Istri Untuk Sean

Istri Untuk Sean
Penerus Keluarga Louris


__ADS_3

Jack memasuki kamar Claire setelah pergi membeli makan. "Claire, bagaimana keputusanmu? Kita sudah tidak bisa tinggal di sini lebih lama lagi. Seseorang sudah mulai mencium keberadaan kita di sini."


Claire yang sedang duduk di dekat jendela kamarnya seketika menoleh pada Jack. "Putuskan sekarang juga, pergi selamanya atau menghadapi Sean secara langsung," ucap Jack, "jika kau memutuskan untuk pergi selamanya, Wild akan membantumu, tapi kau tidak bisa kembali ke negara ini lagi selamanya."


Claire termenung sambil berpikir selama beberapa saat. "Aku tidak mau melibatkan Wild dalam masalahku. Aku akan mencari jalan lain. Berikan aku waktu seminggu lagi untuk berpikir."


Jack berjalan mendekati Claire dan berdiri tepat di sampingnya sambil memegang bahunya. "Claire, aku tidak bisa memberikanmu waktu lagi. Aku bahkan ragu, apakah kita bisa menunggu sampai esok hari. Orang Sean sudah menemukan petunjuk keberadaan kita. Belum lagi ayahmu mengerahkan orang untuk membantu Sean mencarimu."


"Kita bisa pindah lagi ke tempat lain yang lebih aman," usul Claire.


"Tidak bisa, Claire. Kita sudah pindah 5 kali. Mau sampai kapan begini?" ujar Jack dengan frustasi.


Claire beranjak dari tempat duduknya dan duduk di tepi tempat tidur. "Seminggu lagi, berikan aku waktu seminggu lagi."


Jack berjalan ke arah Claire dan duduk di sampingnya. "Aku sudah tidak bisa menyembunyikanmu lagi. Aku sudah memberikamu waktu seminggu kemarin. Seseorang sudah mengetahui tempat ini. Kau tidak bisa lari lagi, Claire."


Mata Cliare langsung membulat dengan sempurna mendengar itu. "Sean sudah tahu aku di sini?" tanya Claire dengan wajah panik.


Jack menggeleng. "Bukan, tapi kakeknya."


Tubuh Claire langsung menegang. "Bagaimana bisa kakek menemukan kita?" tanya Claire dengan wajah terkejut.


"Pertanyaannya bukan bagaimana kakek Sean bisa menemukan kita, tapi bagaimana kau bisa lolos dari pencarian ayahmu dan juga keluarga Louris sampai saat ini, tanpa tercium sama sekali oleh mereka," ucap Jack dengan wajah serius.


Claire nampak tertegun selama beberapa saat. "Claire, aku tidak mungkin sanggup menyembunyikanmu selama ini tanpa bantuan orang lain, terlebih dari Sean," sambung Jack lagi.


"Maksudmu?" tanya Claire dengan dahi berkerut.


"Kau bisa bersembunyi dengan aman tanpa dilacak oleh Sean itu karena kakeknya membantumu."


"Apa??" Mata Claire membelalak sempurna.


"Menurutmu, siapa lagi yang bisa menghapus jejakmu tanpa terbaca oleh Sean selain kakeknya sendiri?" ujar Jack.


Claire nampak terdiam beberapa detik, lalu kembali bertanya pada Jack. "Kapan kakek mengetahui keberadaanku?"


"Lima hari setelah kau menghilang. Di tempat persembunyian kita yang kedua, kakek Sean menemukan keberadaan kita. Saat itulah kakek Sean menemuiku."


"Kenapa kau tidak memberitahuku?"

__ADS_1


"Tuan Sam memintaku untuk merahasiakan darimu. Dia tidak mau kau merasa cemas."


Claire kembali berpikir. "Apa Kakek tahu tentang kehamilanku?" tanya Claire dengan wajah penasaran.


"Aku terpaksa memberitahukan semuanya untuk melindungimu dan keluargamu. Mereka tidak akan tinggal diam jika mereka tahu tentang anak dalam perutmu. Keluarga Louris pasti akan memburumu dan keluargamu kalau kita menyembunyikan anak ini. Claire, kau tidak bisa bermain-main dengan penerus keluarga Louris, seharusnya kau tahu itu," ujar Jack dengan wajah frustasi.


"Tidak akan ada yang bisa lolos dari pencarian mereka. Dengan latar belakang dan kekuasan keluarga mereka, mustahil untuk siapapun melarikan diri, kecuali kau meminta bantuan pada ayahmu dan Wild, tapi masalahnya ayahmu sudah berpihak pada Sean. Tinggal Wild satu-satunya yang bisa menolongmu," lanjut Jack lagi.


Saat Claire tiba-tiba menghilang, kakek Sean langsung mengerahkan orang untuk mencari Claire tanpa sepengetahuan cucunya. Dia merasa sudah terjadi hal besar pada cucunya dan Claire hingga membuat Claire tiba-tiba menghilang sebab itu kakek Sean mencari Claire diam-diam.


Kakek Sean juga menyuruh orang untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi pada cucunya dan Claire. Setelah berhasil melacak Claire, kakek Sean menemui Jack diam-diam dan bertanya penyebab Claire menghilang dan pergi tanpa berpamitan.


Kakek Sean lalu menghapus jejak Claire agar tidak terbaca oleh cucunya sendiri setelah tahu apa penyebabnya. Dia sengaja melalukan itu agar Claire bisa berpikir dengan jernih tanpa diganggu oleh Sean. Kakes Sean hanya ingin Claire menenangkan diri terlebih dahulu agar dia tidak mengambil keputusan yang salah nantinya.


Claire merenung untuk beberapa saat, setelah itu berkata, "Masalah akan bertambah besar saat Wild terlibat denganku. Aku tidak mau menyeretnya dalam masalahku."


