Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
Sama-sama mencari


__ADS_3

hai... Sesuai janjo ku kemarin ya, hari ini aku up meski yang komen belum ada 10 orang gakpapa deh kasian yang sudah nunggu up.


Buat yang sudah like dan komen, terima kasih banyak😘😘


*


*


"Sekarang dimana Alena!" tanya Papa Nico.


"Nico juga tidak tau Pa, ini mau berangkat cari Alena!" balas Nico.


"Mulai kapan Alena pergi dari rumah?" tanya Mama nya.


"Sudab lama Ma, kurang lebih 2 bulanan!"


"Nico, Nico, dikasih istri yang baik malah kamu sia-siain! Kurang apa sih Alena! Dia cantik, sama orang tua juga sopan, pintar memasak, dia juga bisa mengerjakan apa saja, tapi kamu biarkan begitu saja! Dasar anak tidak tau di utung!" ujar Papa Nico.


"Maafkan Nico Pa, Nico tau kalau salah. Nico siap menerima hukuman dari Papa!" balas Nico dengan sendu nya.


"Sekarang kamu mau kemana?!"


"Mau cari Alena Pa!"


"Papa ikut!"


"Gak usah Pa, nanti Papa capek. Di rumah saja gak usah ikut. Biar aku yang cari Alena."


"Mama juga ikut kalau begitu!"


"Kita sama-sama mencari kalau begitu!" ujar Papa Nico.


"Ya sudah, Nico siapkan mobil dulu!"


*


*


"Kita cari kemana lagi Nic?!" tanya Mama nya.


"Keliling Ma, coba cek satu persatu kosan atau persewaan rumah.


"Bagaimana hubungan mu dengan wanita sialan itu?!" tanya Papa Nico ditengah perjalanan.


"Sudah lama tidak bertemu Pa. Nico sudah lama menghindari nya. Bahkan saat bekerja jika tidak penting Nico tidak hadir. Sebisa mungkin Nico menghindarinya!"


"Apa kamu melakukan hubungan terlarang?!" tanya Mama nya tiba-tiba.


"Iya Ma!"


"Apa Alena tahu?!" tanya Mama nya lagi.

__ADS_1


"Tau Ma, Alena tahu tentang hubunganku. Awalnya itu hanya kami berdua yang tahu. Setelah beredarnya fotoku dengannya, kami memutuskan mengakuinya ke publik."


"Dasar anak tidak tahu diri!" balas Mama nya sambil memukul kepala Nico dari belakang.


"Ampun Ma! Sakit!" ucap Nico.


"Kamu tahu Nic, Papa dan Mama tidak asal memilih Alena sebagai istri kamu. Papa sudah mengawasi dia sejak lama. Alena bukan seperti wanita diluaran sana, yang menyukai kamu karena kerenaran mu atau kekayaanmu! Dia bukan anak yang mudah menyerah menjali hidup ini. Dia sebatang kara di dunia ini. Makanya Papa setuju saat Mama kamu mengusulkan Alena menjadi istri kamu!" jelas Papa Nico.


"Alena juga baik kepada siapa saja, termasuk orang yang lebih tua. Dia juga bisa menjaga orang tua dengan baik," sambung Mama Nico.


Begitu besar penyesalan Nico setelah mendengar penuturan Papa dan Mama nya. Dia belum pernah bertemu dengan wanita yang sehebat Alena. Apalagi Alena benar-benar menjaga kehormatannya.


Nico juga menyesal selama ini dia tidak memberikan nafkah lahir kepada Alena. Dia harus bekerja sendiri untuk menghidupi dirinya.


"Sungguh aku suami yang tidak berguna Al!" batin Nico.


"Kita sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ada tanda-tanda jejak Alena!" ucap Papa Nico.


"Kita istirahat dulu saja Pa, nanti kita lanjut lagi!" balas Nico.


Nico menepikan mobilnya di supermarket terdekat. Dia membeli beberapa minuman dan makanan untuk kedua orang tuanya.


"Nic," panggil Papa nya.


"Iya Pa!"


"Kamu sudah mencarinya di bandara atau pelabuhan?"


"Sudah Pa, tapi hasilnya nihil. Tidak ada jejak Alena disana!"


"Benar Ma, sepertinya kita juga harus bergerak!" balas Papa Nico.


Papa dan Mama Nico begitu antusias saat mengetahui Alena tidak mungkin pergi jauh.


