
Setelah kepergian Sean ke kantor, Claire menghampiri Kakek Sam yang sedang berada di taman belakang. "Kakek, di mana ibu?" Claire bertanya sambil duduk di samping kakek Sam.
"Kate, sedang pergi ke pusat galeri seni," jawab Kakek Sam, "bagaimana keadaan cicitku? Apa dia baik-baik saja?" tanya Kakek Sam sambil mengarahkan pandangannya ke arah perut Claire.
"Aku akan mengecek hari ini Kakek, tapi aku rasa, dia baik-baik saja."
Kakek Sam manggut-manggut. "Aku rasa cicitku sedang membalas ayahnya karena sudah menyakiti ibunya."
"Maksud Kakek?" tanya Claire dengan wajah bingung.
"Belakang ini dia mengalami gejala seperti wanita hamil, sementara kau tidak merasakannya sama sekali. Aku rasa anaknya sengaja menghukum ayahnya agar ayahnya merasa tersiksa."
Claire mengulum senyumnya mendengar perkataan kakek Sam. "Aku juga merasa aneh saat mengetahui diriku sedang hamil, padahal aku tidak merasakan apapun saat itu."
"Kau juga terlalu cepat memberikan maaf padanya. Seharusnya kau siksa dulu dia. Kakek kesal sekali padanya," gerutu Kakek Sam dengan wajah kesal.
"Kakek, Sean tidak salah, dia hanya tidak terbuka padaku. Kakek sendiri yang pernah bilang padaku kalau dia pribadi yang tertutup dan lebih suka memendam segalanya. Aku rasa sulit untuk merubah kepribadiannya itu. Aku tidak keberatan selama dia menghianatiku. Mungkin memang aku yang harus lebih aktif dari pada dia. Lagi pula, aku merasa belakangan ini, dia mulai merubah sifatnya."
Kakek Sam menghela napasnya. "Yaa, banyak hal yang terjadi padanya sehingga karakternya terbentuk seperti itu. Kakek hampir saja mencoretnya dari daftar ahli waris saat mendengar wanita lain sedang mengandung anaknya."
Claire tersenyum tipis lalu berkata, "Aku juga sangat terpukul ketika mendengarnya Kakek. Duniaku serasa runtuh seketika waktu itu. Sejujurnya, aku sudah lama mencintainya. Hanya aku tidak pernah menunjukkan padanya karena aku pikir dia tidak mencintaiku."
Kakek Sean langsung menoleh pada Claire dengan wajah terkejut. "Benarkah?"
Claire mengangguk dengan wajah malu. "Tapi Kakek jangan bilang padanya, aku malu. Ini rahasia kita berdua."
"Tentu saja. Tentu saja kakek akan merahasiakan darinya," ucap Kakek Sam sambil tersenyum, "jadi kapan kau mulai menyukainya?" tanya Kakek antusias.
Claire terlihat tersenyum malu-malu dengan wajah memerah. "Ketika aku tahu kalau anak yang menolongku waktu kecil adalah Sean."
"Itukah sebabnya kau tidak jadi membatalkan perjodohan kalian waktu itu?"
"Iyaaa," jawab Claire dengan suara rendah.
Saat itu, memang tidak ada yang tahu kalau alasan Claire tetap melanjutkan perjodohan mereka karena dia mulai mencintai Sean. Perasaan cinta Claire semakin besar setelah Sean menyentuhnya untuk pertama kalinya. Itulah awalnya Claire menyerahkan seluruh hatinya untuk Sean. Itu juga alasannya kenapa dia tidak bisa kembali pada Wild karena dia sudah mencintai Sean.
__ADS_1
********
Setelah memeriksakan kehamilannya di rumah sakit, Claire berencana untuk segera pulang, tapi baru saja dia keluar dari rumah sakit, seseorang menghampiri Claire. "Aku ingin bicara denganmu sebentar," ucap Wanita tinggi yang memakai kaca mata hitam besar yanh sedang berdiri di depan Claire. Wanita itu adalah Casandra.