"Kalau kau tidak mau meminta bantuan Wild, minta bantuanlah pada tuan Sam. Kalau kau memang sudah tidak mau kembali pada Sean, katakan padanya. Aku rasa tuan Sam akan mengerti, tapi kalau kau memutuskan untuk pergi diam-diam dengan membawa bayi ini, ceritanya akan berbeda lagi."


"Baiklah, aku akan berbicara dengan Kakek."


"Bagus, kebetulan tuan Sam sedang dalam perjalanan menuju ke sini."


"Nicko, kenapa kau mengajakku ke sini?" tanya Felix saat Nicko menghentikan mobilnya di salah saru bar terkenal di kota S.


"Bukankah kau menanyakan keberadaan Sean?" Nicko mengarahkan pandangannya pada pintu masuk bar. "Dia ada di dalam."


Nicko membuka pintu mobilnya lalu turun bersamaan dengan Felix kemudian masuk ke dalam bar dan langsung berjalan menuju ruangan VIP, tempat di mana Sean dan Kenz berada.


Setelah pintu terbuka, Nicko dan Felix menatap Sean yang sedang duduk sambil menghisap rokok dengan wajah acuh tak acuh. "Sean, sejak kapan kau di sini?"


Sean melirik dengan acuh tak acuh tanpa menjawab pertanyaan Felix. "Percuma kata bertanya padanya. Dia tidak akan menjawabmu," sahut Nicko dengan santai.


Felix kemudian menoleh pada Kenz yang sedang berdiri di dekat pintu. "Sudah berapa hari dia di sini?"


"5 hari, Tuan Muda," jawab Kenz.


"Kenz, pulanglah. Biar aku dan Nicko yang menemaninya."


"Tapi, baga...."

__ADS_1


"Pulanglah, jangan membantahku." Felix melangkah dan masuk ke dalam bersama dengan Nicko.


"Sean, bibi dan Kakek mencarimu," ucap Felix setelah dia duduk di samping sepupunya.


Sean hanya melirik dengan malas pada Felix, kemudian menghisap rokok ditangannya, setelah itu menoleh pada sahabatnya. "Nicko, apa orangmu belum mendapatkan informasi apapun mengenai istriku?"


Tidak hanya pada Nicko, Sean juga meminta tolong pada semua orang yang memiliki pengaruh di kota S.


"Belum ada."


"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Claire, Sean?" tanya Felix.


Sean hanya diam, mematikan rokoknya lalu menuangkan minuman alkohol kegelasnya.


"Istrinya ingin meminta cerai darinya karena tahu Sean bertemu diam-diam dengan Casandra," sahut Nicko.


Felix langsung menoleh pada Sean dengan wajah terkejut. "Kau masih berhubungan dengannya? Apa kau sudah gila? Pantas saja Claire ingin bercerai denganmu."


Nicko ikut menuangkan minuman ke dalam gelas kosong di depannya lalu menatap Felix dengan malas. "Kenapa kau menyalahkannya? Kau itu sepupunya atau sepupu istrinya?"


Felix menoleh pada Nicko dengan wajah kesal. "Lalu menurutmu aku harus menyanjungnya? Dia itu sudah menikah, tapi dia berani bertemu diam-diam dengan mantan kekasihnya. Jika aku jadi Claire, aku tidak hanya akan meminta cerai darinya, tetapi akan kubuat dia jatuh miskin karena sudah menghianatiku."


Nicko duduk bersandar di sofa dengan malas. "Dia itu ke sana untuk memperingatkan Casandra untuk tidak mengganggunya lagi. Casandra masih belum terima Sean memutuskan hubungannya waktu itu, padahal dia yang menghianati Sean. Casandra sungguh tidak tahu malu. Dia berniat ke sini dan memperbaiki hubungannya dengan Sean, tetapi Sean jelas-jelas sudah tidak mau memiliki hubungan apapun dengannya. Kau seperti tidak mengenal Casandra saja, dia lebih nekat dari Helena. Maka dari itu, Sean ke sana untuk memperingatkan Casandra untuk tidak mengganggunya lagi, sebelum dia datang dan membuat keributan di sini."


"Tapi kenapa dia harus berbohong pada Claire dengan mengatakan kalau dia pergi ke negara K, padahal dia pergi ke negeri Paman Sam? Seharusnya dia jujur pada Claire, bukannya justru pergi menemuinya diam-diam sehingga membuat istrinya salah paham." Felix terlihat masih kesal dengan sepupunya itu.


"Sean memang salah karena tidak mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan Casandra di negeri Paman Sam, tetapi dia menemui Casandra hanya sebentar, setelah itu dia memang pergi negara K dan kami bertemu di sana untuk urusan bisnis. Kami bertemu dengan Tuan Zola, jadi Sean tidak sepenuhnya berbohong."


Felix menghela napas panjang lalu menatap pada Sean. "Jadi, selanjutnya kau mau bagaimana?"


"Aku akan menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi dan meminta maaf padanya. Akan aku lakukan apapun agar dia mau memaafkanku," jawab Sean pada akhirnya.


"Lalu bagaimana kalau dia tidak mau memaafkanmu?"


"Aku tidak akan menyerah." Sean lalu mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Felix setelah meletakkan gelasnya di atas meja. "Felix, bantu aku mencarinya. Aku sudah melakukan segala cara untuk mencarinya, tapi dia seolah menghilang dari bumi ini. Aku tidak bisa tenang sebelum menemukannya. Aku memang salah, tapi aku tidak pernah menghianatinya, jadi bantu aku temukan dia."


"Aku akan membantumu, tapi kau harus pulang dulu. Bibi dan kakek sangat mengkhawatirkanmu."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2