"Dia pasti masih disekitar sinj saja!" balas Papa Nico.


Orang tua Nico memerintahkan seluruh bawahannya menyusuri setiap tempat yang ada disekitar wilayah rumah Nico.


"Telusuri setiap wilayah! Jangan sampai ada yang terlewatkan!" ucap Papa Nico dengan orang di sebrang sana.


*


*


"Bapak hari ini libur?" tanya Alena.


"Iya, bapak capek. Mau bantu ibu dirumah saja, besok baru kerja lagi!"


"Kalau begitu besok Alena ikut ke ladang ya Pak?!"


"Boleh!"

__ADS_1


Alena semakin bahagia hidup dengan suasana baru. Perlahan-lahan Alena sudah bisa melupakan masalah yang menimpanya. Dia berencana menetap sini.


Banyak warga yang senang dengan kehadiaran Alena. Bahkan mereka mendukung Alena tinggal selamanya di desa mereka.


Tapi tak bisa dipunngkiri bahwa hatinya masih tersimpan nama Nico. Nico adalah cinta pertama Alena.


"Mungkinkah kamu memikirkan ku mas? Atau kamu sudah bahagia dengan pilihanmu?" lirih Alena.


"Jika Tuhan mengijinkan, aku ingin bertemu dengan mu sekali saja, untuk melepas rasa rindu ku!" lirihnya lagi.


*


*


Dilain tempat Sean juga masih memcari Alena setiap harinya. Dia mulai menaruh hati pada Alena. Sampai-sampai banyak wanita yang dia abaikan.


Bahkan saat bekerja dengan rekan-rekannya, Sean tak menggubris sama sekali wanita yang mendekatinya.


Dia merasa tidak tertanyang seperti saat bertemi Alena. Alena adalah gadis misterius yang menarik perhatiannya. Setiap senyum Alena, banyak luka yang tersimpan disana.


"Tuhan... segera pertemukan aku dengan Alena!" ucapnya.


Bertepatan saat Sean aka pergi ke supermarket, dia bertemu dangan Nico. Saat Sean menuruni mobilnya, saat itu juga Nico menaiki mobilnya akan pergi. Sean mengejarnya sampai dapat.


"Diaman Alena!" tanya Sean dengan nada penuh amarah.


"Siapa Kamu! Tanya-tanya tentang Alena!" jawab Nico tak kalah emosi.


Orang tua Nico yang melihatnya, hanya diam tak ingin ikut campur. Mereka hanya menilai dari dalam mobil.


"Alah..aku tahu kamu menyakiti Alena kan?! Dan kamu sebagai suaminya talah menelantarkan Alena! Jika kamu sudah tidak mencintai Alena, serahka padaku. Aku akan membahagiakannya!" ujar Sean.


Nico yang mendengar Sean mengagakan suami dari Alena sesikit kaget. Masalahnya, tidak ada 1 orang pun yang tahu tentang dirinya kecuali Mama dan Papa.


"Darimana kamu tahu aku suami Alena! Penguntit kamu ya!" bentak Nico.


"Dasar orang gila! Udah salam masih tidak mau mengaku! Aku bahkan mendengar dari mulutmu sendiri!"


Nico masih berpikir keras tentang hal itu. Dia merasa tidak membocorkan pernikahannya sama sekali.


"Ah..sudahlah! Sekarang kamu jawab! Dimana Alena kamu sembunyikan!" tanya Sean lagi.


"Aku tidak menyembunyikannya dan aku juga tidak tahu keberadaanya. Saat ini aku sedang mencarinya! Jadi jangan tanya-tanya aku lagi. Karena kamu tidak berhak atas Alena!" balas Nico.


"Aku berhak atas dia! Karena aku mencintai Alena!" ucap Sean tiba-tiba.


Nico langsung membelalakkan matanya.


"Jaga ucapanmu! Alena masih sah sebagai istri ku! Dan aku tidak akan pernah menceraikannya! Aku juga tidak akan membiarkan laki-laki manapun mendekatnya!" balas Nico.


"Hah! Dasar egois!" ujar Sean.

__ADS_1


Tak mau memperpanjang masalah, Nico langsung pergi dari sana. Orang tua Nico cukup terkejut dengan pernyataan Sean tadi.


"Ternyata menantuku banyak penggemarnya!" ucap Mama Nico.


__ADS_2