Istri Untuk Sean

Istri Untuk Sean
Penjelasan Sean


__ADS_3

Di meja makan, semuanya terlihat sudah berkumpul saat Sean baru saja memasuki ruang makan. Tatapannya tidak sengaja bertemu Claire, sebelum akhirnya, Claire mengalihkan pandangannya ke atas meja.


"Sean, duduklah," ucap Ibu Claire sambil tersenyun pada menantunya.


Sean mengangguk dan duduk di samping kakeknya dan bersebrangan dengan Claire. Tidak ada sapaan baik dari Sean maupun dari Claire ketika mereka berhadapan.


"Ayoo, Sean makanlah. Kau terlihat sangat kurus sekarang. Kau pasti tidak makan dengan benar akhir-akhir ini." Ibu Claire terlihat menyendokkan beberapa lauk ke piring menantunya.


"Rosalie, jangan terlalu memanjakannya, nanti dia bisa besar kepala," sahut Kakek Sam. Didengar dari nada bicaranya, sepertinya kakek Sam masih kesal dengan cucunya.


"Tuan Besar, kami tidak memanjakannya. Dia memang menantu leluarga kami, tapi kami sudah menganggapnya seperti anak kami sendiri. Tentu saja harus kami perlakukan sama dengan Claire," jawab ibu Rosalie lembut.


"Itu benar, Tuan Besar. Jangan menyalahkan Sean terus," kata Ayah Claire.


Selama acara makan pagi, Sean terlihat terus menatap ke arah Claire. Dia sedang memperhatikan istrinya yang sedang makan dengan lahap. Claire terlihat memakan 2 sandwich, 1 buah pisang dan satu mangkuk oatmeal dengan potongan buah dan segelas susu putih.


Sean merasakan ada sedikit keanehan pada istirinya. Tidak biasanya dia makan sebanyak itu. Merasa ada yang memperhatikannya, Claire mengangkat kepala dan tatapannya kembali bertemu dengan Sean. "Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Claire pada Sean sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Tidak apa-apa. Pantas saja tubuh sedikit berisi, ternyata kau makan dengan baik."


Claire kembali meneruskan sarapannya tanpa memperdulikan Sean lagi. "Dia begitu karena kau. Ini semua salahmu," sahut Kakek Sam.


Sean hanya bisa diam agar kakeknya tidak menyalahkannya lagi.


Selesai sarapan, Sean menyusul Claire ke kamarnya karena ingin berbicara dengannya. "Claire, aku ingin berbicara denganmu," ucap Sean setelah menutup pintu kamar istrinya.


Claire sedang duduk di sofa kamarnya sambil memainkan ponselnya. "Apa?" tanya Claire tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


Sean menghampiri Claire lalu duduk di sebelahnya. "Banyak yang ingin kau bicarakan denganmu."

__ADS_1


"Katatakan saja," ucap Claire dengan wajah acuh tak acuh.


Melihat Claire masih sibuk dengan ponselnya, Sean akhirnya merebut ponselnya lalu meletakkan di saku celananya. "Kenapa kau mengambil ponselku?" tanya Claire dengan wajah kesal.


"Dengarkan aku dulu. Aku ingin berbicara serius denganmu."


Melihat mata tajam dan wajah serius Sean, Claire tidak berani lagi protes. "Claire, aku hanya ingin tahu, apa alasanmu tiba-tiba menggugatku dan pergi meninggalkan aku?"


Claire menatap Sean selama beberapa detik, lalu berkata, "Kau sungguh tidak tahu apa kesalahanmu?"


Sebenarnya dia sudah malas membahas masalah itu, karena dia berpikir, sepertinya Sean belum menyadari kesalahannya dan masih ingin terus berbohong padanya, tetapi karena dia sudah berjanji pada kakek Sean untuk memberikan Sean kesempatan menjelaskan semuanya. Claire terpaksa mau bicara dengan Sean


"Aku tahu, tapi aku hanya ingin mendengar dari mulutmu. Tolong jawab dengan jujur, alasanmu tiba-tiba ingin berpisah denganku apa karena aku tidak bilang padamu saat aku menemui Casandra?"


"Bukan hanya itu, tapi kau juga sudah menghiantiku. Kau berselingkuh dengan Casandra hingga dia dia hamil anakmu," ungkap Claire sambil mengalihkan pandangannya ke samping ketika merasa dadanya tiba-tiba sesak.


Mendengar itu, Sean langsung mengerutkan keninganya. "Berselingkuh? Hamil? Siapa yang mengatakan itu padamu?" tanya Sean sambil memegang kedua bahu Claire dengan wajah heran sekaligus terkejut.


Ekpsresi wajah Sean berubah menjadi dingin dan menyeramkan. Kelakuan Casandra sudah sangat keterlaluan dan Sean sudah tidak bisa mentolerir kesalahan Casandra kali ini. Pantas saja Claire sangat marah padanya sampai dia ingin berpisah dengannya, ternyata itu alasannya.


Awalnya dia mengira kalau Claire marah karena dia pergi menemui Casandra diam-diam, ternyata Casandra sudah memfitnahnya habis-habisan. Casandra menciptakan kebohongan yang sangat besar sampai dia hampir bercerai dengan Claire.


