Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
Draft


__ADS_3

Hati Nico mulai memanas, dia sedang berada didalam tetapi hati dan pikirannya hanya tertuju pada Alena.


"Sial! Aku jadi tidak bisa konsentrasi!" lirihnya.


Berbeda dengan Alena, dia menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Hal itu tak luput dari manik mata Sean. Dia terlihat memperhatikan setiap gerak Alena.


"Hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan mu Al! Kamu cantik, baik, menarik dan tak lupa sexy!" batin Sean senyum-senyum sendiri.


"Ayo masuk Al, nanti masuk angin!" ajak Sean sambil menggandeng tangan Alena.


Alena yang dipegang tangannya, sedikit kaget. "Iy iya mas," jawab Alena sambil menarik tangannya.


"Kalau tahu mas Nico, bisa perang dunia kesekian kali nih!" batin Alena.


Tanpa Alena tahu, bahwa yang didalam sana sudah menggebrak meja saat melihat tangan Alena di sentuh oleh Sean.


"Ada masalah pak?" tanya sekertaris yang sedang mempresentasikan sesuatu didepan.


"Nggak ada! Lanjutkan!" ucap Nico dingin.


Semua orang dalam 1 ruangan sudah dibuat kaget oleh Nico.


Hingga satu jam rapat baru saja selesai. Nico bergegas menuju ruangannya. Dengan tertatih-tatih dia berjalan sambil memegangi tembok agar tidak terjatuh, hanya demi ingin melihat Alena.


Tetapi ditengah jalan dia dihadang oleh Viona.


"Sayang, kamu mau kemana kok buru-buru?!" tanya Viona.


"Minggir!" bentak Nico.


Bukan Viona namanya jika dia menyerah begitu saja. Dia terus menghadang Nico agar mau meresponnya.


"Jangan marah-marah dong," ucap Viona dengan sensual didekat telinga Nico.


Alena baru saja keluar dari arah toilet dan menuju keruangan Nico. Tak sengana dia berpapasan dengan sepasang makhluk Tuhan yang menjengkelkan.


"Katanya sudah berubah, di tinggal ke toilet saja sudah nempel! Harus dikasih pelajaran ini orang!" lirihnya.


Dengan gaya cantiknya Alena berjalan berlenggak-lenggok menuju ke arah Nico. Kebetulan Alena ke toilet tadi membenahi riasannya dan rambutnya. Jadi, dia terlihat lebih segar.


Nico yang melihat Alena sedikit bergaya, langsung memelototkan matanya. "Apa maksudnya coba! Mau menggoda laki-laki disini ya!" batin Nico.


"Rapatnya sudah selesai mas?" tanya Alena dengan gaya yang dibuat-buat.

__ADS_1


"Eh! Siapa kamu! Panggil mas, mas! Pembantu nggak punya sopan santun!" bentak Viona.


Dengan santai Alena membalas perkataan Viona.


"Buktikan ucapan kamu kemarin mas! Jangan hanya janjin saja!" ucap Alena sambil melewati mereka berdua.


Nico yang tersadar dari lamunanya,langsung menghempaskan Viona. Dia tidak perduli Viona jatuh ata tidak. Yang terpenting baginya saat ini adalah Alena.


"Al, Alena!" panggil Nico.


"Kamu! Jangan pernah panggil dia pembantu! Karena dia ibu dari anak-anakku!" bentak Nico sambil meninggalak Viona.


Satu ruangan pun dibuat heboh dengan pernyataan Nico baru saja.


"Ibu dari anak-anakku! OMG! Ini tidak bisaaa.... Nico ku sayang sudah ada yang punya! Aaagghhh....!" ucap salah seorang transgender.


"Yah.... patah hati ku!"


"Ibu dari anak-anakku! Apa iya?! Sudah tutup kuota dong kalau begitu!" dan masih banyak lagi celotehan para karywan disana.


Jangan lupakan Viona! Dia bahakan kaget mendengar ucapan Nico.


"Ibu dari anak-anakku! Ini nggak bisa dibiarin! Berarti dia sedang mengandung anak Nico! Nggak, nggak bisa!" gumam Viona sambil berdiri.


Viona langsung pergi keluar gedung. Dia harus segera menyusun rencana untuk mencelakai Alena.


