
"Kenapa kau duduk di sini sendiri?" Wild menghampiri Claire yang sedang duduk di restoran terapung yang berada di pinggiran sungai sambil memandangi termenung.
Claire menoleh dan tersenyum. "Apa aku boleh duduk di sini?" tanya Wild sambil mengarahkan pandangannya ke arah kursi yang ada di depannya.
"Restoran ini bukan milikku, kau bebas duduk di mana saja."
Wild tersenyum. "Kau mengikutiku?" tanya Claire setelah Wild duduk di hadapannya.
"Tidak. Aku memang berencana ke sini dan tidak sengaja melihatmu sedang duduk sendirian."
Restoran itu salah satu tempat yang sering mereka kunjungi setiap mereka pergi ke kota L. Restoran itu meninggalkan banyak kenangan untuk mereka berdua. "Wild, aku bertemu dengan Gloria kemarin malam," ucap Claire dengan suara rendah.
"Aku tahu."
"Kau melihat kami berdua?" tanya Claire dengan wajah terkejut.
"Iyaaa, setelah itu aku pergi."
Wild mengeluarkan bungkus rokok dari saku celananya lalu mengeluarkan satu batang dan membakarnya. Sebelum Wild sempat menghisap rokok itu, Claire lebih dulu mengambil lalu mematikannya.
"Semenjak kapan kau merokok?" tanya Claire cepat.
"Belum lama." Wild mengalihkan pandanganya ke samping untuk mengindari tatapan tajam Claire padanya.
"Wild, aku tahu kau tidak suka dengan asap rokok. Kenapa tiba-tiba merokok?"
"Setelah kau pergi, hidupku hancur Claire. Aku ingin melampiaskannya pada minuman alkohol, tapi saat mengingat kau membenci minuman itu, aku mengurungkan niatku dan mencoba yang lainnya. Banyak yang bilang, merokok dapat meredakan stress. Awalnya, aku hanya ingin membuktikan kebenarannya, tapi anehnya, aku tidak merasakan apapun saat mencobanya. Ingatanku justru selalu tertuju padamu setiap aku menghisapnya."
Wild tersenyum, kemudian raut wajahnya berubah menjadi sedih. "Setelah kepergianmu, aku kehilangan arah Claire. Aku tidak tahu lagi apa tujuan hidupku. Kau pasti tidak tahu, bagaimana hancurnya hidupku saat mengetahui kau sudah menikah dengan pria lain."
Dada Claire terasa nyeri melihat kesedihan di wajah mantan kekasihnya. "Wild, maafkan aku. Aku tidak tahu kalau ...."
Wild langsung menoleh pada Claire saat mendengar suaranya bergetar. "Ini bukan salahmu, Claire. Jangan meminta maaf padaku." Wild berusaha tersenyum agar Claire tidak merasa bersalah lagi.
"Wild, aku akan pulang besok. Aku harap kau kembali ke kota A setelah ini. Jangan mencariku lagi. Orang tuamu pasti mencemaskanmu."
Wild terdiam sambil menatap ke bawah seperti sedang berpikir dan setelah beberapa saat Wild mengangkat kepalanya. "Claire, seandainya suamimu menghianatimu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Wild sambil menatap ke arah Claire dengan wajah serius.
Claire memainkan jemari tangannya sambil berpikir sebentar. "Aku tidak tahu," jawab Claire dengan suara pelan.
"Kembalilah padaku, Claire. Menikahlah denganku. Jika orang tua kita tidak merestui hubungan kita. Ayo tinggalkan negara ini. Kita bisa pergi ke tempat yang jauh, di mana, tidak ada yang mengenal kita. Aku rela meninggalkan semuanya demi kau. Kita mulai dari bawah lagi. Asalkan bisa hidup denganmu, aku rela melakukan apapun demi dirimu."
__ADS_1
"Wild, aku sungguh tidak bisa kembali padamu, meskipun aku berpisah dengan suamiku. Aku bukanlah Claire yang dulu lagi. Kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. Aku tidak pantas untukmu. Tolong mengerti, Wild," ucap Claire dengan wajah frustasi.
"Tidak ada yang lebih pantas untukku selain kau, Claire. Aku tidak akan memaksamu untuk sekarang. Kau bisa memikirkannya lagi. Suamimu, jangan terlalu percaya dengannya."
Sifat Wild sangat berbeda dengan Sean. Wild sangat peduli padanya, berbeda dengan Sean. Wild rela melakukan apapun demi dirinya, padahal mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun, tapi Sean, dia selalu bersikap dingin padanya. Mengingat hal itu, ada rasa sedih di hatinya.
"Wild, aku sedang tidak ingin memikirkan hal rumit. Karena besok aku akan kembali ke kota S, bagaimana kalau malam ini temani aku jalan-jalan. Sebagai teman, hanya teman, bagaimana?" Claire bertanya sambil tersenyum.
Melihat ekspresi wajah Wild yang tadi sempat terlihat sedih, Claire merasa sedikit bersalah. Itu sebabnya dia ingin menghiburnya sebentar.
"Baiklah. Tidak masalah. Teman juga tidak buruk bagiku."
Wild lalu berdiri kemudian mengajak Claire untuk keluar dari restoran itu. Dia mengajak Claire berjalan kaki menelusuri jalanan yang terlihat ramai dipenuhi oleh banyak orang. Sungai yang terletak di tengah kota itu memang salah satu destinasi wisata yang terkenal di kota itu.
"Kau ingin ke mana?" tanya Wild sambil terus berjalan berdampingan dengan Claire.
"Aku ingin sekali mencoba makanan yang di ujung jalan sana. Aku sudah lama tidak menikmati makanan khas kota ini."
