannya sangat dingin, terasa menusuk hingga ke tulang.


"Aku tidak mencari-cari alasan."


Sean mengepalkan kedua tangannya yang masih bertumpu di tempat tidur dengan mata yang berkilat dipenuhi amarah. "Claire Avariella Kerrin, jangan pernah bermimpi bisa lepas dariku. Di kehidupan ini, aku tidak akan pernah menceraikanmu. Sampai kapanpun kau harus tetap menjadi istriku. Kau yang menyeretku ke dalam pernikahan ini, jadi kau juga harus bertanggung jawab dengan pilihanmu itu."


Claire tahu kalau Sean tidak ingin bercerai karena kakeknya, tapi dia juga tidak bisa bertahan, sementara ada wanita yang lebih berhak atas dirinya. "Sean, seharusnya kau berpikir kenapa aku bisa meminta cerai darimu."


Sean mendengus dingin. "Claire, aku tahu kalau ingin bercerai denganku karena ingin kembali dengan Wild."

__ADS_1


Claire menampilkan wajah tidak berdaya saat Sean kembali menyebutkan nama mantan kekasihnya. "Sean, Wild tidak ada hubungannya dengan keputusanku ini. Ini murni keinginanku sendiri. Ini memang kesalahanku dari awal. Tidak seharusnya aku menerima perjodohan ini."


Sorot mata Sean seketika memancarkan kabut hitam yang pekat dan tubuhnya mengeluarkan aura yang menakutkan. "Claire, kalau kau sampai berani bercerai denganku dan kembali pada Wild. Aku bersumpah akan menghancurkan Wild dan keluarganya serta orang-orang terdekatmu. Akan kupastikan semuanya hancur tidak tersisa. Ini adalah hukuman untukmu karena sudah berani mempermainkan aku dan menghancurkan hidupku. Satu hal yang harus kau tahu Claire, kalau aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku."


Ancaman Sean sangat mengerikan hingga membuat punggung Claire terasa dingin seketika. Baru kali ini, Claire melihat kemarahan Sean yang begitu besar. Terlihat sangat jelas api berkobar di matanya sehingga membuat aura yang terpancar dari sekujur tubuhnya terasa mengerikan.


"Sean, aku...."


Sebelum Claire mengeluarkan kata-kata yang lebih menyakitkan lagi, Sean dengan cepat membungkam mulutnya dengan bibirnya. Dengan penuh amarah, Sean kembali menyentuh istrinya. Kali ini, dia melakukannya dengan kasar dan tidak memperdulikan rintihan dan nada memohon Claire yang memintanya untuk berhenti.


Sean terus meluapkan kemaharannya pada Claire dengan melakukannya tanpa henti, sementara Claire hanya bisa pasrah dan membiarkan Sean melakukan yang dia inginkan. Sean terus memaju tubuh istrinya hingga pukul 4 pagi dan baru berhenti setelah melihat Claire tertidur.


"Aku akan membuatmu segera hamil agar kau tidak bisa lepas dariku, Claire."


*******


Sebelum membuka matanya, Sean meraba tempat tidur di sampingnya lebih dulu. Matanya langsung terbuka saat merasa sisi kirinya kosong. Sean dengan cepat bangun dari tidurnya lalu duduk dengan tegak. Dia kembali meraba sisi kirinya. Dingin ... Itu artinya Claire sudah bangun dari tadi.


Sean beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Kosong ... lantai kamar mandi pun kering. Itu artinya sudah tidak digunakan dalam waktu yang lama. Sean dengan cepat memakai baju dan keluar mencari Claire. Dia berpikir kalau Claire mungkin saja sedang berjalan-jalan di sekitar pantai.


Setelah mencari selama 1 jam, Sean tidak juga menemukan keberadaan istrinya. Dia lalu kembali ke vila dan menghubungi Claire, tapi ponselnya tidak aktif. Sean mencoba hingga 10 kali, tapi tetap tidak aktif. Sean lalu menghubungi pemilik pulau itu dan menyuruhnya untuk mengerahkan orang untuk mencari istrinya ke seluruh tempat di pulau itu.


Setelah semua orang berkumpul di depan vilanya, Sean baru keluar. "Tolong cari istriku ke semua tempat. Ini fotonya." Sean menunjukkan fotonya pada mereka setelah itu kembali berkata, "cari dengan teliti. Aku takut istriku tersesat di pulau ini dan tidak tahu jalan kembali ke vila."


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Setelah semuanya pergi, Sean tidak tinggal diam. Dia juga mencoba mencari Claire ke tempat yang mereka pernah datangi. "Claire, kau di mana? Aku harap kau baik-baik saja."


Setelah melakukan pencarian selama hampir 2 jam, semua orang mengatakan kalau tidak menemukan keberadaan Claire setelah menelusuri ke seluruh pulau. Sean kemudian kembali lagi ke vila. Dia mencoba untuk menghubungi kembali ponsel Claire, tapi masih tidak aktif juga. Setelah menghubungi sebanyak 30 kali, Sean akhirnya berhenti.


"Aaarrrrrgggh."


Sean membuang semua barang-barang yang ada di atas nakas hingga menimbulkan suara gaduh.


"Crraaaanng"


Sean melemparkan ponselnya ke arah cermin di meja rias hingga kacanya pecah berkeping-keping.


"Praaaang."


Sean kembali menghancurkan barang-barang yang berada di dekatnya. Tidak ada satu barang pun yang luput dari amukan Sean. Semuanya hancur tidak berbentuk. Bahkan tangannya juga terluka setelah menghantam tembok beberapa kali.


Penjaga vila beserta yang lainnya yang berada di luar vila hanya bisa diam dan tidak ada yang berani menghentikan Sean karena tahu dia adalah teman dari pemilik pulau tersebut. Setelah meluapkan kemarahannya, Sean meriah ponsel yang sudah sempat dia lempar. Beruntung masih digunakan, meskipun layarnya sudah retak.


Sean terlihat sedang menghubungi seseorang. "Kenz, minta Ricardo untuk ke sini. Suruh dia menjemput aku sekarang juga. Aku harus pulang ke negara M secepatnya."


Setelah mendengar jawaban dari Kenz, Sean berkata lagi, "Lacak lokasi Wild, orang tua Claire, dan orang-orang terdekat Claire sekarang juga. Periksa juga semua penerbangan atas nama Claire dan Wild. Jika kau temukan nama Claire dalam penerbangan dalam negeri dan luar negeri, segera hubungi aku dan minta pihak bandara untuk menahannya."


Selesai menelpon, Sean duduk di atas tempat tidur. "Claire, aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia manapun. Tidak akan aku biarkan kau lepas dariku dan hilang dari pandanganku. Jika sampai Wild berani membawamu pergi, aku pastikan hidupnya akan berakhir menyedihkan. Aku akan mengincar semua keluarganya."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2