Istri Untuk Sean

Istri Untuk Sean
Tidur di Kamar Yang Sama


__ADS_3

"Jadi, dengan apa kau membayar kesalahanmu yang semalam?" tanya Sean tanpa memalingkan wajahnya dari Claire.


Bola mata Claire bergerak tidak menentu saat ditatap oleh Sean dari jarak dekat. "Aku ... tidak tahu, Sean," jawab Claire dengan suara rendah.


Sean melepaskan jemari tangannya dari dagu Claire kemudian menjauhkan tubuhnya. "Dari dulu hingga sekarang masih sama. Sangat mudah bagimu untuk melupakan sesuatu ketika mabuk. Claire, jangan berani minum dengan orang lain setelah ini." Suara berat Sean membuat Claire menelan salivanya secara tidak sadar.


Mendengar itu, Claire hanya bisa diam dan tidak berani membalas ucapan suaminya. "Hukumanmu akan kutunda sementara waktu, tapi jangan harap kau bisa lepas dari hukumanku."


Claire menatap mata hitam Sean. "Maafkan aku, Sean. Aku tidak akan mengulanginya lagi."


Sean nampak diam sejenak, saat dia akan membuka mulutnya, terdengar suara seorang pria. "Kalian sedang apa?" Felix datang dari arah ruang keluarga.


Sean melirik sekilas pada Felix lalu membenarkan tempat duduknya menghadap ke meja. "Kukira kau sudah pergi," ucap Sean dengan wajah acuh tak acuhnya.


Felix duduk di sebrang Sean sambil menatap ke atas meja. "Aku belum sarapan. Aku tidak mengganggu kalian, bukan?"


Sean hanya diam dengan wajah dinginnya, sementara Claire tersenyum canggung pada Felix. "Felix, maaf aku kesiangan. Aku terlalu mabuk semalam sehingga aku merasa badanku sedikit tidak enak jadi akan bekerja lagi mulai besok."


Felix tersenyum pada Claire. "Tidak masalah. Aku sudah mengatakan pada Valery bahwa kau tidak bisa bekerja hari ini. Apa kau sudah baik-baik saja sekarang?"


Sean nampak mengambil beberapa makanan yang terhidang di atas meja dengan wajah acuh tak acuh seolah di sekitarnya tidak ada orang sama sekali.


"Setelah beristirahat dengan cukup, aku merasa lebih baik."


Felix manggut-manggut. "Itu bagus. Aku tidak menyangka saat mabuk, kau terlihat sangat menggemaskan dan lucu."


Wajah Claire memerah. Dia sudah tahu ke mana arah pembicaraan Felix. Dia pasti sedang mengatakan tingkah konyolnya saat dia memaksa akan masuk ke kamar Felix.


Sean menghentikan tangannya saat akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya lalu dengan wajah datar dia berkata, "Wanita yang sedang kau puji itu adalah istriku, Felix. Aku harap kau tidak lupa itu."


Felix menarik salah satu sudut bibirnya sambil melirik pada Sean. "Apa kau mencintai istrimu?"


Pertanyaan Felix yang tidak terduga membuat Claire terkejut. "Kau tidak perlu tahu karena tidak ada hubunganya denganmu."

__ADS_1


Claire menunduk lalu menampilkan ekspresi menertawakan diri. Dari awal, Sean tidak pernah mencintainya. Walaupun Sean sudah menyentuhnya, tapi tidak ada cinta dalam hatinya. Sean melakukan itu hanya demi memenuhi kebutuhannya.


Felix menatap Sean selama beberapa detik. "Aku sudah tahu jawabannya."


Selesai sarapan, Claire mengantar Sean sampai ke depan. Dia terpaksa ikut mengantarkan Sean saat melihat kakek Sam mengawasi dari ruang keluarga. "Aku akan menjemputmu nanti sore setelah pulang bekerja," ucap Sean sebelum memasuki mobilnya.


Claire mengangguk. "Kemari." Sean menggerakkan jari tangannya agar Claire mendekatinya.


"Ada apa?" tanya Claire dengan wajah bingung sambil menghampiri Sean.


Sean merapihkan rambut Claire yang berantakan karena angin, setelah itu memberikan kecupan di keningnya. "Apa kakek sedang mengawasi kita?" tanya Claire setelah Sean menjauhkan wajah darinya.


"Tidak," jawab Sean singkat.