"Sialan Nico! Seenakknya saja mengabaikan aku! Setelah puas dia main pergi begitu saja! Jangan harap anakmu akan lahir ke dunia ini! Dan kamu wanita sialan! Awas saja ya, kamu sudah merebut tambang emasku! Maka tunggu pembalasanku!" geram Viona sambil melajukan mobilnya.


***


"Sayang jangan marah dong," rengek Nico.


Alena hanya diam tidak menanggapinya. Dia malas berdebat dengan Nico.


"Sayang, jangan marah ya!" ucap Nico lagi.


"Sayang, sayang, sayang! Enak saja main panggil sayang!" balas Alen sinis.


Alena langsung bangkit dan pergi keluar gedung. Dia sudah lapar dan ingin mencari makan. Namun gerakannya di cegah oleh Nico.


Tubuh Alena di tahan Nico untuk tidak beranjak dari sofa. Dengan posisi Nico berada di atas Alena, dia mengunci pergerakan Alena dengan memegang kedua tangannya.


"Aku minta maaf, tadi itu nggak seperti apa yang kamu pikirkan Al! Aku baru saja keluar ruangan dan ingin segera menyusul kamu! Aku cemburu melihat kamu bergurau dengan Sean! Makanya aku segera berlari untuk menemui kamu. Tiba-tiba saja Viona datang dan menghadangku Al, aku berani sumpah! Ucap Nico.

__ADS_1


"Iya, aku percaya." balas Alena cuek.


"Al, aku beneran nggak bohong! Aku hanya mencintai kamu Al, kamu jangan ninggalin aku lagi. Aku takut Al, takut terjadi seperti sebelumnya!" lirih Nico.


Alena merasa kasian dengan Nico. "Iya mas, aku percaya. Sekarang kamu lepasin tangan aku!" balas Alena.


"Nggak Al, aku nggaka akan melepaskannya mulai saat ini!" ujar Nico dan langsung menyambar bibir Alena.


Alena yang kaget dengan gerakan Nico, dia mulai memberontak. Sayangnya kekuatan Nico lwbih besar dari pada Alena, meski keadaanya masih sakit.


Setelah puas dengan bibir Alena, Nico melepaskan pagutannya dan tangan Alena.


"Kamu ini apa-apaan sih mas! Aku itu mau pergi cari makan! Bukan mau kabur!" bentak Alena.


"Hah! Kamu pergi mau cari makan!" ucap Nico kaget.


"Iya mas, perutku sudah keroncongan!" ujar Alena.


"Aku kira tadi kamu mau meninggalkan aku Al! Aku bahkan mengeluarkan air mata ini agar kamu tetap tinggal," gumam Nico, yang masih bisa didengan Alena.


Alena hanya tersenyum dalam hatinya.


"Kambuh lagi bodohnya!" batin Alena.


"Ya sudah, ayo kita cari makan." ucap Nico.


Nico menggandeng tangan Alena saat berjalan menuju mobilnya. Banyak pasang mata yang melihatnya. Mereka semua begitu iri dengan Alena, yang bisa menaklukkan beruang kutub Nico.


Nico tak menanggapi itu. Dia sudah tidak memikirkan repitasinya lagi. Baginya yang terpenting hanya bisa bersama Alena saja. Biaraka awak media tahu kalau Alena adalah milik Nico.


"Mas tangan kamu lepasin, dilihat banyak orang. Kamu nggak malu?" tanya Alena.


"Enggak usah dipikirn Al, yang penting kita tetap bersama." jawab Nico.


"Kita belum bersama mas, aku belum memberikan jawaban apapun!" ucap Alena.


"Iya, iya, nanti juga bakalan ngakuin kok!" balas Nico dengan senyuman jahilnya.


Jangan lupakan Sean yang mendengar desas desus seluruh pegawai. Dia semakin cemburu mendengarnya.


"Sebelum kamu bisa mendapatkan anak dari Alena, maka aku yang akan mendapatkan dulu!" lirihnya.


Seluruh media mulai tertarik dengan asmara Nico. Mereka mulai mengulik kehidupan Nico dan Alena. Mereka pikir Alena sudah mengandung anak Nico. Hal itu sukses membuat berita nomer satu dipencarian internet.

__ADS_1


__ADS_2