Istri Yang Tak Diakui

Istri Yang Tak Diakui
Draft


__ADS_3

Setelah pergulatan lanas itu, Ramon langsung membersihkan diri. Dia harus kembali bekerja karena banyak yang harus dirinyabtanda tangani.


Alena tertidur pulas begitu Ramon selesai menggempurnya. Dia terasa lelah dan kuwalahan dengan kekuatan Ramon.


"Aku kerja dulu, kamu tidur saja di sini. Nanti kalau aku sudah selesai, aku bangunkan," bisik Ramon di telingan Alena.


Cukup lama Alena tertidur. Hingga menjelang sore dirinya baru terbangun.


"Sudah sore ternyata," gumamnya. Dirinya langsung pergi membersihkan diri.


Setelah selesai merias diri, Alena langsung keluar mencari suaminya. Tak di dapati di meja kerjanya, Alena terus mencari di sudut ruangan lain.


Saat sedang melihat sisi kanan dan kiri ruangan, manik matanya melihat sang suami sedang berciuman dengan seseorang. Dengan tubuh bergetar Alena berjalan menuju ke arah Ramon dengan perlahan. Air mata sudah mambasahi pipi begitu derasnya.

__ADS_1


Ramon yang sedang asik memunggungi Alena, tidak tahu akan kedatangan istrinya itu.


"Kamu tega, Mas!" sarkas Dona yang berdiri tepat di belakang suaminya.


Ramon begitu terkejut melihat Alena sudah berdiri di belakangnya. Dengan wajah bingung Ramon menjelaskan pada nya.


"Ini nggak seperti apa yang kamu lihat sayang. Aku nggak nglakuin apa-apa," ucap Ramon dengan tidak ada rasa bersalahnya.


"Aku benci kamu, Mas. Aku benci!" teriak Alena sambil memukul dada Ramon. Dengan sigap Ramon memegangi ke dua tangan Alena.


Sedangkan tersangka ke dua masih tetap sama dengan posisi di balik Ramon. Dirinya masih melihat drama perdebatan suami dan istri itu sambil tersenyum bahagia.


"Aku benci kamu. Aku benci! Sebaiknya kita berpisah!" ucap Alena. Dirinya merasa begitu di hianati untuk kesekian kali nya. Suami yang begitu di cintainya, ternyata sama saja dengan laki-laki bejat lainnya.

__ADS_1


"Hei, kamu ngomong apa sih! Kita tidak akan berpisah selamanya! Kecuali Tuhan yang memisahkan. Aku nggak mau berpisah sama kamu. Aku mencintai kamu, Al. Sangat!" balas Ramon.


"Tidak, Mas. Kalau kamu tidak mau, biar aku yang mengurusnya!" jawab Dona sambil meronta ingin lepas dari pelukan Ramon.


Di saat bersamaan, tersangka ke dua muncullah di depan Alena. Biang kerok yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri, yang mencoba menggoda Ramon menampakkan batang hidungnya di depan Alena.


"Lanjutkan drama kalian. Aku begitu senang melihat kalian berdua bertengkar. Tidak hanya bermesraan saja di depan umum. Ternyata istri Mu seorang pencemburu, ya. Permainan akan lebih seru kalau saja kamu tidak muncul, tadi!" ucapnya dengan nada tinggi dan sedikit meledek.


Ramon menjadi geram dengan tingkahnya yang semakin menjadi-jadi. Bukannya ikut menjelaskan malah menambah masalah.


"Harusnya kamu menjelaskan! Bukan malah menambah masalah!" bentak Ramon pada nya.


Alena yang masih nyaman menelusupkan wajahnya di dada bidang Alena tidak bisa melihat wajah orang yang di cium suaminya tadi. Air mata yang membasahi seluruh jas Ramon, tidak dia hiraukan. Begitu sakit hatinya di hianati untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Begitu berat hatinya meninggalkan Ramon. Setelah Nico, Ramon adalah laki-laki yang sangat dia sayangi. Apa pun akan dia lakukan, asalkan bisa membuat Ramon senang. Tetapi kali ini berbeda.


"Tunggu! Sepertinya aku begitu mengenal suara ini. Apa aku yang salah dengar atau memang benar diri nya?" batin Alena bertanya-tanya.


__ADS_2