"Tidak?" ulang Claire dengan wajah heran. Biasanya Sean bersikap baik dan lembut padanya saat ada kakeknya.


"Felix, dia sedang berjalan kemari," bisik Sean setelah itu berdiri dengan tegak.


Claire membulatkan mulutnya lalu menoleh ke belakang. "Kau sudah mau berangkat?" tanya Felix pada Sean.


Felix memasukkan satu tangannya ke dalam saku sambil tersenyum. "Hari ini aku cuti. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kakek dan Claire."


Sean menaikkan sudut bibirnya yang sebelah kiri lalu tersenyum sinis. "Kenapa? Masih tidak terima karena Claire menikah denganku dan bukan denganmu?"


"Kau terlalu banyak berpikir," jawab Felix dengan santai.


Sean kemudian menoleh pada Claire. "Masuklah, aku ingin bicara dengan Felix dulu."


Claire hanya mengangguk lalu berlalu dari sana. Setelah melihat Claire masuk, Sean berjalan mendekati sepupunya. "Dengar Felix, aku tidak peduli dengan semua rencanamu. Jika kau menginginkan Claire, bilang saja pada kakek. Jika kakek menyetujuinya aku akan melepasnya."


Felix memadang Sean dengan tatapan tak terbaca. "Sean, kau akan menyesali perkataanmu ini nanti."


********

__ADS_1


Malam harinya, Sean kembali ke rumah utama untuk menjemput Claire. Setelah berpamitan dengan kakek dan ibunya, Sean kembali ke apartemennya. Setibanya di apartemen, Sean langsung masuk ke dalam kamarnya. Baru saja ingin membuka bajunya, terdengar suara ketukan pintu dan setelah itu pintu kamarnya terbuka.


"Sean, kenapa kamarku kosong? Semua barangku hilang." Claire terlihat berjalan menghampiri suaminya.


Sambil membuka kancing bajunya, Sean berkata, "Semua barangmu sudah aku pindahkan ke kamar ini," jawab Sean santai.


Tadi pagi Sean memang sudah menyuruh Kenz untuk memerintahkan orang memindahkan barang Claire ke kamarnya. Bahkan dia memerintahkan untuk mengosongkan kamar Claire jadi semua barang yang ada di sana termasuk tempat tidur yang biasa Claire tiduri juga disingkirkan.


Claire mengerutkan keningnya. "Kenapa kau pindahkan ke sini?"


Sean membuka kemejanya lalu memutar tubuhnya menghadap Claire. "Mulai sekarang kau akan tidur di sini." Claire mengikuti Sean dari belakang saat dia berjalan ke arah lemari.


"Tapi kenapa?"


"Karena kau adalah istriku, jadi kau harus tidur di sini."


Claire nampak memutar bola matanya. "Aku tahu itu, tapi bukankah kau sendiri yang tidak ingin kita tidur sekamar."


Sean mengambil handuk lalu berbalik menghadap Claire. "Itu dulu, sekarang kau kau akan tidur di kamar ini bersamaku." Sean mengabaikan wajah heran Claire dan masuk ke dalam kamar mandi.


Dasar Sean brengs*k. Selalu saja sesukanya.


Saat keluar dari kamar mandi, Sean melihat Claire duduk di tepi tempat tidur. Dengan wajah acuh tak acuh, Sean berjalan menuju walk in closet untuk berganti pakaian setelah itu berjalan ke arah tempat tidur.


"Felix, Wild atau asisten manager itu yang sedang kau pikirkan saat ini?" Pertanyaan Sean membuyarkan lamunan Claire.


Claire memutar sedikit tubuhnya ke arah Sean. "Kau. Orang yang sedang aku pikirkan adalah dirimu," jawab Claire enteng.


Ucapan Claire membuat Sean sedikit tercengang. "Sepertinya kau terbiasa menggoda pria, pantas saja banyak pria yang tertarik denganmu."


Karena merasa tubuhnya lelah dan masih sakit, Claire tidak memperdulikan sikap sinis Sean dan menanggapinya dengan santai. "Disukai oleh banyak pria juga merupakan kelebihan, bukan?" Claire naik ke tempat tidur lalu berbaring memunggungi Sean.


Hening sejenak, tidak ada balasan apapun dari Sean. Beberapa saat kemudian, Claire merasa tubuhnya ditarik oleh seseorang dari belakang. "Tapi aku tidak suka dengan hal itu. Aku tidak suka berbagi dengan pria lain."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2