"Aku sedang sibuk. Tidak memiliki waktu untuk bicara denganmu." Claire berusaha untuk melewati Casandra, tapi kembali dihalangi olehnya.
"Claire, aku hanya ingin berpamitan padamu. Besok aku akan kembali ke negaraku. Sean sudah memerintahkan beberapa orang untuk membawaku esok hari. Aku hanya ingin meminta maaf karena sudah merusak huhunganmu dengan Sean." Casandra meraih tangan Claire lalu menggenggamnya, "aku mohon Claire, aku hanya ingin meminta maaf pada dengan tulus."
Claire menatap wajah Casandra sejenak dengan tatapan menyelidik kemudian berkata, "Baiklah, ada yang ingin aku bicarkan juga denganmu."
Casandra tersenyum lalu melepaskan tangan Claire. "Bagaimana kalau kita bicara sambil makan di restoran yang ada di pinggir kota?" tawar Casandra.
Restoran yang dimaksud oleh Casandra adalah restoran yang sering dia datangi bersama dengan Sean ketika dia sedang ada di kota S. Para pegawai di restoran itu pun sudah sangat mengenal Casandra.
"Itu adalah restoran kesukaan Sean. Aku jamin, kau juga pasti akan menyukai tempat itu.
Setelah berpikir selama beberapa saat, Claire akhirnya menyetujuinya. "Naik mobilku saja ya?" tawar Casandra.
"Baiklah."
"Baiklah."
Casandra lalu memanggil pelayan restoran lalu memesan beberapa menu makanan. Setelah makanan dihidangkan, Claire berpamitan ke toilet dan kembali tidak lama setelahnya. Mereka berduapun memulai acara makan siang mereka berdua.
"Claire, aku sungguh minta maaf karena sudah membohongimu dan berusaha merusak rumah tanggamu. Aku menyesal sudah melakukan itu. Aku melakukan itu karena aku sangat mencintai Sean," ucap Casandra sungguh-sungguh.
"Cansandra, selama ini aku tidak memiliki salah padamu. Aku mempercayaimu karena kita sudah mengenal sejak lama. Ternyata kau tega berbohong padaku. Aku bahkan rela melepasnya untukmu saat kau bilang sedang mengandung anaknya karena Mattew sangat baik padaku dulu."
Casandra terdiam beberapa detik lalu berkata, "Aku minta maaf, Claire. Ini memang salahku. Aku tidak menyangka orang yang menikah dengan Sean adalah kau. Aku baru mengetahuinya saat kita bertemu waktu itu."
Claire dan Casandra sudah saling mengenal sebelumnya. Mattew adalah kakak dari Casandra. Saat kuliah, Casandra tinggal di Chicago dan kuliah di sana bersama dengan Saen, sementara Mattew tinggal di Boston dan tinggal di apartemen yang sama dengan Claire.
Casandra mengenal Claire lewat Mattew. Tidak terlalu dekat memang karena Casandra jarang mengunjungi kakaknya karena sibuk dengan kuliahnya, tapi mereka beberapa kali menghabiskan waktu bertiga dengan Mattew, jika Casandra sedang ada di Boston.
Sementara Mattew, Nicko, dan Sean saling mengenal karena mereka sekolah di satu sekolah yang sama dulunya. Casandra pertama kali melihat Sean ketika Sean datang ke Boston bersama Nicko. Mulai dari sana, dia mulai menyukai Sean dan saat lulus sekolah, Casandra berusaha mencari tahu di mana Sean berkuliah karena dia ingin satu kampus dengannya.
__ADS_1
Itulah sebabnya Casandra tidak kuliah di tempat yang sama dengan kakaknya. Suatu ketika, Mattew pernah mengalami kecelakaan serius dan saat itu, dia meminta Sean untuk menjaga adiknya. Mulai dari sanalah kedekatan Sean dan Casandra terjalin hingga akhirnya mereka menjadi sepasangan kekasih.