"Baiklah. Malam ini, aku yang akan mentraktirmu. Kau bebas makan apa saja yang kau inginkan."
"Benarkah?" Claire terlihat sangat antusias setelah mendengar ucapan Wild, "apa kau yakin?" tanya Claire dengan senyum lebarnya.
"Ya. Aku akan membelikan apapun yang kau mau," jawab Wild.
Melihat Claire terlihat senang, Wild merasa ikut bahagia. "Habiskan saja, aku tidak keberatan."
Saat Claire akan melangkah, Wild berdiri di hadapannya. "Anginnya sangat kencang. Pakai ini." Wild melepaskan jaketnya lalu menyampirkan ke tubuh Claire, "aku tidak mau kau sakit." Selesai memakaikan jaket pada tubuh Claire, Wild berjalan lebih dulu.
"Cepatlah atau aku akan berubah pikiran nanti," ucap Wild sambil menoleh pada Claire yang terlihat masih berdiam diri di tempatnya.
"Iyaaa." Claire menyusul Wild dengan langkah cepat ketika melihah tubuhnya semakin jauh.
Mereka akhirnya tiba di pusat kuliner yang dimaksud oleh Claire. Di tempat itu berbagai macam makanan dijual dengan harga murah dan rasanya juga lezat. Itu merupakan salah satu tempat yang sering mereka kunjungi juga dulu.
"Kau ingin apa lagi?" tanya Wild sambil mengikuti langkah Claire setelah membeli beberapa kudapan pedas yang sangat di sukainya.
"Lihat itu, aku ingin mencoba itu?" Claire menunjuk salah makanan khas kota L yang belum pernah dicoba oleh Claire.
"Tapi Claire, dulu kau bilang tidak menyukainya. Kau selalu menolak saat aku memintamu untuk mencobanya."
"Itu dulu, sekarang aku ingin mencobanya. Ayo cepat." Claire berjalan lebih dulu meninggalkan Wild yang terlihat berdiri dengan wajah heran.
__ADS_1
Selesai membeli makanan yang dia inginkan, Claire kembali membeli makan lain. "Erin, kau bisa sakit perut nanti jika makan terlalu banyak."
Wild merasa khawatir saat melihat Claire yang sedari tadi tidak berhenti makan. Banyak sekali makan yang dia beli, mulai dari makanan ringan hingga berat.
"Kau takut uangmu habis ya?" Claire tidak memperdulikan Wild yang terlihat sedang memandangnya tanpa berkedip.
"Bukan itu. Kau bisa muntah jika makan terlalu banyak. Perutmu itu tidak akan bisa menampung semua makanan jika kau tidak berhenti sekarang."
Meskipun Claire membeli banyak makanan, tapi dia hanya memakannya sedikit, setelah itu dia mencoba yang lain jadi masih bisa menikmati beberapa makanan lain lagi.
Claire terlihat acuk tak acuh. "Wild, aku ingin itu. Sudah beberapa hari ini, aku ingin sekali makan makanan itu, tapi tidak ada yang menjual makanan itu di kota S." Claire kembali menunjuk makanan pedas yang memang sangat disukai oleh Claire.
"Aku akan membelikanmu, tapi jangan di makan di sini. Kau bisa sakit perut, Claire."
"Kau bilang ingin membelikan apapun yang aku inginkan." Claire menampilkan wajah kesalnya pada Wild.
"Baiklah, tapi jangan salahkan aku kalau perutmu sakit nanti." Wild akhirnya menyerah dna menuruti permintaan Claire.
Setelah selesai menelusuri pusat kuliner dan mencoba semuanya, Claire berhenti dan memutuskan untuk pulang. "Kau kenapa?" tanya Wild ketika melihat Claire memegang perutnya sedari tadi.
"Perutku rasanya tidak enak. Seperti akan ...."
Belum juga menyelesaikan ucapannya, Claire langsung berlari ke pinggir jalan sambil menutup mulutnya dan tidak lama kemudian Claire berjongkok dan mengeluarkan isi perutnya.
Mereka baru saja akan pulang saat Claire mengeluh perutnya terasa tidak enak. "Bukankah sudah aku bilang. Jangan makan terlalu banyak. Kau bisa muntah." Wild ikut berjongkok di dekat Claire dengan wajah cemas sekaligus kesal.
Claire terlihat masih berusaha untuk mengeluarkan isi perutnya hingga dia akhirnya dia berhenti setelah dia mengekuarkan semua isi perutnya.
"Apa kau sudah merasa baik?"
Claire mengambil tisu di dalam tasnya kemudian menyeka mulutnya. "Iyaa."
Wild lalu berdiri. "Kau tunggu di sini. Aku akan segera kembali." Wild berjalan dengan cepat dan kembali dengan membawa air meneral botol. Setelah membuka tutup botolnya, Wild memberikannya pada Claire. "Minumlah."
Claire maraih botol itu dan meminumnya dengan pelan. "Aku akan mengantarmu kembali ke hotel," ucap Wild setelah melihat Claure selesai minum.
Claire tidak menolak karena di merasa lemas dan sedikit pusing. Sesampai di hotel, Wild mengantarnya sampai di loby hotel. "Masuklah. Bawa ini." Wild menyerahkan 2 kotak makanan pada Claire. Sebelum pulang, Wild memang sengaja membelikan makanan lagi untuk Claire.
"Mandilah air hangat setelah itu isi kembali perutmu."
Claire mengangguk. "Terima kasih."
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, ada yang memotret mereka diam-diam dari kejauhan saat Wild membenahi jaket yang ada di tubuh Claire. Jika dilihat dari sudut pandang orang itu terlihat seperti Wild ingin memeluk Claire.
Bersambung....