"Claire, kapan Casandra menelponmu?" tanya Sean cepat.


"3 hari setelah kepergianmu," jawab Claire.


Sean meraih dagu istrinya dan mengarahkan wajah Claire padanya. "Tatap aku selagi kita bicara," ucap Sean dengan suara berat.


Pelupuk mata Claire sudah dipenuhi air mata yang menggenang. Sedikit saja dia berkedip, maka, air matanya akan langsung tumpah. Melihat itu, Sean seketika merasa bersalah.

__ADS_1


"Dengarkan aku, Claire. Aku tidak pernah berselingkuh di belakangmu. Hubunganku dengannya sudah lama berakhir. Aku juga tidak pernah bercinta dengannya ataupun dengan wanita lain selain dirimu," ungkap Sean dengan sungguh-sungguh.


"Kau bilang dia menelponmu saat kami bercinta setelah 3 hari kepergianku. Aku pulang hari ke dua setelah aku tiba di sana. Aku pergi negara K di hari ketiga, jadi tidak mungkin aku bercinta dengannya. Kalau kau tidak percaya, kau bisa bertanya pada Nicko, dia ada bersamaku waktu itu. Kami bertemu dengan seorang investor di negara K," ungkap Sean.


"Aku juga bisa membuktikan lewat rekaman CCTV bandara saat aku meninggalkan negeri Paman Sam. Kau juga bisa melihat paspor dan visaku. Di sana tertera dengan jelas kapan aku masuk dan keluar dari negeri Paman Sam dan kapan aku tiba di Negara K," terang Sean.


"Kalau masalah foto, aku bisa menjelaskannya. Semua foto itu diambil saat kami masih menjalin hubungan. Dan, untuk foto yang dia memeluk di tempat tidur dengan mesra, itu terjadi saat aku sedang sakit dan Casandra menemaniku saat itu sampai dokter datang. Aku sedang tidur saat itu, jadi aku tidak tahu kalau dia memotret kami."


"Tapi kenapa kau tidak memakai baju dan kenapa dia mengenakan kemejamu?" tanya Claire.


"Aku sedang demam tinggi saat itu dan tubuhku berkeringat, akhirnya Casandra melepaskan bajuku dan untuk masalah kemejaku yang dikenakan olehnya, itu karena bajunya kotor setelah dia memasak makanan untukku, jadi dia meminjam kemejaku," ungkap Sean, "dan foto lainnya, aku rasa itu hal biasa. Berpelukan dan berciuman, hanya sebatas itu yang pernah aku lakukan dengannya. Aku rasa kau juga pernah melakukannya dengan Wild ketika masih menjalin hubungan dengannya," ucap Sean dengan wajah dingin.


"Lalu bagaimana dengan malam saat aku menelponmu? Aku mendengar suara Casandra di kamarmu."


"Aku bukan di kamarku, Claire, tapi aku sedang berada di apartemen temanku yang juga sepupu Casandra yang bernama Jony dan Casandra juga di sana. Aku berencana untuk menumpang mandi di tempat Jony setelah Casandra tidak sengaja menumpahkan minuman ke bajuku. Dan, kenapa aku tiba-tiba mematikan telponmu waktu itu karena Casandra tiba-tiba masuk ke dalam kamar yang aku masuki dengan menggunakan pakaian seksi. Dia berusaha untuk menggodaku agar aku mau kembali lagi padanya lagi. Aku langsung keluar setelah Casandra masuk dan aku akhirnya pulang dan keesokan harinya, aku mengajaknya untuk bertemu di luar dan memperingatkannya untuk menjauhiku dan tidak menggangguku lagi. Aku juga sudah mengatakan padanya kalau aku sudah menikah denganmu dan tidak akan pernah kembali padanya lagi."


Claire teridam setelah mendengar semua penjelasan Sean. "Aku tidak pernah menyentuhnya Claire, sungguh! Dulu, dia memang beberapa kali menggodaku dan mengajakku untuk melakukannya, tapi aku selalu menolaknya. Dia ingin mengikatku dengan cara menyerahkan tubuhnya padaku, tapi aku tidak mau."


Claire terlihat nampak masih ragu. "Apa kau tahu alasan kenapa hubunganku berakhir dengannya?"


Claire menggeleng. "Dia berselingkuh dengan temanku sendiri dan tidur dengannya," terang Sean.


"Aku memang salah, tapi satu-satu kesalahanku adalah menemuinya tanpa sepetahuanmu. Aku akan meminta maaf atas kesalahanku yang itu, tapi untuk kehamilannya, aku pastikan itu bukan anakku. Karena aku memang tidak pernah menyentuhnya. Aku siap tes DNA Jika kau meragukanku."


"Seharusnya kau jujur padaku dari awal." Claire kembali mengalihkan pandangannya ke samping.


"Iyaaa, itu memang salahku. Aku minta maaf. Tolong maafkan aku," ucap Sean penuh harap, "aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Sean sungguh-sungguh.


Claire kembali terdiam, setelah itu berkata, "Aku bisa saja memafkanmu, tapi aku tidak bisa kembali lagi padamu, Sean."

__ADS_1


Wajah Sean langsung menengang dan tubuhnya menjadi kaku seketika setelah mendengar perkataan Claire.


Bersambung ..


__ADS_2