"Claire, Sean pernah berjanji pada kakakku kalau dia akan menjagaku seumur hidupnya. Janji itu bukankah harus dia tepati? Dia berhutang janji padaku. Karena janjinya itu, maka aku berusaha untuk kembali lagi padanya. Dia bilang akan menikahiku, jadi aku pikir dia hanya goyah karena kehadiranmu."
"Casandra, kau yang menghiantinya lebih dulu. Janji itu, sudah gugur saat kau menghianatinya. Lagi pula, dia berjanji pada kakakmu untuk menjagamu, bukan menikahimu," ucap Claire dengan wajah dingin.
"Kalau bukan karena aku, mungkin kakakmu tidak akan selamat. Jika aku tidak menolongnya tepat waktu saat itu, kakakmu mungkin sudah tidak ada saat ini. Jadi, kau yang berhutang padaku karena aku menyelamatkan nyawa kakakmu."
Orang tua Casandra sudah lama meninggal jadi hanya Mattew satu-satunya keluarga yang dia punya. Menyelamatkan Mattew sama saja menyelematkan hidup Casandra juga.
"Sean sudah tidak mencintaimu. Sekarang di hatinya hanya ada aku. Kau tidak alan bisa merebutnya dariku. Lebih baik kau jalani hidupnu seperti yang Sean perintahkan padamu," lanjut Claire lagi.
Casandra nampak tidak bsia berkata-kata selama beberapa saat kemudian tertawa dengan keras. "Claire, kau pikir kehidupanmu akan berjalan sesui keinginanmu? Jangan bermimpi. Kau tidak akan mendapatkan kebahagian selama aku masih hidup. Kau sudah berani merebut Sean dariku, jadi akan aku rebut juga sesuatu yang berharga darimu." Casandra tersenyum jahat setelah itu tertawa dengan keras seperti orang tidak waras.
Claire mengerutkan keningnya selama beberapa saat lalu berkata, "Sudah aku duga, kau pasti memiliki maskud tersembunyi padaku. Kau tidak mungkin menyerah begitu saja dan secepat itu meminta maaf padaku."
"Claire, Sean sudah menghancurkan seluruh hidupku, jadi aku juga akan menghancurkan kehidupannya. Aku akan merenggut kebahagiannya. Kau tunggu saja beberapa saat lagi, hadiah dariku sudah menantimu." Casandra lalu berdiri, "hadiah dariku ini, mungkin saja akan membuat Sean gila. Itu balasan dariku karena dia sudah menghancurkan hidupku."
Sebelum pergi dari sana, Casandra kembali tersenyum jahat pada Claire.
"Casandra apa maksudmu?"
Claire berusaha mengejar Casandra, tapi dihentikan oleh pegawai restoran karena makanan mereka belum di bayar. Dengan cepat Claire membayar lalu menyusul Casandra, tapi setibanya di depan restoran, Casandra sudah menghilang.
Saat Claire akan melangkah mencari taksi, tiba-tiba dia merasakan keram dan sakit pada perutnya. Keringat dingin mulai mengucur di dahinya dan kepalanya terasa pusing. Claire berusaha berjalan ke arah jalan raya untuk mencari taksi sambil memegang perutnya yang terasa sakit.
Saat sedang berusaha berjalan, Claire tiba-tiba menyadari sesuatu. "Casandra, kalau sampai bayiku tidak selamat, Sean tidak akan mengampunimu."
Claire langsung terduduk di pinggir jalan karena merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya. Wajahnya sangat pucat, keringat dingin mengucur dari dahi dan tubuhnya. Tiba-tiba, dia merasakan ada yang mengalir dari pangkal pahanya. Saat Claire mencoba memeriksanya, ternyata darah segar dia lihat.
Dengan sisa tenanga dia dia punya, Claire berusaha untuk berdiri, tapi dia tidak bisa. Tiba-tiba ada mobil berhenti di samping Claire dan tidak lama setelah itu seorang wanita turun dari mobil lalu menghampirinya.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
Claire dengan susah mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang berdiri di depannya. Setelah melihat wanita itu, Claire lalu berkata, "Helena, aku mohon, tolong aku."
__ADS_1
Bersambung....